Tim Sergap Lampung Kejar Target Serapan 81.358

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 08 Feb, 2019

Views: 561

Upaya peningkatan serapan gabah/beras petani (Sergap) terus dilakukan. Provinsi Lampung sebagai salah satu dari 12 provinsi sentra produksi beras  memiliki target yang cukup besar untuk dicapai, yakni 81.358 ton hingga Maret 2019. Dalam rapat koordinasi di kantor divre Bulog Lampung, Kamis (7/2) pagi, telah dibahas berbagai kendala dan strategi pencapaian target.

Upaya mengejar pencapaian target sangat penting, mengingat serapan baru mencapai 157 ton atau sekitar 15,38% dari target di Januari.

Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Tri Agustin, menjelaskan, salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah berkoordinasi dengan para gapoktan penerima bantuan mesin peralatan dari Kementerian Pertanian.

"Kami terus lakukan pendekatan kepada para petani atau gapoktan yang telah menerima bantuan. Kami sudah mempunyai data para penerima bantuan vertical dryer padi hingga tahun 2018. Mereka ini lah yang kita dorong agar dapat menjual berasnya ke bulog," Tri Agustin.

Strategi lainnya menurut Tri Agustin adalah melakukan peningkatan pelayanan dengan metode jemput bola

"Kita akan terjun langsung ke titik-titik yg menjadi target serapan, dan kami harapkan gudang bulog tetap buka dan melakukan pembelian meskipun hari libur" jelas Tri Agustin.

Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan), Justan Siahaan, sebagai penanggungjawab Upsus provinsi Lampung yang juga hadir dalam rakor menambahkan,  data upsus yang ada menjadi dasar agar upaya menyerap beras petani lebih terarah.

Target besar dari sergap menurut Justan adalah, selain untuk memenuhi cadangan beras nasional, juga untuk ekspor.

"Kita tidak perlu khawatir nanti berasnya mau disalurkan kemana, karena setelah target tercapai, akan kita lakukan ekspor," Ujar Justan.

Kepala Divre Bulog Lampung, Attar Rizal, menyampaikan bahwa dari target serapan sekitar 102 ribu ton hingga akhir tahun, 40% nya akan dipenuhi dari beras premium dan 60% dari beras medium.

"Untuk saat ini kita akan penuhi dulu dari yang premium mengingat harga masih tinggi," tambah Rizal.

Ketua Perpadi Lampung Midi Iswanto mengharapkan agar  penggilingan yang ada dapat mengoptimalkan serapan gabah petani.

Tim sergap TNI dari Mabes AD Kol. Inf. Nasrullah Nasution meminta jajarannya lebih optimal lagi turun ke lapangan bersama-sama mengawal,  agar target sergap bisa tercapai.

Selain dari Kementan, Bulog, TNI dan Perpadi, juga hadir kepala Dinas Ketahanan Pangan provinsi Lampung, perwakilan dinas pertanian dan kepala BPTP Lampung.

Berita Terkait

  • TTI Kementan Gelar Operasi Pasar Bawang Merah dan Bawang Putih Pada 46 Titik di Jakarta

    Jakarta (12/04) - Dalam rangka stabilisasi harga bahan pangan pokok, khususnya meredam harga bawang merah dan bawang putih yang cenderung meningkat sejak awal Maret lalu, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian menggelar operasi pasar selama 5 hari (12 – 16 April 2019)  di beberapa titik wilayah Jakarta.

    "Operasi pasar ini perlu kami lakukan, karena melihat ada kecenderungan harga bawang merah dan bawang putih yang meningkat. Melalui operasi pasar,  diharapkan harga bisa stabil dan kembali normal," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian  (Kementan) Agung Hendriadi saat m...

  • Kepala BKP Kementan Genjot Serapan Gabah Petani Wilayah Jawa Timur

    "Kita semua mempunyai misi besar untuk mewujudkan ketahanan pangan.  Pertama dari aspek ketersediaan, kedua aspek keterjangkauan, dan ketiga adalah stabilisasi harga dan pasokan," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Hendriadi saat rapat koordinasi Serap Gabah Petani (Sergap) di Kantor Subdivre Jember, Bondowoso. Selasa (9/4/2019).

    Untuk mendorong percepatan sergap, Agung yang didampingi Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Andriko Noto Susanto, berkeliling ke wilayah Jember sampai Bondowoso untuk memantau sergap dan harga yang terjadi di lapanga...

  • Menteri Pertanian Minta Bulog Cegah Anjloknya Harga Gabah

    Saat ini beberapa daerah sentra produksi beras sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil kerja kerasnya. Oleh karena itu tugas dari Pemerintah dalam hal ini Bulog agar secepatnya melakukan penyerapan agar harga tidak anjlok. Menyikapi hal tersebut, Menteri Pertanian meminta Bulog secepatnya menyerap gabah petani.

    "Harga gabah tidak boleh dibawah Rp.4.070. Itu perintah Presiden," ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat panen raya padi seluas 150 hektar di desa Tambi, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu Jawa  Barat, Kamis (4/4/2019).

    Indramayu merupakan salah sat...