Warga Antuasias Belaja di TTI

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 24 May, 2017

Views: 168

Walaupun letaknya tidak terlalu jauh dari Ibu Kota Jakarta, ternyata tidak banyak yang tahu letak Desa Cipaeun yang jaraknya hanya sekitar 25 km dari Toko Tani Indonesia Centre (TTIC) di Kawasan Ragunan Jakarta Selatan. Ketiga Satgas TTI Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian menuju Desa Cipaeun untuk membuka Operasi Pasar Murah dengan menggelar TTI, pikiran yang terbayang desa ini masuk dalam wilayah Subang, Banten, Bandung atau Wilayah Priangan, karena nama desa ini sangat khas daerah Sunda, “Cipaeun”. Setelah ditanyakan kepada aparat desa, ternyata Desa Cipaeun berada di Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jawa Barat. Perjalanan ke Desa Cipaeun hanya ditempuh 30 menit lewat Tol Cimanggis. “Lokasinya ternyata tidak terlalu jauh dari TTIC dan jalan desanya bagus mulus,” kata Iping dari Satgas TTI. Desa ini dipilih untuk operasi pasar TTI karena daerah miskin, masyarakatnya berpenghasilan rendah dan kebanyakan berprofesi sebagai tenaga lepas di Jakarta, buruh, pedagang kecil dan sebagainya. Kehadiran TTI dengan menggelar pasar murah di Desa Cipaeun tidak hanya disambut sangat baik oleh aparat desa, tetapi sangat antusias oleh warga yang sangat membutuhkan pangan murah berkualitas. “Kami sangat senang denga nada pasar murah oleh TTI disini, karena kami dapat beli bahan pagan berkualitas dengan harga murah,” kata Neneng. Dari Operasi Pasar (OP) yang dilakukan TTI di Desa Cipaeun, telah terjual beras 300 kg dengan harga Rp. 8.000/kg; bawang putih 100 kg @ Rp. 35.000,-; bawang merah 52,5 kg @ Rp. 28.000,-; gula pasir 50 kg @ Rp. 12.000,-; cabe keriting 30 kg @ Rp. 24.000,-. Hal yang menarik dilakukan warga Desa Cipaeun adalah cara mensiasati naiknya harga cabe dengan menanam sendiri. “Untuk memenuhi cabe didalam keluarga, warga disini mensiasati dengan menanam cabe dalam pot, sehingga tidak perlu beli lagi,” kata Titin, aparat Desa Cipaeun. Kehadiran TTI di Desa Cipaeun dan juga lokasi lainnya sangat bermanfaat, bahkan banyak yang mendambakan agar TTI hadir setiap saat, seperti disampaikan warga Desa Cipaeun”kapan ada lagi Operasi Pasar TTI ya?”

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...