Upaya Pemerintah Mengenalkan Pangan Lokal

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 21 Oct, 2017

Views: 237

Bersamaan dengan momentum Hari Pangan Sedunia 2017, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian menggelar lomba menggambar di Makodam XII/Tanjungpura Kalimantan Barat. Ini adalah cara Kementerian Pertanian mengenalkan panganan lokal kepada anak-anak.

"Semua perlengkapan lomba kami siapkan, sehingga ada keseragaman. Peserta tinggal fokus mengambar," kata Woro dari BKP, sambil membagikan peralatan menggambar.
Tema lomba adalah manfaatkan lahan pekarangan untuk mendukung diversifikasi pangan lokal dan pemenuhan kebutuhan pangan keluarga.

Hasil karya menggambarkan tentang pemanfaatan sumber pangan lokal sebagai sumber pangan pokok alternatif pengganti beras di lahan pekarangan. Hal itu diharapkan dapat mendorong masyarakat terutama anak-anak agar mengonsumsi pangan lokal yang terdapat di sekitarnya, sesuai kearifan lokal dan budaya setempat. Kegiatan ini sangat strategis untuk mengedukasi generasi muda agar mengenal dunia pertanian, khususnya pangan alternatif substitusi beras sesuai budaya lokal, yang dikreasikan dalam bentuk gambar. Melalui lomba ini, diharapkan masyarakat terutama anak-anak dan remaja sadar akan pentingnya sektor pertanian, sehingga dapat memanfaatkan pangan yang ada untuk mencukupi kebutuhan pangan kekuarga, bahkan mengatasi masalah pangan di Indonesia. Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Tri Agustin Satriani dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya mensosialisasikan kepada anak-anak sekolah tentang aneka ragam pangan bergizi seimbang dan aman (B2SA) dari sumber pekarangan sendiri.

"Anak-anak sekolah sedini mungkin perlu dikenalkan pola konsumsi B2SA dengan meningkatkan konsumsi sayur dan buah untuk meningkatkan kebutuhan gizi agar dapat hidup aktif sehat dan produktif," katanya. Salah satu peserta lomba dari SMP Alfiyah School Kubu Raya Sakura Marhabani mengatakan, lomba ini menambah wawasannya tentang aneka ragam pangan lokal yang ada di sekitarnya melalui pemanfaatan pekarangan dengan menanam aneka tanaman. "Saya jadi tahu apa saja yang bisa ditanami di pekarangan rumah dan bisa dijadikan aneka panganan," ujarnya. Dewan juri menetapkan enam pemenang, yaitu juara harapan 3 Novira Alma Safitri dari SMP 1 Sungai Raya, juara harapan 2 Pawestri Prava Dzalika dari SMP 1 Sungai Raya, juara harapan 1 Alvi Mufida dari SMP Al Fityah, juara 3 Priska Ananda Marcelo dari SMP Santa Monica, juara 2 Sakura Marhabani Rahma dari SMP Al Fityan, dan juara 1 Imam Jumaidi dari SMP 1 Sungai Raya.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...