Strategi Perberasan Untuk Asia Pasifik

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 31 Jan, 2014

Views: 136

Beras merupakan komoditas pangan strategis bagi negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Lebih dari 80 persen beras diproduksi dan dikonsumsi di kawasan ini sebagai bahan pangan pokok. Setelah terjadi lonjakan harga beras yang sangat tinggi di tahun 2008 yang menandai krisis pangan global dan adanya perubahan iklim global, isu beras sebagai penopang ketahanan pangan berkelanjutan di kawasan ini kembali mengemuka. Organisasi pangan dan pertanian dunia (FAO) atas permintaan para anggotanya melakukan kajian tentang Rice Strategy for Asia and the Pacific atau Strategi Perberasan untuk Asia Pasifik.

Pada 28 Januari lalu, hasil kajian tersebut dibahas oleh para pejabat tinggi dari negara anggota FAO di kawasan Asia Pasifik yang diadakan di Pattaya, Thailand. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan, didampingi diantaranya oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan Achmad Suryana dan Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan BKP Tjuk Eko Haribasuki.

Konsep Strategi Kebijakan Perberasan tersebut tidak berisi hal-hal yang sangat spesifik, karena strategi operasionalnya tergantung dan diserahkan pada masing-masing negara. Konsep ini berisi alternatif berbagai kebijakan yang dapat atau telah dilakukan oleh berbagai negara dengan menganalisis kemungkinan dampak positif dan negatifnya (trade-offs) ditinjau dari sisi ekonomi. Dengan latar belakang ekonomi, sosial dan politik yang beragam, masing-masing negara di kawasan Asia dan Pasifik dapat mengadopsi pilihan kebijakan yang cocok untuk negaranya.

Dalam kesempatan ini Indonesia memberikan berbagai masukan untuk mempertajam visi, misi, dan alternatif kebijakan yang disajikan dalam kajian tersebut. Salah satu masukan yang disambut oleh utusan negara-negara lainnnya adalah perlunya menempatkan petani padi sebagai pusat dari upaya peningkatan produksi dan ketahanan pangan. Karena itu, berbagai kebijakan, baik dari aspek produksi, pengolahan, maupun perdagangan beras perlu mempertimbangkan kepentingan petani, agar mereka dapat lebih besar menikmati hasil usahanya, atau lebih sejahtera. Misi pengembangan perberasan sebaiknya difokuskan pada penguatan kemandirian petani padi, mengingat sebagian besar petani padi adalah petani kecil.

Pada hari kedua, Wakil Menteri Pertanian didampingi Kepala Badan Ketahanan Pangan dan anggota delegasi lainnya melakukan kunjungan ke lembaga penetitian singkong nadional di Rayong, yang bekerja di bawah Kementerian Pertanian Thailand, yaitu Rayong Field Crops Research Center. Lembaga penelitian ini telah menghasilkan sembilan varitas singkong unggul dengan kandungan HCN yang cukup tinggi. Varietas ini ditujukan untuk mendukung keperluan industri, baik pati maupun ethanol. Lembaga penelitian ini telah berhasil mengatasi hama utama singkong di negaranya, dengan mengembangkan musuh alami.

Dalam kunjungan ke petani singkong diperoleh informasi bahwa dengan memanfaatkan varietas unggul dan teknologi usaha tani dari lembaga penelitian ini, keuntungan bersih petani singkong dapat mencapai lebih dari dua kali lipat. Rata-rata produksi singkong di tingkat petani per hektare sekitar 20 ton. (asr)

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...