TTI Kementan Jual Pangan Murah Berkualitas diberbagai tempat

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 30 May, 2018

Views: 276


"Yang dijual di TTI harganya lebih murah, tapi kualitasnya enggak murahan. Jadi sekalian saya beli beras, bawang sama daging" ujar Sri Astuti, pengunjung stand TTI di lokasi bazar  Kementerian Agraria dan Tata Ruang.


"Saya sangat terbantu dengan bahan pangan yang di jual TTI," tambah Sri


Dua minggu menjelang Hari Raya Idulfitri 1439 H, Toko Tani Indonesia (TTI)  berpartisipasi aktif dalam bazar murah di sejumlah titik di Jakarta. Selain di Kementerian Pertanian dan Kemenkumham, juga di Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Lapangan Apel Mapuspomad dan Lapangan Walikota Jakarta Selatan,  (30/5).


Menurut Manager TTI, Inti Pertiwi, total lokasi Gelar Pangan Murah Kementerian Pertanian ada di 101 lokasi, terdiri dari 44 lokasi pasar bekerja sama dengan Pemda DKI dan Pasar Jaya, 37 lokasi di Jabodetabek yg berasal dari permintaan instansi pemerintah dan kelompok masyarakat, serta 20  TTI Plus yg ditunjuk sebagai lokasi Gelar Pangan Murah.


Dalam gelar pangan murah,  TTI menyediakan bahan pangan pokok kebutuhan masyarakat  dengan harga murah berkualitas selama ramadhan 1439 H.


Menurut Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi, TTI hadir untuk memudahkan masyarakat memperoleh bahan pangan.


"Kami hadir diberbagai tempat bazar melalui TTI, dengan tujuan agar masyarakat dapat membeli bahan pangan berkualitas yang lebih murah, dibanding dipasar lainnya,  karena produknya masih fresh langsung dari petani," ujar Agung.


Menurut Agung, harga di TTI juga lebih murah, karena   mata rantai distribusi pangan telah di pangkas.


"Harga di TTI jelas lebih murah, karena rantai pasok distribusi pangan yang panjang sudah kami pangkas, yaitu dari gapoktan, ke TTI dan langsung ke konsumen," tambah Agung.


Komoditas yang dijual TTI diantara nya adalah Beras dengan harga Rp 8.500,-/kg, Bawang merah Rp 25.000,-/kg


Bawang putih Rp 15.000 Per kg, Daging sapi Rp 75.000 per kg,  Daging ayam Rp 32.000 per kg.


Di berbagai lokasi bazar stand TTI  selalu dipadati pengunjung dan memdapat antuasisme luar biasa. Di Puspomad misalnya, beras  sebanyak  500 kg dalam terjual habis kurang dari satu jam.


Kepala POM-AD Rudi Yulianto mengapresiasi TTI yang berpartisipasi dalam 6menyediakan bahan pangan murah dan berkualitas.


"Gelar Pangan Murah ini sangat membantu masyarakat. Kami  berharap TTI dapat kembali hadir pada kegiatan berikutnya," tuturnya.


Hal senada juga diungkapkan  Walikota Jakarta Selatan Tri Kurniadi , yang sangat merasakan manfaat kehadiran TTI dalam acara bazar yang di gelar di kantornya.


Di lokasi ini komoditas yang paling diminati pengunjung adalah bawang merah dn bawang putih yang  langsung habis terjual pada saat acara baru di buka.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...