TTI Bantu Petani Pasarkan Hasil Panen

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 19 Jun, 2017

Views: 113

Bekasi (18 Juni 2017), Toko Tani Indonesia (TTI) tidak hanya membantu masyarakat dalam mendapatkan pangan murah berkualitas melalui, tetapi juga membantu petani mendapatkan keuntungan dalam menjual hasil panen yang melimpah yang dikhawatirkan harganya jatuh. Seperti bazar hari ini (18-6) yang digelar di perumahan Pondok Indah Jatisari, Bekasi, Jawa Barat. Kegiatan ini dilakukan menyusul melimpahnya hasil panen di tingkat petani beras, cabai, dan bawang merah, sehingga harganya cenderung turun dan dapat merugikan petani. “Pasokan tahun ini stabil, kita bisa jual harga murah kepada masyarakat, tetapi juga memberikan keuntungan kepada petani.” Kata Inti, Manajer TTI Center di Pasar Minggu. Inti menjelaskan, harga cabe dan bawang cenderung mengalami penurunan, sehingga dikhawatirkan petani mengalami kerugian. Misalnya harga cabe ditingkat petani anjlok sampai harga Rp. 12.000/kg namun, TTI berani membeli dengan harga Rp. 17.000 dan menjual kepada masyarakat Rp. 18.000 padahal dipasaran masih Rp. 20.000,- Bazar Murah TTI di bekasi menjual aneka bahan pangan pokok strategis yaitu beras seharga Rp. 40.000/5 kg, bawang merah 25.000/kg, daging sapi beku 75.000/kg dan telur ayam ras dengan harga 19.000/kg, beserta sayuran lainnya. Menurut Rachmi dari Badan Ketahanan Pangan kegiatan bazar oleh TTI merupakan salah satu stretegi untuk menghadirkan produk-produk pertanian kepada konsumen dengan harga terjangkau, karena diputusnya matarantai distribusi yang panjang, menjadi pendek. "Melalui TTI, mata rantai distribusi pangan yang bisa mencapai 8-9 titik distribusi, dipotong menjadi 3-4 titik distribusi, sehingga harga yang kami jual bisa lebih murah" jelas Rachmi. Bazar Murah TTI akan diadakan hingga tanggal 22 Juni 2017 di beberapa lokasi. Tahun 2018 TTI akan hadir di seluruh provinsi, yaitu lebih dari 1.000 toko. Menurut ibu Arya, Bazar Murah TTI sangat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat menjelang Lebaran 2017. Kini pemerintah juga telah memiliki Dinas Pangan yang membina TTI di daerah, sehingga dapat bergerak lincah di lapangan dalam mengatasi gejolak pasokan dan harga pangan. Disinilah peran negara untuk berdaulat atas pangan, mulai terlihat mulai dari tingkat pusat hingga daerah.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...