Workshop Evaluasi Sistem Pengendalian Intern (SPI) Badan Ketahanan Pangan

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 06 Apr, 2018

Views: 576

Badan Ketahanan Pangan melaksanakan Workshop Sistem Pengendalian Intern (SPI) Badan Ketahanan Pangan pada tanggal 3 - 5 April 2018, di Bogor - Jawa Barat.Berdasarkan arahan dari Inspektur III Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian (Itjen Kementan) dan materi dari narasumber serta pendalaman kegiatan prioritas Badan Ketahanan Pangan (BKP) dapat dilaporkan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Hasil Validasi Penilaian Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) atas penilaian tingkat maturitas atau kematangan SPI Kementerian Pertanian Tahun 2017 memperoleh nilai sebesar 2,95 atau kategori “Berkembang” atau level 2.
  2. Target tahun 2018, tingkat maturitas atau kematangan SPI Kementerian Pertanian dapat memperoleh nilai minimal sebesar 3,0 atau kategori “Terdefinisi” atau level 3.
  3. Penilaian tingkat maturitas SPIP menggunakan 5 (lima) unsur SPIP yaitu: (a) Lingkungan Pengendalian; (b) Penilaian Risiko; (c) Kegiatan Pengendalian; (d) Informasi dan Komunikasi; (e) Pemantauan Intern sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008.
  4. BPKP dijadwalkan akan melakukan penilaian tingkat kematangan SPIP Kementerian Pertanian pada akhir bulan April 2018.
  5. Sebelum BPKP melakukan penilaian, Unit kerja Eselon I lingkup Kementerian Pertanian melakukan penyusunan Rencana Tindak Perbaikan (RTP) kegiatan utama, selanjutnya Itjen Kementan melakukan verifikasi terlebih dahulu dan hasil penilaian tersebut dilakukan perbaikan sesuai dengan rekomendasi.
    1. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan nilai tingkat maturitas atau kematangan SPI Kementerian Pertanian adalah lain:
    2. Diperlukan komitmen pimpinan dan seluruh pegawai dalam pelaksanaan SPIP;
    3. Penyusunan RTP secara mandiri atas kegiatan utama; Eselon II di masing-masing unit kerja agar menyusun minimal 1 (satu) RTP kegiatan utama dan untuk Unit Eselon I menentukan satu kegiatan utama yang telah disusun oleh Unit Eselon II.
    4. Dokumentasi kegiatan SPI tersusun dengan baik.
  6. Telah disusun RTP untuk kegiatan prioritas BKP: (a) Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL); (b) Pengembangan Pangan Pokok Lokal (P3L); (c) Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM); (d) Kawasan Mandiri Pangan (KMP). Disamping itu, disusun pula RTP Kegiatan Pengadaan Barang dan Jasa serta Perjalanan Dinas.
  7. Diharapkan dokumen pendukung yang sesuai dengan komponen maturitas SPIP secepatnya diselesaikan. Dokumentasi kegiatan strategis antara lain:
    1. Pedoman-pedoman/Juklak/Juknis
    2. SOP
    3. SK
    4. Kebijakan-kebijakan yang dituangkan secara tertulis
    5. SPI Kegiatan-kegiatan strategis
    6. Laporan-laporan kegiatan

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...