Workshop Monitoring Evaluasi Dan RIMs

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 09 Oct, 2013

Views: 251

Workshop ME dan RIMS diselenggarakan pada tanggal 8 - 11 Oktober 2013 di Soll Marina Hotel Serpong, Tangerang - Banten. Pertemuan dilakukan dalam upaya mendiskusikan dan mengambil langkah-langkah strategis menghadapi berbagai kendala dan hambatan, dalam pelaksanaan kegiatan SOLID. Selain itu dapat didiskusikan semua hal yang terkait dengan sistem monitoring  dan evaluasi serta pelaporan kegiatan, sehingga dapat membantu dalam pencapaian tujuan dan sasaran kegiatan SOLID, terutama dalam rangka pelaksanaan kegiatan tahun 2013 ini.

Tim SOLID pusat, saat ini sudah menyusun sistem monitoring, evaluasi dan pelaporan yang akan digunakan pada kegiatan SOLID. Untuk itu, melalui pertemuan ini diharapkan dapat memberikan masukan guna penyempurnaan instrumen dan metode monitoring dan evaluasi tersebut. Dengan demikian diharapkan sistem monitoring dan evaluasi yang dihasilkan akan menjadi lebih efektif dan efisien. Kegiatan monitoring dan evaluasi merupakan bagian yang penting dan tidak terpisahkan dari pelaksanaan kegiatan SOLID karena perubahan baik positif ataupun negatif dari waktu ke waktu perlu dipantau secara berkelanjutan, guna membantu dalam melaksanakan tindakan perbaikan segera secara cepat dan tepat. Alasan utama yang mendasari pentingnya dilakukan kegiatan monitoring dan evaluasi, adalah para pelaksana kegiatan SOLID dan juga para pemangku kepentingan lainnya (termasuk lembaga pemberi dana) perlu mengetahui tentang perkembangan kegiatan, apakah sudah berjalan sesuai dengan rencana dan tujuan yang telah ditetapkan.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi, maka data dan informasi yang diperoleh bermanfaat bagi perbaikan perencanaan kegiatan kedepan selain itu juga dapat menjadi bahan pembelajaran bagi kegiatan sejenis di masa yang akan datang. Pemantauan merupakan proses yang berjalan terus menerus selama kegiatan SOLID berlangsung, dari pelatihan dan sosialisasi, hingga perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan. Hasil pemantauan digunakan untuk meningkatkan mutu pelaksanaan dan menyesuaikan perencanaan yang sedang berjalan dan yang akan datang. Secara keseluruhan hasil pemantauan dapat menunjukkan apakah proyek telah dilaksanakan sesuai dengan rencana atau tidak.

Sedangkan Evaluasi adalah proses penilaian secara berkala apa yang telah dihasilkan, untuk mengetahui apakah kegiatan berhasil mencapai tujuan-tujuan utamanya. Evaluasi terhadap pencapaian sasaran akan menjadi masukan penting untuk meningkatkan kinerja kegiatan ke depan, seperti halnya peninjauan kembali penyebab dari ketidaktercapaian sasaran kegiatan yang telah direncanakan.

Dalam desain dan pelaksanaan kegiatan SOLID, sistem monitoring atau pemantauan dilakukan dengan pendekatan partisipatif, yaitu melibatkan sasaran pemanfaat dalam  mengikuti perkembangan aktiftas mereka sendiri, pengumpulan data secara berkala dan tepat waktu untuk menentukan apakah kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan rencana.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...