Workshop Monitoring Evaluasi Dan RIMs

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 09 Oct, 2013

Views: 327

Workshop ME dan RIMS diselenggarakan pada tanggal 8 - 11 Oktober 2013 di Soll Marina Hotel Serpong, Tangerang - Banten. Pertemuan dilakukan dalam upaya mendiskusikan dan mengambil langkah-langkah strategis menghadapi berbagai kendala dan hambatan, dalam pelaksanaan kegiatan SOLID. Selain itu dapat didiskusikan semua hal yang terkait dengan sistem monitoring  dan evaluasi serta pelaporan kegiatan, sehingga dapat membantu dalam pencapaian tujuan dan sasaran kegiatan SOLID, terutama dalam rangka pelaksanaan kegiatan tahun 2013 ini.

Tim SOLID pusat, saat ini sudah menyusun sistem monitoring, evaluasi dan pelaporan yang akan digunakan pada kegiatan SOLID. Untuk itu, melalui pertemuan ini diharapkan dapat memberikan masukan guna penyempurnaan instrumen dan metode monitoring dan evaluasi tersebut. Dengan demikian diharapkan sistem monitoring dan evaluasi yang dihasilkan akan menjadi lebih efektif dan efisien. Kegiatan monitoring dan evaluasi merupakan bagian yang penting dan tidak terpisahkan dari pelaksanaan kegiatan SOLID karena perubahan baik positif ataupun negatif dari waktu ke waktu perlu dipantau secara berkelanjutan, guna membantu dalam melaksanakan tindakan perbaikan segera secara cepat dan tepat. Alasan utama yang mendasari pentingnya dilakukan kegiatan monitoring dan evaluasi, adalah para pelaksana kegiatan SOLID dan juga para pemangku kepentingan lainnya (termasuk lembaga pemberi dana) perlu mengetahui tentang perkembangan kegiatan, apakah sudah berjalan sesuai dengan rencana dan tujuan yang telah ditetapkan.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi, maka data dan informasi yang diperoleh bermanfaat bagi perbaikan perencanaan kegiatan kedepan selain itu juga dapat menjadi bahan pembelajaran bagi kegiatan sejenis di masa yang akan datang. Pemantauan merupakan proses yang berjalan terus menerus selama kegiatan SOLID berlangsung, dari pelatihan dan sosialisasi, hingga perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan. Hasil pemantauan digunakan untuk meningkatkan mutu pelaksanaan dan menyesuaikan perencanaan yang sedang berjalan dan yang akan datang. Secara keseluruhan hasil pemantauan dapat menunjukkan apakah proyek telah dilaksanakan sesuai dengan rencana atau tidak.

Sedangkan Evaluasi adalah proses penilaian secara berkala apa yang telah dihasilkan, untuk mengetahui apakah kegiatan berhasil mencapai tujuan-tujuan utamanya. Evaluasi terhadap pencapaian sasaran akan menjadi masukan penting untuk meningkatkan kinerja kegiatan ke depan, seperti halnya peninjauan kembali penyebab dari ketidaktercapaian sasaran kegiatan yang telah direncanakan.

Dalam desain dan pelaksanaan kegiatan SOLID, sistem monitoring atau pemantauan dilakukan dengan pendekatan partisipatif, yaitu melibatkan sasaran pemanfaat dalam  mengikuti perkembangan aktiftas mereka sendiri, pengumpulan data secara berkala dan tepat waktu untuk menentukan apakah kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan rencana.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...