Program Utama

Untuk menyelenggarakan Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat, dilaksanakan 4 (empat) kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsi Badan Ketahanan Pangan, yaitu:

1.    Pengembangan Ketersediaan dan Penanganan Rawan Pangan;

2.    Pengembangan Sistem Distribusi dan Stabilitas Harga Pangan;

3.    Pengembangan Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan;

4.    Dukungan Manajemen dan Teknis Lainnya pada Badan Ketahanan Pangan.

Kegiatan tersebut dibagi dalam beberapa sub kegiatan yang akan menghasilkan beberapa output sebagai sarana untuk mencapai sasaran program (outcome). Kegiatan beserta sub kegiatannya, diuraikan berikut ini :


Pengembangan Ketersediaan dan Penanganan Rawan Pangan

Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengoordinasikan upaya memantapkan ketersediaan pangan yang bersumber dari produksi dalam negeri sekaligus pengurangan jumlah penduduk rawan pangan.

Sasaran output kegiatan ialah meningkatnya ketersediaan pangan yang beragam dan menurunnya jumlah penduduk rawan pangan setiap tahun.

Untuk mencapai sasaran output pertama, ada 6 (enam) sub kegiatan, yaitu: (1) Analisis Neraca Bahan Makanan; (2) Penguatan Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi; (3) Kajian Responsif dan Antisipatif Ketersediaan dan Kerawanan Pangan; (4) Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (FSVA); (5) Pengembangan Korporasi Usahatani; serta (6) Pemantauan Ketersediaan dan Kerawanan Pangan.


Pengembangan Sistem Distribusi dan Stabilitas Harga Pangan

Kegiatan ini ditujukan untuk mendorong pengembangan sistem distribusi dan stabilitas harga pangan dalam rangka meningkatkan keterjangkauan pangan masyarakat dan antisipasi kebutuhan pangan.

Sasaran output kegiatan adalah meningkatnya kemampuan kelembagaan distribusi dan cadangan pangan serta stabilitas harga pangan.

Kegiatan ini terdiri dari 6 (enam) sub kegiatan, yaitu: (1) Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat/Toko Tani Indonesia; (2) Pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat; (3) Panel Harga Pangan Nasional dan Pemantauan Harga dan Pasokan Pangan HBKN; (4) Pemantauan Pasokan, Harga, Distribusi, dan Cadangan Pangan; (5) Kajian Responsif dan Antisipatif Distribusi Pangan; dan (6) Kajian Distribusi Pangan.


Pengembangan Penganekaragaman Konsumsi Pangan dan Keamanan Pangan

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas konsumsi pangan dan memasyarakatkan pola konsumsi pangan beragam, bergizi seimbang, dan aman (B2SA) dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal.

Sasaran output kegiatan adalah meningkatnya pemantapan penganekaragaman konsumsi pangan dan keamanan pangan segar.

Kegiatan ini terdiri dari 6 (enam) sub kegiatan, yaitu: (1) Pemberdayaan Pekarangan Pangan; (2) Pemantauan Penganekaragaman Konsumsi Pangan; (3) Gerakan Diversifikasi Pangan; (4) Analisis Pola dan Kebutuhan Konsumsi Pangan; (5) Pengembangan Industri Pangan Lokal; serta (6) Pengawasan Keamanan dan Mutu Pangan;


Dukungan Manajemen dan Teknis Lainnya Badan Ketahanan Pangan

Kegiatan ini dimaksudkan untuk memfasilitasi dan melayani administrasi, keuangan, dan aset terhadap penyelenggaraan operasional kantor.

Sasaran output kegiatan adalah (1) Terselenggaranya pelayanan administrasi dan pelayanan teknis lainnya secara profesional dan berintegritas di lingkungan Badan Ketahanan Pangan; dan (2) meningkatnya koordinasi perumusan kebijakan, evaluasi dan pengendalian ketahanan pangan melalui Dewan Ketahanan Pangan.

Untuk mencapai sasaran output pertama, ada 4 (empat) sub kegiatan, yaitu: (1) Perencanaan, penganggaran, dan kerja sama ketahanan pangan; (2) Pelayanan keuangan dan perlengkapan; (3) Pemantauan dan evaluasi program dan kegiatan ketahanan pangan; (4) Penanganan organisasi, kepegawaian, humas, tata usaha, dan hukum.

Sedangkan untuk mencapai sasaran output kedua, hanya ada satu sub kegiatan, yaitu: koordinasi perumusan kebijakan, evaluasi dan pengendalian ketahanan pangan melalui Dewan Ketahanan Pangan.