Workshop Persiapan Toko Tani Indonesia

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 09 Sep, 2015

Views: 164

Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Toko Tani Indonesia (TTI), Badan Ketahanan Pangan telah menyelenggarakan Workshop Persiapan TTI yang dilaksanakan di Wisma Makara UI Depok, pada tanggal 8-9 September 2014. Tujuan pertemuan workshop TTI ini adalah menghimpun masukan dari berbagai stakeholder terhadap kerangka pemikiran dan pendalaman materi kegiatan TTI sehingga dapat menghasilkan rumusan teknis yang lebih komprehensif dengan mengakomodir kepentingan semua pihak. 

Acara Workshop TTI dibuka oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan, dan dihadiri oleh Perum Bulog, Tim Gugus Tugas Kementerian Pertanian, Sekretaris Badan Ketahanan Pangan, dan Kepala Pusat Lingkup Badan Ketahanan Pangan, serta Tim  Pokja Toko Tani Indonesia (TTI) Badan Ketahanan Pangan.

Dalam sambutannya Kepala Badan Ketahanan Pangan mengatakan bahwa Toko Tani Indonesia (TTI) merupakan suatu kegiatan jual beli pangan yang lokasinya difokuskan pada daerah yang seringkali mengalami gejolak harga pangan. Dikatakan juga bahwa Gejolak harga sering kali terjadi ketika musim panen, biasanya harga yang diterima petani rendah dan karena itu produsen mengalami tekanan sehingga pemerintah harus melakukan intervensi kebijakan harga. Sebaliknya, ketika harga melambung tinggi, konsumen yang umumnya berpendapatan rendah mengalami kesulitan untuk mengakses pangan. Hal itu, menimbulkan tekanan besar bagi pemerintah untuk mengendalikan harga.

Berbagai strategi penanganan harga kebutuhan pangan yang telah dilakukan sebelumnya belum bisa mengatasi permasalahan pasokan dan harga pangan, oleh karena itu Kementerian Pertanian mencoba membangun sebuah model dengan nama “Toko Tani Indonesia (TTI) dimana pada tahun 2015 ini, telah dilakukan pemantauan terhadap calon TTI di wilayah Jabodetabek, Bandung dan Semarang,  sebagian TTI telah berjalan dan TTI lainnya masih dalam proses penjajakan dan belum diverifikasi.  Komoditas pangan yang diprioritaskan dalam TTI saat ini adalah beras, minyak goreng dan gula, dan kedepannya akan dikembangkan pada bahan pokok strategis lainnya, seperti daging sapi, cabe dan bawang merah.

Keberadaan Toko Tani Indonesia (TTI) ini diharapkan dapat memperpendek rantai perdagangan pangan sehingga petani sebagai produsen pangan dapat memperoleh marjin keuntungan dan konsumen dapat membeli kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...