Workshop Perencanaan Ketahanan Pangan Tingkat Nasional TA. 2015 Badan Ketahanan Pangan

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 01 Jul, 2014

Views: 147

Dalam rangka meningkatkan pemahaman, menyamakan persepsi dan menyusun kegiatan dan anggaran ketahanan pangan tahun 2015 yang akan dituangkan dalam format RKAKL, Bagian Perencanaan Badan Ketahanan Pangan menyelenggarakan Workshop Perencanaan Ketahanan Pangan Tingkat Nasional TA. 2015 pada tanggal 25 – 27 Juni 2014 yang bertempat di Bali Kuta Resort, Bali. Tujuan workshop ini adalah untuk menyusun rancangan program dan kegiatan lingkup Badan Ketahanan Pangan Tahun 2015 pada tingkat Pusat dan Daerah; menyinkronkan perencanaan ketahanan pangan tahun 2015 di tingkat pusat dan daerah; dan menyusun draft RKA-K/L Pagu Indikatif lingkup Badan Ketahanan Pangan Tahun 2015. Peserta workshop berjumah ±180 orang, yang terdiridari Kepala Badan/Dinas/Unit Kerja Ketahanan Pangan, Sekretaris Badan/Dinas/Unit Kerja Ketahanan Pangan, Kasubbag Perencanaan/ Pejabat yang menangani Perencanaan, dan Staf Penyusun RKA-K/L dari 34 Provinsi.

Dalam pengarahan, Sekretaris Badan Ketahanan Pangan menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian Nasional (Musrenbangtannas) pada tanggal 7-9 Mei 2014 di Bogor serta Musrenbangtannas Tahun 2014 yang telah dilaksanakan pada tanggal 13 Mei 2014 di Auditorium Kementerian Pertanian. Disampaikan pula bahwa tahun 2015 merupakan tahun yang sangat penting dalam pembangunan nasional karena merupakan tahun awal pelaksanaan RPJMN 2015-2019. Sesuai dengan arah kebijakan pembangunan pertanian 2015-2019, peningkatan ketahanan pangan merupakan salah satu program utama yang harus dicapai dalam siklus pembangunan lima tahunan tersebut.

Pada sesi selanjutnya disampaikan materi oleh narasumber berasal dari Sekretaris Badan Ketahanan Pangan, Kepala Pusat lingkup Badan Ketahanan Pangan, Kepala Bagian Penyusunan Anggaran Biro Perencanaan Sekretariat Jenderal, Kementerian Pertanian. Dilanjutkan dengan penyusunan RKA-K/L 2015 oleh masing-masing Provinsi.

Workshop ditutup oleh Prof. Dr. Ir. Achmad Suryana, MS selaku Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian pada hari jumat tanggal 27 Juni 2014. Pada pidato penutupan, Kepala Badan Ketahanan Pangan menekankan agar kegiatan / anggaran TA. 2015 yang telah disusun pada workshop ini dapat dilaksanakan dengan baik sesuai dengan prinsip tatakelola pemerintahan yang baik (good government).

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...