Ruang Lingkup Kegiatan

Memperhatikan butir-butir kebijakan ketahanan pangan dan mempertimbangkan penanganan ketahanan pangan lintas pelaku dan wilayah, maka dirumuskan “Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat”. Program tersebut diwujudkan melalui koordinasi dan sinkronisasi dalam perencanaan dan penyiapan program, partisipasi pemangku kepentingan dan masyarakat, identifikasi dan intervensi pangan dan gizi, serta pengembangan model kebijakan guna pencapaian sasaran pemantapan ketahanan pangan masyarakat sampai tingkat perseorangan.

Untuk menyelenggarakan Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat, maka akan dilaksanakan 4 (empat) kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsi Badan Ketahanan Pangan yang meliputi:

  1. Pengembangan Ketersediaan dan  Penanganan Rawan Pangan;
  2. Pengembangan Sistem Distribusi dan Stabilitas Harga Pangan;
  3. Pengembangan Penganekaragaman Konsumsi Pangan dan Keamanan Pangan; 
  4. Dukungan Manajemen dan Teknis Lainnya pada Badan Ketahanan Pangan.

Kegiatan tersebut dibagi dalam beberapa sub kegiatan yang akan menghasilkan beberapa output sebagai sarana untuk mencapai sasaran program (outcome). Kegiatan beserta intervensi kegiatannya diuraikan berikut ini :


Pengembangan Ketersediaan dan Penanganan Rawan Pangan

Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengoordinasikan upaya memantapkan ketersediaan pangan yang bersumber dari produksi dalam negeri sekaligus pengurangan jumlah penduduk rawan pangan.

Sasaran output kegiatan adalah meningkatnya ketersediaan pangan yang beragam dan menurunnya jumlah penduduk rawan pangan setiap tahun.

Intervensi kegiatan dilakukan melalui :

a.  Penyusunan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan/FSVA;

b.  Pelaksanaan Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi;

c.  Penyusunan Neraca Bahan Makanan (NBM);

d. Pemantauan stok gabah di penggilingan dan pedagang;

e.  Pengembangan Korporasi Usahatani (PKU);

f.  Pelaksanaan Kajian.


Pengembangan Sistem Distribusi dan Stabilitas Harga Pangan 

Kegiatan ini ditujukan untuk mendorong pengembangan sistem distribusi dan stabilitas harga pangan dalam rangka meningkatkan keterjangkauan pangan masyarakat, dan antisipasi kebutuhan pangan.

Sasaran output kegiatan adalah meningkatnya kemampuan kelembagaan distribusi dan cadangan pangan, serta stabilitas harga pangan.

Intervensi kegiatan melalui : 

a.   Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) melalui Toko Tani Indonesia (TTI);

b.   Pemberdayaan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM);

c.   Monitoring Harga Pangan Strategis di Produsen dan Konsumen (Panel Harga);

d.   Koordinasi, Pemantauan Pasokan dan Harga Pangan pada saat HBKN;

e.   Pelaksanaan Kajian.


Pengembangan Penganekaragaman Konsumsi Pangan dan Keamanan Pangan

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas konsumsi pangan dan memasyarakatkan pola konsumsi pangan beragam, bergizi seimbang dan aman (B2SA) dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya lokal.

Sasaran output kegiatan adalah meningkatnya pemantapan penganekaragaman konsumsi pangan dan keamanan pangan segar.

Intervensi kegiatan dilakukan melalui;

a.   Pemberdayaan Pekarangan Pangan melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL);

b.   Pengawasan Keamanan dan Mutu Pangan Segar;

c.   Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan;

d.   Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL);

e.   Pelaksanaan Kajian.


Dukungan Manajemen dan Teknis Lainnya Badan Ketahanan Pangan

Kegiatan ini dimaksudkan untuk memfasilitasi dan melayani administrasi, keuangan dan asset terhadap penyelenggaraan operasional kantor.

Sasaran output kegiatan adalah: 

(1) Terselenggaranya pelayanan administrasi dan pelayanan teknis lainnya secara profesional dan berintegritas di lingkungan Badan Ketahanan Pangan; dan 

(2) Meningkatnya koordinasi perumusan kebijakan, evaluasi dan pengendalian ketahanan pangan.

Intervensi kegiatan dilakukan melalui;

a. Pemberian Layanan Dukungan Manajemen

b. Pemberian Layanan Internal (Overhead)

c. Pemberian Layanan Perkantoran