Upaya Pemerintah Mengenalkan Pangan Lokal

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 21 Oct, 2017

Views: 278

Bersamaan dengan momentum Hari Pangan Sedunia 2017, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian menggelar lomba menggambar di Makodam XII/Tanjungpura Kalimantan Barat. Ini adalah cara Kementerian Pertanian mengenalkan panganan lokal kepada anak-anak.

"Semua perlengkapan lomba kami siapkan, sehingga ada keseragaman. Peserta tinggal fokus mengambar," kata Woro dari BKP, sambil membagikan peralatan menggambar.
Tema lomba adalah manfaatkan lahan pekarangan untuk mendukung diversifikasi pangan lokal dan pemenuhan kebutuhan pangan keluarga.

Hasil karya menggambarkan tentang pemanfaatan sumber pangan lokal sebagai sumber pangan pokok alternatif pengganti beras di lahan pekarangan. Hal itu diharapkan dapat mendorong masyarakat terutama anak-anak agar mengonsumsi pangan lokal yang terdapat di sekitarnya, sesuai kearifan lokal dan budaya setempat. Kegiatan ini sangat strategis untuk mengedukasi generasi muda agar mengenal dunia pertanian, khususnya pangan alternatif substitusi beras sesuai budaya lokal, yang dikreasikan dalam bentuk gambar. Melalui lomba ini, diharapkan masyarakat terutama anak-anak dan remaja sadar akan pentingnya sektor pertanian, sehingga dapat memanfaatkan pangan yang ada untuk mencukupi kebutuhan pangan kekuarga, bahkan mengatasi masalah pangan di Indonesia. Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Tri Agustin Satriani dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya mensosialisasikan kepada anak-anak sekolah tentang aneka ragam pangan bergizi seimbang dan aman (B2SA) dari sumber pekarangan sendiri.

"Anak-anak sekolah sedini mungkin perlu dikenalkan pola konsumsi B2SA dengan meningkatkan konsumsi sayur dan buah untuk meningkatkan kebutuhan gizi agar dapat hidup aktif sehat dan produktif," katanya. Salah satu peserta lomba dari SMP Alfiyah School Kubu Raya Sakura Marhabani mengatakan, lomba ini menambah wawasannya tentang aneka ragam pangan lokal yang ada di sekitarnya melalui pemanfaatan pekarangan dengan menanam aneka tanaman. "Saya jadi tahu apa saja yang bisa ditanami di pekarangan rumah dan bisa dijadikan aneka panganan," ujarnya. Dewan juri menetapkan enam pemenang, yaitu juara harapan 3 Novira Alma Safitri dari SMP 1 Sungai Raya, juara harapan 2 Pawestri Prava Dzalika dari SMP 1 Sungai Raya, juara harapan 1 Alvi Mufida dari SMP Al Fityah, juara 3 Priska Ananda Marcelo dari SMP Santa Monica, juara 2 Sakura Marhabani Rahma dari SMP Al Fityan, dan juara 1 Imam Jumaidi dari SMP 1 Sungai Raya.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...