TTI Kementan Mudahkan Masyarakat Membeli Pangan Murah Berkualitas

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 11 May, 2018

Views: 327

Mengantisipasi meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat, khususnya menjelang puasa dan idulfitri 2018, Toko Tani Indonesia (TTI) Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian membuka Gelar Pangan Murah diberbagai tempat.


"TTI hadir diberbagai tempat untuk memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau dan berkualitas," kata Kepala BKP Agung Hendriadi beberapa hari lalu.


Menurut Agung, TTI bisa menjual dengan harga murah dan berkualitas, karena produknya didatangkan langsung oleh Gabungan Kelompok Tani.


"Kami potong matarantai distribusi pangan yang terlalu panjang, sehingga harganya bisa lebih murah," ujar Agung.

.

Apa yang dikatakan Agung dibuktikan dengan hadirnya TTI diberbagai tempat, belum lagi TTI Mobil dan tentu saja Toko Tani Indonesia Center (TTIC) yang menjual aneka pangan pokok dan strategis.


Misalnya hari ini, Kamis (10/5). Walaupun sebagai hari libur, namun TTI tetap operasional menjual bahan pangan pokok dan strategis, seperti dalam acara *Bazar Murah dan Santunan anak yatim* yang dipusatkan di

Lapangan Sempur Kaler, Bogor Jawa Barat.

.

Acara yang dibuka sejak jam 08.00 oleh Sekretaris Daerah Kota Bogor ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat sekitar.


Nampak TTI yang membuka stand dengan Mobil TTI kewalahan melayani pengunjung yang membludag.

.

"TTI hadir di tengah-tengah pemukiman seperti di kelurahan Sempur ini, untuk menyalurkan pangan murah langsung kepada masyarakat dengan harga terjangkau dan lebih rendah dari pasar. Hal ini juga dilakukan dalam upaya mengantisipasi kenaikan harga krn meningkatnya kebutuhan pangan menjelang bulan suci ramadhan dan menunjukkan kepada masyarakat, bahwa stok pangan tersedia." kata Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan Riwantoro yang hadir dilokasi.


Sedangkan Sekretaris Daerah Kota Bogor, Ade Syari mengatakan, Bazar murah bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat  membeli bahan pangan sesuai kebutuhan dengan harga murah dan berkualitas.

.

Ibu Neneng yang sengaja datang ke lokasi TTI sangat senang dengan adanya bazar ini.

"Kami sangat senang TTI juga ada di bazar ini, sehingga kami bisa membeli bahan pangan lebih murah dibanding kalau beli ditempat lainnya," ujarnya sambil menentang beras, minyak goreng dan telur.


TTI pada bazar pangan ini membawa sedikitnya, beras 500kg, minyak goreng 60 ltr,  gula pasir 100kg, bawang putih 60 kg, daging 250k

Adapun harga yang dijual TTI adalah : (1) Beras Rp. 8.500/kg; (2) Minyak goreng 11.000/ltr; (3) Gula pasir Rp. 12.000/kg; (4) Bawang putih Rp. 15.000/kg; (5) Daging Rp. 75.000/kg; (6) Telur Rp. 24.000/kg


"Hanya dalam tempo 4 jam daging, bawang putih, minyak goreng, telur dan beras sudah habis. Ini menunjukan masyarakat perlu bahan pangan murah berkualitas, dan TTI mencoba untuk merespon keinginan masyarakat tersebut," ujar Inti Pertiwi selaku Manager TTI.

Berita Terkait

  • Kepala BKP Kementan: Dengan bersinergi, Target Sergap 1,5 juta Ton akan Tercapai

    Jakarta – Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Agung Hendriadi memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Serapan Gabah/Beras Petani (Sergap) tahun 2019 di Kantor Perum BULOG, Senin (7/1). Rakor bertujuan untuk mempersiapkan pelaksanaan kegiatan Sergap tahun 2019, khususnya dalam menghadapi puncak musim panen yang diperkirakan pada Maret hingga April 2019.


    "Pada bulan Januari hingga Maret 2019 terdapat potensi produksi beras sebesar 12,5 juta ton, sedangkan kebutuhan konsumsi masyarakat untuk tiga bulan  hanya sebesar 7,5 juta ton, sehingga diperkirakan akan ada surplus beras...

  • Peran Sektor Pertanian Dalam Pengendalian Inflasi

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi dan andil kelompok pengeluaran bahan makanan dalam empat tahun terakhir mengalami penurunan yang cukup signifikan. Pada tahun 2017 merupakan tingkat inflasi terendah sepanjang sejarah yaitu 1,26%.

    Sedangkan andil pengeluaran bahan makanan terhadap inflasi di tahun yang sama terendah sepanjang 2014-2018 yaitu 0,26%.


    "Hal ini tentunya tidak terlepas dari peran sektor pertanian dalam upaya pengendalian inflasi," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi, pada acara Bincang Asyik Pertanian Indonesia

    di Kementerian Pe...

  • Kepala BKP Kementan : Pemerintah Hadir Untuk Stabilkan Harga Telur

    Harga telur ayam ras di DKI selama satu bulan terakhir menunjukkan tren kenaikan. Di beberapa lokasi, harga telur sudah mencapai Rp 27.000 - 28.000 per kg. Hal ini antara lain disebabkan, meningkatnya konsumsi telur karena memasuki natal dan tahun baru untuk membuat kue,  dan makanan.

    Untuk merespon hal tersebut, Badan Ketahanan Pangan (BKP)  Kementerian Pertanian kembali mengadakan Gelar Telur Murah (GTM), sebagai upaya turut menstabilkan harga  telur menghadapi Tahun Baru 2019. Kegiatan ini bekerjasama dengan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, PT. Food Station, PD.Pasar Jaya, PT.Puri Far...