Workshop Value Chain

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 12 Sep, 2013

Views: 114

Workshop Value Chain Kegiatan SOLID Tahun 2013, diselenggarakan pada tanggal 27 – 30 Agustus 2013 di Hotel Amaroossa, Bogor. Peserta  workshop  berasal dari Provinsi Maluku dan 5 kabupaten pelaksana Kegiatan SOLID di Provinsi Maluku dan dari Provinsi Maluku Utara serta 6 kabupaten pelaksanan Kegiatan SOLID di Provinsi Maluku Utara, yang total seluruhnya berjumlah sebanyak 50 orang termasuk peserta dari pusat.

Workshop di buka oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian dan  dillanjutkan dengan penyampaian materi oleh nara sumber serta diskusi selama pertemuan, maka dapat dirumuskan beberapa rekomendasi sebagai berikut :

  1. Melanjutkan dan memperbaiki penyusunan DVCP sesuai dengan format dalam petunjuk penyusunan DVCP dengan memperhatikan saran dan masukan.
  2. Melengkapi informasi dan data tambahan yang diperlukan di DVCP serta Matrik analisis rantai nilai.
  3. DVCP final harus diserahkan ke pusat paling lambat tanggal 30 oktober 2013.
  4. Setiap Kabupaten dengan dukungan provinsi dan pusat dapat mengawal dan memastikan pelaksanaan DVCP di lapangan berjalan dengan baik.
  5. Konsultasi dan komunikasi dalam penyusunan DVCP harus selalu dilakukan secara intensif dan aktif oleh Kabupaten, Provinsi dan Pusat.
  6. Untuk mempermudah pengembangan value chain pada pembentukan Desa baru Tahun 2014 dilakukan dengan pendekatan komoditas unggulan.
  7. Dalam penyusunan DVCP disepakati maximal tiga komoditas unggulan disesuaikan dengan daerah setempat.
  8. Menggalang dan menindaklajuti tawaran  untuk design pengemasan produk dari Industri Kecil dan Menengah (IKM), kementerian perindustrian.

Berkaitan dengan rencana pengembangan DVCP tahun 2014 perlu adanya dukungan dana

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...