TTI Bantu Petani Pasarkan Hasil Panen

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 19 Jun, 2017

Views: 136

Bekasi (18 Juni 2017), Toko Tani Indonesia (TTI) tidak hanya membantu masyarakat dalam mendapatkan pangan murah berkualitas melalui, tetapi juga membantu petani mendapatkan keuntungan dalam menjual hasil panen yang melimpah yang dikhawatirkan harganya jatuh. Seperti bazar hari ini (18-6) yang digelar di perumahan Pondok Indah Jatisari, Bekasi, Jawa Barat. Kegiatan ini dilakukan menyusul melimpahnya hasil panen di tingkat petani beras, cabai, dan bawang merah, sehingga harganya cenderung turun dan dapat merugikan petani. “Pasokan tahun ini stabil, kita bisa jual harga murah kepada masyarakat, tetapi juga memberikan keuntungan kepada petani.” Kata Inti, Manajer TTI Center di Pasar Minggu. Inti menjelaskan, harga cabe dan bawang cenderung mengalami penurunan, sehingga dikhawatirkan petani mengalami kerugian. Misalnya harga cabe ditingkat petani anjlok sampai harga Rp. 12.000/kg namun, TTI berani membeli dengan harga Rp. 17.000 dan menjual kepada masyarakat Rp. 18.000 padahal dipasaran masih Rp. 20.000,- Bazar Murah TTI di bekasi menjual aneka bahan pangan pokok strategis yaitu beras seharga Rp. 40.000/5 kg, bawang merah 25.000/kg, daging sapi beku 75.000/kg dan telur ayam ras dengan harga 19.000/kg, beserta sayuran lainnya. Menurut Rachmi dari Badan Ketahanan Pangan kegiatan bazar oleh TTI merupakan salah satu stretegi untuk menghadirkan produk-produk pertanian kepada konsumen dengan harga terjangkau, karena diputusnya matarantai distribusi yang panjang, menjadi pendek. "Melalui TTI, mata rantai distribusi pangan yang bisa mencapai 8-9 titik distribusi, dipotong menjadi 3-4 titik distribusi, sehingga harga yang kami jual bisa lebih murah" jelas Rachmi. Bazar Murah TTI akan diadakan hingga tanggal 22 Juni 2017 di beberapa lokasi. Tahun 2018 TTI akan hadir di seluruh provinsi, yaitu lebih dari 1.000 toko. Menurut ibu Arya, Bazar Murah TTI sangat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat menjelang Lebaran 2017. Kini pemerintah juga telah memiliki Dinas Pangan yang membina TTI di daerah, sehingga dapat bergerak lincah di lapangan dalam mengatasi gejolak pasokan dan harga pangan. Disinilah peran negara untuk berdaulat atas pangan, mulai terlihat mulai dari tingkat pusat hingga daerah.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...