Stabilkan Pasokan dan Harga Kedelai, Ini langkah Strategis Kementan

Kementerian Pertanian (Kementan) melaunching gerakan stabilisasi pasokan dan harga kedelai sebagai upaya mendekatkan distribusi kedelai untuk menopang pengrajin tahu tempe yang dalam satu bulan terakhir mengalami permasalahan kenaikan harga.

"Tentunya akan dilakukan secara bertahap, ini merupakan langkah jangka pendek dan upaya cepat untuk menstabilkan pasokan dan harga kedelai agar lebih murah dan terjangkau sehingga pengrajin tahu dan tempe dapat terus berproduksi," ungkap Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat launching di Komplek PIK KOPTI, Semanan, Jakarta Barat (07/01/2021).

Mentan menyebut gerakan ini dilakukan untuk segera memenuhi kebutuhan pasokan kedelai dan akan dilaksanakan dalam 100 hari ke depan.

"Peningkatan produksi dan  ketersediaan kedelai dalam negeri tentunya akan kita dorong dengan perluasan dan intensifikasi kerja tanaman kedelai, ini merupakan tahap selanjutnya dalam 200 hari ke depan," ungkapnya.

Setelah 200 hari agar para importir dan pengrajin tahu tempe dapat menampung produksi kedelai lokal sehingga ketersediaan dan harga kedelai dapat tetap stabil, tambahnya.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi yang pada kesempatan ini turut hadir mengungkapkan bahwa mekanisme penyaluran dalam gerakan stabilisasi pasokan dan harga dilakukan langsung dari importir ke Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo).

"Dalam 100 hari pertama gerakan ini akan dilaksanakan di Pulau Jawa, tentunya akan kita evaluasi setiap bulan" katanya.

Agung menyebut 50 persen kebutuhan pengrajin tahu dan tempe di Pulau Jawa selama 3 bulan kedepan akan dipasok oleh perusahaan importir. Untuk itu, Kepala BKP telah menerbitkan Surat Edaran kepada perusahaan importir kedelai untuk memenuhi pasokan yang dibutuhkan tersebut.

"Untuk harga yang diterima pengrajin tempe tahu sebesar Rp.8500 per kg" tegasnya.

Sementara itu, Ketua Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo), Aip Syarifudin mengungkapkan pihaknya beberapa waktu terakhir merasakan lonjakan harga kedelai ini,

"Dengan dukungan Pak Menteri, perusahaan importir menjual ke kami Rp. 8.500, dan kami Gakoptindo tidak akan menaikkan satu sen pun," ujarnya.  

Aip juga berharap dalam tiga bulan ke depan kebutuhan kedelai dapat dipasok dari produksi lokal.

Hadir dalam launching gerakan stabilisasi pasokan dan harga pangan ini Pangdam Jaya, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, perwakilan Satgas Pangan, Akindo (Asosiasi Importir Kedelai Indonesia) dan Gabungan Koperasi Pengrajin Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo).