Toko Tani Indonesia Selalu Dinanti Warga 

Diterbitkan pada Kegiatan Pada 25 Nov, 2017

Views: 482

Bogor, Agar warga bisa merasakan kehadiran Toko Tani Indonesia (TTI) yang dikembangkan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, sekaligus memberi kesempatan berbelanja bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau, TTI berusaha hadir diberbagai even. Salah satunya dalam acara Agro Inovasi Fair yang digelar di Botani Square Bogor pada 22- 25 November 2017.

"Kami mencoba selalu hadir di berbagai even untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat, juga memberi kesempatan kepada warga untuk berbelanja bahan pangan dengan harga terjangkau dan berkualitas," kata Inti Pertiwi, Manager TTIC, Sabtu (25/11/2017).

Menurut Inti, di manapun TTI membuka gelar pasar murah, animo masyarakat untuk berbelanja selalu tinggi. "Dari pengalaman kami membuka bazar, masyarakat selalu ramai berbelanja di TTI, bahkan kami sampai kewalahan melayaninya," kata Inti.

Inti menjelaskan, selama buka Stand di Pameran Agroinovasi Bogor, telah terjual aneka bahan kebutuhan pokok seperti beras sebanyak 2 ton, 500 kg daging ayam bawang putih 500 kg bawang merah 600 kg telur 200 kg buah2an dan sayuran.  Komoditas yang dijual TTI harganya lebih murah dipasaran. Beras medium dijual dengan harga Rp.8000,-/kg dalam kemasan 2 dan 5 kg, daging sapi Rp 75.000./ kg, telur 12.000/10 butir, bawang merah Rp. 20.000/kg, bawang putih Rp. 16.000/kg, cabai merah Rp. 26.000/kg, semua jenis sayuran Rp. 5.000/pax, buah2an harga bervariasi.

"Karena harga yang kami tawarkan relatif lebih murah dibanding dipasar-pasar, dan kualitasnya bagus, tidak sedikit masyarakat yang tadinya hanya melihat-lihat pameran, akhirnya berbelanja", kata Inti yang mengaku setiap harinya didatangi pengunjung mencapai 1.000 orang.

"Saya senang belanja disini. Selain pelayanannya ramah dan cepat, harganya ternyata jauh lebih murah dibanding dipasar, apalagi yang dijual di mall," ujar ibu Netty, warga bogor, sambil menenteng beras TTI dalam kemasan 5 kg.

Menurut Riwantoro, Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan BKP, pihaknya akan terus megembangkan TTI diberbagai wilayah." kami akan terus tumbuhkan TTI ditempat-tempat strategis, agar warga tidak kesulitan memperoleh harga pangan berkualitas dengan harga terkangkau," kata Iwan yang ditemui di stand TTI.

Rikwantoro menjelaskan bahwa, beras TTI bisa dijual lebih murah karena telah dipotongnya matarantai distribusi pangan yang panjang. "Harga pangan mahal, karena rantai distribusinya panjang, bisa mencapai 7-8 titik. Setelah kami potong rantai distribusinya hanya menjadi 3 titik, yaitu dari gabungan kelompok tani, ke TTI dan TTI menjual langsung ke warga. Dengan demikian, jelas harganya bisa ditekan dan bisa kami jual lebih murah," Menurut Riwantoro.

Berita Terkait

  • Serah Terima Jabatan Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan

    Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi pimpin serah terima jabatan Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan yang batu Andriko Noto Susanto pada Senin pagi ini (18/02).

    Menurut Agung, serah terima jabatan ini merupakan tindak lanjut dari pelantikan yang telah dilaksanakan sebelumnya. 

    "Saya harap pejabat yang baru dapat memahami tugas tugas yang harus segera ditindaklanjuti dan yang menjadi prioritas ditempat baru" tegas nya.

    Dalam kesempatan ini dia berpesan kepada pejabat baru untuk fokus mengidentifikasi dan mengintervensi lokasi rentan rawan pangan.

  • Kementan Sangat Peduli Terhadap Keamanan dan Mutu Pangan Segar Asal Tumbuhan

    Dalam rangka penguatan dan pemantapan sistem keamanan dan mutu Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT), pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 53 tahun 2018 tentang Keamanan dan Mutu PSAT.

    Secara umum Permentan  ini mengatur mengenai:(1) pengawasan keamanan dan mutu pangan segar asal tumbuhan melalui pendataan, pendaftaran, dan sertifikasi; (2) pembagian kewenangan yang jelas antara pusat, pemerintah propinsi; dan pemerintah kabupaten/kota; (3) merespon pelayanan pendaftaran secara online; (4) mengakomodasi prinsip pengawasan keamanan p...

  • BKP Kementan Kembangkan Industri Pangan Berbasis Tepung Lokal

    Untuk dapat menyediakan tepung berbasis pangan lokal yang dibutuhkan industri pangan,  Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian terus memantapkan persiapan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL), dengan mengundang sejumlah pakar dari berbagai perguruan tinggi.

    Menurut Kepala BKP Agung Hendriadi, kegiatan PIPL  diarahkan untuk memproduksi tepung berbasis pangan lokal guna menyediakan bahan baku alternatif bagi industri olahan pangan.

    "Kami akan memproduksi tepung berbasis pangan lokal dengan kualitas yg baik untuk mendukung industri pangan dalam negeri," jelas Agung dalam pertemuan...