Workshop Wrap-up Meeting Mid-Term Review (MTR)

Workshop Wrap-up Meeting MTR SOLID diselenggarakan di Hotel Jayakarta, Jakarta pada tanggal 18 – 21 Juni 2014 dan dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan, Dr. Drs. Benny Rachman, M.Si sebagai Plh. Kepala Badan Ketahanan Pangan. Peserta yang hadir pada pertemuan ini adalah Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Maluku, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara, Kepala Dinas/Badan/Unit yang menangani ketahanan pangan dari 5 kabupaten di Provinsi Maluku dan 6 Kabupaten di Provinsi Maluku Utara, Koordinator dan Asisten SOLID Provinsi Maluku dan Maluku Utara, para Manajer dan Asisten SOLID dari 5 Kabupaten di Provinsi Maluku dan 6 Kabupaten di Provinsi Maluku Utara, Koordinator dan para Asisten SOLID Pusat, perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), perwakilan Biro Perencanaan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian, perwakilan Pusat Kerjasama Luar Negeri Sekretariat Jenderal Kemeterian Pertanian, serta perwakilan sub bidang Kerja Sama Luar Negeri Sekretariat Badan Ketahanan Pangan.

Pertemuan ini membahas hasil review kunjungan lapangan (field visit) tim MTR Mission International Fund for Agricultural Development (IFAD) pada tanggal 3 – 12 Juni 2014dan perubahan desain kegiatan SOLID phase II.  Tim MTR dipimpin oleh Mr. Tony Ryan, dengan anggota Mr. Philip Young, Ahli Pertanian; Ms. Pari Baumann, Ahli Sosiologi; Ms. Blanco Amado, Ahli Ekonomi; Mr. Sumaryo Soemardjo, Ahli Manajemen Keuangan dan Pengadaan; Mr. Shaheel Rafique, Ahli Monitoring dan Evaluasi dan Manajemen Proyek; dan Ms. Annisa Lucky Pratiwi, Indonesia Country Programme Officer (CPO) IFAD. Hasil review dan desain Phase II tertuang dalam dokumen Aide Memoire MTR Mission SOLID, disampaikan oleh Country Programme Manager (CPM) for Asia And Pacifik Country IFAD, Mr. Ronald Hartman dan ketua Tim MTR Mission didampingi Direktur Pendanaan Luar Negeri Multilateral, Bappenas Bpk. Ade Kuswoyo serta Koordinator SOLID Pusat Bpk. Muchamad Zakky.

Setelah melihat desain kegiatan SOLID yang dianggap terlalu rumit serta untuk efisiensi dan efektifitas pelaksanaan kegiatan SOLID, tim merekomendasikan perubahan desain kegiatan SOLID phase II. Perubahan desain yang ditawarkan oleh tim adalah dengan menyederhanakan komponen kegiatan dari 5 (lima) komponen menjadi 3 (tiga) komponen utama dan 1 (satu) komponen manajemen proyek dengan fokus kegiatan pada ketahanan pangan dan rantai nilai.

Seperti kita ketahui bersama, komponen kegiatan SOLID antara lain: komponen i) pemberdayaan masyarakat dan gender; komponen ii) peningkatan produktivitas sistem pertanian terpadu; komponen iii) rantai nilai dan pemasaran; komponen iv) pembangunan prasarana; dan komponen v) penguatan kapasitas kelembagaan proyek.

Dengan perubahan desain yang ditawarkan, menjadi: komponen i) pengembangan masyarakat dan dukungan perencanaan; komponen ii) ketahanan pangan dan peningkatan pendapatan, dengan sub-komponen ii.1) peningkatan produktivitas pertanian, dukungan keuangan dan teknis dan ii.2) pengembangan rantai nilai domestik; komponen iii) pengembangan rantai nilai komersial; serta komponen iv) manajemen proyek.

Setelah paparan dari tim IFAD, tim SOLID Pusat, Provinsi dan Kabupaten membahas: i) Tindak Lanjut Pelaksanaan MTR; ii) Pendalaman Komponen I desain SOLID phase II; iii) Pendalaman Komponen II desain SOLID phase II; iv) Pendalaman Komponen III desain SOLID phase II; serta v) Pendalaman Komponen IV desain SOLID phase II.