Stok dan Harga Pangan Aman Terkendali di Kalimantan Barat

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 18 Dec, 2017

Views: 209

Kepala Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat, Abdul Manaf, menjamin stok dan pasokan pangan strategis di wilayahnya aman dan harga terkendali. Hal ini di sampaikan saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) pengamanan stabilisasi harga dan pasokan pangan jelang HBKN di Pontianak (18/12). "Dengan kondisi amannya stok dan pasokan pangan di Kalbar, kita tetap harus waspada terhadap potensi timbulnya masalah. Ada beberapa komoditas yang perlu penanganan khusus seperti telur, daging ayam dan daging sapi namun kami sudah mendapat jaminan pasokan dari asosiasi" ujar nya. Ia juga menegaskan, agar seluruh komponen masyarakat baik itu produsen maupun pedagang wajib mewujudkan kecukupan pangan bagi masyarakat. "Jangan ada pihak yang memanfaatkan momen ini untuk meraup keuntungan banyak dengan menaikkan harga." lanjutnya. Sebagai daerah perbatasan, Provinsi Kalimantan Barat merupakan prioritas untuk penanganan keamanan pangan. "Kalbar sebagai pintu masuk membutuhkan laboratorium keamanan pangan, hal ini harus menjadi prioritas pemerintah pusat" tambahnya. Dalam Rakor ini, Perwakilan BKP Kementerian Pertanian Kepala Bidang Konsumsi Pangan Yuliva menyatakan setelah memperhitungkan kondisi ketersediaan pangan nasional, Kementerian Pertanian menjamin bahwa stok pangan menjelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 secara umum aman, bahkan terhitung surplus. "Pemerintah akan terus memantau harga pangan strategis baik ditingkat pedagang maupun produsen, agar menumbuhkan rasa aman bagi masyarakat", ujarnya. Sedangkan wakil Dinas Perindag Provinsi Kalimantan Barat, yang diwakili oleh Kepala Bidang Perdagangan Dalam dan Perlindungan konsumen, menghimbau agar pelaku usaha tidak memanfaatkan momen HBKN untuk melakukan spekulasi dengan menjual harga diatas kewajaran. "Jika diperlukan, Disperindag juga akan melakukan operasi pasar bekerjasama dengan Bulog" tegasnya Data dari Dinas Perindag Provinsi Kalimantan Barat menyebutkan bahwa kisaran harga komoditas pangan tingkat pedagang pengecer di Kota Pontianak beras Rp. 11.500-Rp. 13.500, gula pasir lokal Rp. 12.384/kg, minyak goreng Rp. 12.000/liter, bawang merah Rp 24.462/kg, bawang putih Rp 19.137/kg, daging ayam Rp. 25.137/kg, daging sapi Rp. 125.356/kg, telur ayam ras Rp 22.232/kg, dan cabe merah keriting Rp 45.041/kg. Sementara itu Kepala Divre Bulog Kalbar, Sabarudin menegaskan bahwa stok beras di Bulog sampai dengan saat ini 11 ribu ton. Stok ini diperhitungkan cukup untuk 3,5 bulan ke depan. "Stok ini masih akan terus bertambah seiring dengan panen di sejumlah wilayah", demikian tegasnya. Hasil pemantauan di Pasar Flamboyan harga bahan pangan relatif stabil. Telur ayam sekitar Rp. 21.000/kg, daging ayam Rp. 26.000/kg, bawang merah Rp. 24.000/kg, gula pasir Rp. 12.000/kg, cabe keriting Rp. 40.000/kg. Ketua Satgas Pangan, AKBP Mahyudi Nazriansyah, pada saat pembukaan bazar murah menegaskan akan mendukung ketahanan pangan dan berkomitmen berkomitmen untuk memantau harga bahan pokok dan memastikan harga stabil "Saya berharap masyarakat memberikan informasi jika ada pedagang yang berbuat nakal melakukan penimbunan, kami akan menindak secara tegas" harap Mahyudi.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...