Workshop Pengembangan Kapasitas dan Produksi KM SOLID Tahun 2015

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 21 Apr, 2015

Views: 237

Workshop Pengembangan kapasitas dan produksi KM, kegiatan SOLID tahun 2015, diikuti para pelaksanan kegiatan SOLID Pusat, provinsi Maluku, provinsi Maluku Utara,  LSM Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara dan 11 kabupaten pelaksaan kegiatan SOLID  sebanyak 42 peserta. Workshop diselenggarakan mulai tanggal 14 sampai 17 April 2015  di di Asrama Haji Transit Provinsi Yogyakarta. Penyelenggaraan workshop di buka oleh Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, dilanjutkan pemaparan dan diskusi materi yang terkait dengan pelaksanaan kegiatan SOLID oleh Para fasilitator dan konsultan.

Berdasarkan arahan Sekretaris Badan Ketahanan Pangan, pemaparan fasilitator dan konsultan serta hasil diskusi dengan peserta, maka rumusan dan rencana tindak lanjut sebagai berikut:

  1. Perlunya penelaahan dan pendalaman terhadap modul-modul dan media  pelatihan yang diberikan oleh fasilitator dan nara sumber.
  2. Pemahaman seluruh materi hendaknya menjadi bekal bagi peserta untuk  diimplementasikan dalam kegiatan yang ditindaklanjuti di masing-masing provinsi dan kabupaten.
  3. Beberapa hal yang perlu dijadikan acuan dalam menindaklanjuti pendalaman    materi yang telah diberikan antara lain:

3.1.  Dari kelompok yang telah dibentuk jika keanggotaanya lebih dari 7 orang maka akan tetap dilanjutkan pembinaanya namun apabila kurang dari 7 dan sudah dilakukan upaya persuasif orang memungkinkan kelompok tersebut dapat dilebur dengan kelompok yang kondisinya sama. Terkait dengan kondisi tersebut maka modal yang dimiliki oleh anggota yang tidak terlibat lagi dalam kegiatan kelompok dikembalikan kepada anggota yang keluar tersebut sepanjang tidak mempunyai tunggakan pinjaman sedangkan modal dari masing-masing kelompok yang dilebur disatukan sebagai modal awal kelompok hasil peleburan. Apabila kelompok yang jumlah anggotanya kurang dari 7 orang maka dimungkinkan untuk dibubarkan atau tidak dilanjutkan pendampingan sedangkan dana bansos (akun 57311) yang ada direkening dikembalikan ke kas Negara.

3.2. Bagi kelompok mandiri yang keanggotaannya kurang dari 15 orang, fasilitasi penggunaan dana  Revolving Fund  bagi setiap anggota dapat disepakati menggunkan dana RF untuk  kegiatan produktif lebih dari Rp.1.200.000,- sesuai kebutuhan anggota sepanjang dimusyawarahkan bersama anggota lainnya.

3.3.  Ketentuan yang dipersyaratkan untuk pencairan dana MF dan RF setelah KM mengajukan Rencana penggunaan dana tersebut selama tahun anggran berjalan.

3.4.  Pengalihan sarana/alat yang sudah dibeli apabila tidak ada kesesuaian dengan rencana awal, agar di buatkan alasan yang tertuang dengan berita acara  dari manajemen. Berita acara serah terima aset/sarana paling lambat penyerahan akhir bulan April 2015.

3.5. Bagi anggota KM yang tidak memiliki lahan usaha, tetap ditoleransi memanfaatkan  dana RF sepanjang untuk usaha produktif, sedangkan untuk fasilitasi kebutuhan konsumtif  bagi setiap anggota maksimal diperkenankan sebesar 20% dari total dana RF yg tersedia.

3.6.  Untuk mengefektifkan kinerja para pendamping (PPL dan Fasdes) di tingkat desa sampai dengan jenjang kabupaten dan provinsi diperlukan forum koordinasi dan konsultasi secara periodik  untuk membahas berbagai hal yang terkait rencana dan pelaksanaan kegiatan, pelaporan kemajuan kegiatan serta pemecahan masalah yang dihadapi selama kegiatan berlangsung.

3.7.  Dalam perencaanaan usaha produksi ditingkat KM , agar didukung dengan fasilitasi kegiatan pendukung yang relevan dengan pilihan usaha nya seperti kegiatan SL, demplot, pembangunan prasarana KM, pelatihan teknis sesuai kebutuhan usaha yang akan dikembangkan.

3.8. Untuk memastikan atau menjamin kelangsungan usaha produksi, harus dilakukan identifikasi dan analisa permintaan pasar terhadap produk yang akan direncanakan oleh anggota KM .

3.9.   Mekanisme pelaporan yang menjadi tugas dan tanggungjawab PPL, Fasdes secara vertikal harus secara konsekuen dilaksanakan sesuai kesepakatan yang ditetapkan bersama.

3.10. Tindak lanjut dari workshop ini, akan dilakukan workshop TOT provinsi dengan melibatkan peserta yang telah mengikuti TOT CD, gender dan produksi di pusat termasuk LSM, dimana dlm workshop tsb akan melakukan telaahan modul pelatihan, menyiapkan penyelenggaraan pelatihan di kabupaten, melibatkan petugas provinsi, kabupaten dan LSM yang telah mengikuti TOT dalam memfasilitasi kegiatan pelatihan fasdes dan PPL di kabupaten.

Hal yang yang menjadi kesepatan tersebut diatas akan dipergunakan untuk melengkapi penjelasan beberapa petunjuk/pedoman yang terkait dengan mekanisme dan pengelolaan modal bergulir, Matching Fund, keanggotaan kelompok, perencanaan produksi dan usaha, pedoman pendampingan PPL dan Fasdes, mekanisme  ME dan format pelaporan, pengelolaan federasi dan Team Pelaksana Desa (VIT).

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...