Toko Tani Indonesia Selalu Dinanti Warga 

Diterbitkan pada Kegiatan Pada 25 Nov, 2017

Views: 183

Bogor, Agar warga bisa merasakan kehadiran Toko Tani Indonesia (TTI) yang dikembangkan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, sekaligus memberi kesempatan berbelanja bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau, TTI berusaha hadir diberbagai even. Salah satunya dalam acara Agro Inovasi Fair yang digelar di Botani Square Bogor pada 22- 25 November 2017.

"Kami mencoba selalu hadir di berbagai even untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat, juga memberi kesempatan kepada warga untuk berbelanja bahan pangan dengan harga terjangkau dan berkualitas," kata Inti Pertiwi, Manager TTIC, Sabtu (25/11/2017).

Menurut Inti, di manapun TTI membuka gelar pasar murah, animo masyarakat untuk berbelanja selalu tinggi. "Dari pengalaman kami membuka bazar, masyarakat selalu ramai berbelanja di TTI, bahkan kami sampai kewalahan melayaninya," kata Inti.

Inti menjelaskan, selama buka Stand di Pameran Agroinovasi Bogor, telah terjual aneka bahan kebutuhan pokok seperti beras sebanyak 2 ton, 500 kg daging ayam bawang putih 500 kg bawang merah 600 kg telur 200 kg buah2an dan sayuran.  Komoditas yang dijual TTI harganya lebih murah dipasaran. Beras medium dijual dengan harga Rp.8000,-/kg dalam kemasan 2 dan 5 kg, daging sapi Rp 75.000./ kg, telur 12.000/10 butir, bawang merah Rp. 20.000/kg, bawang putih Rp. 16.000/kg, cabai merah Rp. 26.000/kg, semua jenis sayuran Rp. 5.000/pax, buah2an harga bervariasi.

"Karena harga yang kami tawarkan relatif lebih murah dibanding dipasar-pasar, dan kualitasnya bagus, tidak sedikit masyarakat yang tadinya hanya melihat-lihat pameran, akhirnya berbelanja", kata Inti yang mengaku setiap harinya didatangi pengunjung mencapai 1.000 orang.

"Saya senang belanja disini. Selain pelayanannya ramah dan cepat, harganya ternyata jauh lebih murah dibanding dipasar, apalagi yang dijual di mall," ujar ibu Netty, warga bogor, sambil menenteng beras TTI dalam kemasan 5 kg.

Menurut Riwantoro, Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan BKP, pihaknya akan terus megembangkan TTI diberbagai wilayah." kami akan terus tumbuhkan TTI ditempat-tempat strategis, agar warga tidak kesulitan memperoleh harga pangan berkualitas dengan harga terkangkau," kata Iwan yang ditemui di stand TTI.

Rikwantoro menjelaskan bahwa, beras TTI bisa dijual lebih murah karena telah dipotongnya matarantai distribusi pangan yang panjang. "Harga pangan mahal, karena rantai distribusinya panjang, bisa mencapai 7-8 titik. Setelah kami potong rantai distribusinya hanya menjadi 3 titik, yaitu dari gabungan kelompok tani, ke TTI dan TTI menjual langsung ke warga. Dengan demikian, jelas harganya bisa ditekan dan bisa kami jual lebih murah," Menurut Riwantoro.

Berita Terkait

  • Semangat Lebaran, Sergap Idul Fitri Terus Digiatkan

    Kegiatan Serap Gabah/Beras Petani (Sergap) yang dilakukan Tim Sergap Kementerian Pertanian, TNI-AD, dan Perum Bulog terus diintensifkan sejak H+2 Lebaran. Untuk mencapai target yang telah ditetapkan, Sergap Idul Fitri dilaksanakan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk mendorong realisasi kerja sama kemitraan antara Perum Bulog dengan Gapoktan dan perusahaan penggilingan padi.


    Dalam kesempatan ini Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi mengatakan "Keberadaan Tim Sergap sangat penting dalam mendukung kedaulatan pangan, utamanya dalam pemenuh...

  • Libur Lebaran: BKP Kementan realisasikan kontrak sergap Sub Divre Surakarta di 6 Kabupaten


    Untuk mengisi Cadangan Beras Pemerintah (CBP), Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan), Bulog dan satgas sergap terus mempercepat pencapaian target penyerapan gabah (Sergap) di Propinsi Jawa Tengah.


    Seperti hari ini, Selasa (19/6) telah dilakukan penandatangan Order Pembelian (OP) antara Bulog dengan para mitra, termasuk Perpadi di Subdivre Surakarta yang  disaksikan langsung oleh Kepala BKP, Agung Hendriadi.


    "Jajaran Kementerian Pertanian dan Satgas Sergap terus bekerja saat libur lebaran ini, dan hari ini Kita menyaksikan penandatangan OP, kontrak menc...

  • Dari Pantauan BKP Kementan, Pasca Lebaran Stok dan Harga Pangan Stabil


    Dari hasil pantauan Tim P2H (Pemantau Pasokan dan Harga Pangan) Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian di sejumlah pasar di beberapa provinsi 3 hari pasca lebaran idulfitri, stok dan harga pangan stabil bahkan cenderung turun.


    Hal ini bisa dilihat dari hasil pantauan kepasar-pasar yang dilakukan pada tanggal 17 Juni 2018 sebagaimana dilaporkan berikut ini.


    Di Pasar Tamanan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur pasokan pangan aman dan harga stabil, bahkan menurut para pedagang cenderung turun dibanding sebelum Idul Fitri, terutama telur ayam ras turun dari Rp. 20.500,-...