Workshop ME dan RIMS

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 14 Nov, 2015

Views: 135

Workshop ME dan RIMS Tahun 2014 diselenggarakan pada tanggal 4 – 7 November 2014 di Hotel Emerald, Ternate – Maluku Utara. Workshop diikuti oleh peserta yang berasal dari Tim Pelaksana SOLID Pusat, Tim Pengendali Kegiatan SOLID, Koordinator dan Asisten ME SOLID Provinsi Maluku dan Maluku Utara, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) YPPM Provinsi Maluku, LSM EL-SIL Kie Raha Provinsi Maluku Utara serta Manajer dan Asisten ME dari 11 Kabupaten pelaksana kegiatan SOLID, seluruhnya 55 orang. Workshop dibuka oleh Sekretaris Badan Ketahanan Pangan. Adapun rumusan workshop, sebagai berikut:

  1. Tim pelaksana SOLID harus melaksanakan pembenahan data dan informasi untuk mengetahui kemajuan kegiatan SOLID, termasuk melihat kinerja KM dan Federasi;
  2. Tim pelaksana SOLID pusat, provindi dan kabupaten agar mempercepat realisasi kegiatan mengingat sisa waktu anggaran tinggal 40 hari kerja efektif, namun dengan tetap memperhatikan rambu-rambu pelaksanaan kegiatan;
  3. Penyederhanaan Sistem Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan agar membantu pelaksana kegiatan SOLID dalam melakukan penialian kemajuan kegiatan SOLID;
  4. Tim pelaksana SOLID Pusat agar segera merancang dan merealisasikan aplikasi software pelaporan keuangan kegiatan SOLID dengan merujuk aplikasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI) Badan Ketahanan Pangan atau aplikasi lain untuk memudahkan pelaporan keuangan. Disamping itu dalam meningkatkan sharing informasi ke semua pihak agar segera merancang website SOLID sebagai media penyampaian informasi timbal balik bagi setiap tingkatan manajemen SOLID;
  5. Target kegiatan SOLID Phase II (2015 – 2018) mencakup 224 desa, 2.240 KM serta 33.600 KK dan 6.750 KK diluar SOLID;
  6. Struktur pelaksana SOLID Pusat, Provinsi, Kabupaten dan Desa agar menyesuaikan dengan Struktur organisasi sesuai dengan rekomendasi MTR, disamping itu untuk menjamin kesinambungan pelaksanaan kegiatan SOLID diusulkan agar pusat memberikan penegasan kepada provinsi dan kabupaten agar tidak melakukan pergantian personil, kecuali promosi;
  7. Pelakasana SOLID agar menyampaikan data terkini Surat Perintah Membayar (SPM) dan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) melalui Aplikasi Sistem Monitoring dan Evaluasi (SIMONEV) Kementerian Pertanian, untuk memudahkan pemantauan kemajuan pelaksanaan kegiatan SOLID;
  8. Pelaksana SOLID agar segera menindaklanjuti hasil Audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembanguna (BPKP) dan rekomendasi yang disampaikan hendaknya menjadi perhatian untuk perbaikan kinerja pelaksanaan SOLID ke depan;
  9. Manajamen Pelaksana kegiatan SOLID agar SOLID agar menjalin kerja sama yang saling melengkapi dengan LSM dalam melakukan pendampingan secara intensif dan berkesinambunagan terhadap KM dan federasi untuk memecahkan permasalahan yang terjadi;
  10. Setiap manajemen pelaksana SOLID provinsi dan kabupaten agar menggalang desain exit strategi yang dikonsolidasikan bersama stakeholders terkait untuk mewujudkan keberlanjutan (suistainability) kegiatan SOLID melalui pendekatan terhadap pemerintah, swasta, kelompok masyarakat dan lembaga lain;

Untuk mempersiapkan sistim dan aplikasi ME tahun 2015, telah disepakati perbaikan kerangka kerja logis (Logframe) dan penyederhanaan aplikasi dan format pelaporan seperti yang telah disepakati dalam workshop ini.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...