Workshop Akhir Desa Mandiri Pangan Dan Kawasan Mandiri Pangan

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 03 Dec, 2014

Views: 150

Batam, Workshop Akhir Desa Mandiri Pangan diselenggarakan di Wisma Haji Batam, pada tanggal  26 - 28 November 2014. Workshop dihadiri para pejabat eselon III/IV dari 31 provinsi dan perwakilan kabupaten/kota. Pertemuan workshop dibuka oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Riau dan didampingi Kepala Bidang Kerawanan pangan, Pusat ketersediaan dan Kerawanan Pangan.

Tujuan dari Workshop ini adalah : (1) untuk mengetahui hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan Desa Mandiri Pangan (Reguler dan Kawasan); (2)  mengetahui permasalahan dan tantangan pelaksanaan Desa Mandiri Pangan dan upaya pemecahannya, dan; (3) menentukan strategi keberlanjutan Desa Mandiri Pangan Reguler dan Kawasan.

Workshop ini merupakan forum diskusi bagi pemangku kepentingan untuk bersama-sama berbagi pengetahuan, saling belajar mengenai berbagai hal yang terkait dengan pengembangan kegiatan Desa Mandiri Pangan dan Kawasan Mandiri Pangan kedepan. Materi yang disampaikan dalam Workshop Akhir Desa Mandiri Pangan dan Kawasan Mandiri Pangan terdiri dari materi: (1) Evaluasi Akhir Desa Mandiri Pangan dan Kawasan Mandiri Pangan dan Pelaksanaan Kegiatan Tahun 2015; (2) Evaluasi Demapan Reguler dari Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan, dan Provinsi Sumatera Selatan, (3) Evaluasi kawasan Mandiri Pangan oleh Provinsi Papua Barat, Provinsi Bangka Belitung, Provinsi Kalimantan Barat (4) Rumusan.

Dari hasil workshop, disimpulkan bahwa Pengembangan Desa Mandiri Pangan pada tahun 2015 dilanjutkan dengan pendekatan Kawasan Kedaulatan Pangan. Pelaksanaan kegiatan selama 5 (lima) tahapan yaitu tahap I difokuskan pada pengembangan kapasitas kelompok dan manajemen organiasasi, tahap II difokuskan pada pengembangan usaha produktif dan teknologi pengolahan, tahap III difokuskan pada titik tumbuh ekonomi (pelayanan modal, pengembangan jejaring kemitraan dan pemasaran), tahap IV difokuskan pada layanan kesehatan dan sarana fisik, tahap V pengembangan startegi keberlanjutan.

Desa Mandiri Pangan diluncurkan sejak tahun 2006, sebagai salah satu strategi untuk mempercepat pembangunan di wilayah perdesaan, khususnya dalam rangka mendukung pemantapan ketahanan pangan. Program ini merupakan kegiatan lintas sektor yang dalam pelaksanaannya memerlukan keterlibatan dan sinergitas antar instansi dan stakeholder yang terkait.

Sampai dengan akhir tahun 2012, kegiatan Desa mandiri pangan telah dilaksanakan di  3.280 desa, 410 kabupaten/kota pada 33 provinsi dan pada tahun 2013 dan 2014 untuk Desa Mandiri Pangan sudah tidak ada lagi dana bansos, dan pada tahun 2013 dikembangkan Desa Mandiri Pangan menjadi Kawasan Mandiri Pangan untuk wilayah perbatasan, kepulauan dan Papua-Papua Barat. Kegiatan kawasan Mandiri Pangan berada di 109 kawasan, 60 kabupaten/kota, 13 provinsi, yang terdiri dari: (1) Kawasan Mandiri Pangan Papua-Papua Barat sebanyak 23 kawasan di 12 kabupaten/kota pada 2 provinsi, (2) Kawasan Mandiri Pangan Kepulauan sebanyak 21 kawasan, di 12 kabupaten, pada 5 provinsi, dan (3) Kawasan Mandiri Pangan Perbatasan sebanyak 65 kawasan di 36 kabupaten pada 12 provinsi.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...