Sosialisasi UU Pangan di Aceh

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 24 Apr, 2014

Views: 197

Pasca diterbitkannya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan, Dewan Ketahanan Pangan melalui Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian melakukan sosialisasi di beberapa daerah, salah satunya Provinsi Aceh. Sosialisasi UU Pangan tersebut diselenggarakan pada hari Kamis, 17 April 2014 di Hotel Hermes Banda Aceh dengan mengundang SKPD lingkup ketahanan pangan, lembaga swadaya masyarakat setempat, serta perwakilan kelompok tani di Provinsi Aceh.

Hadir sebagai narasumber dalam Sosialisasi tersebut Kepala Badan Ketahanan Pangan selaku Sekretaris Dewan Ketahanan Pangan, Prof. Achmad Suryana; Ketua Kelompok Kerja Ahli Dewan Ketahanan Pangan Prof. Bustanul Arifin; Anggota Kelompok Kerja Khusus Dewan Ketahanan Pangan Gunawan; Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Dr. Mei Rochjat; dan Anggota Komisi IV DPR-RI H.M. Ali Yacob. Hadir pula sebagai moderator Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi Aceh serta Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan BKP.

Dalam kesempatan baik tersebut Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian turun meninjau lokasi penerima Bantuan Sosial (Bansos) ketahanan pangan di Kabupaten Aceh Besar dan di Kota Sabang. Kunjungan di Kabupaten Aceh Besar dilakukan untuk meninjau perkembangan kegiatan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) Berbasis Sumber Daya Lokal serta kegiatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM). Sedangkan kunjungan ke Kota Sabang dilaksanakan untuk meninjau perkembangan kegiatan Desa Mandiri Pangan (Demapan).

Demikian rangkaian kegiatan Sosialisasi UU Pangan telah dilaksanakan di Provinsi Aceh. Melalui rangkaian kegiatan ini Dewan Ketahanan Pangan melalui Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian berharap dapat menyebarluaskan dan meningkatkan pemahaman khalayak mengenai UU Pangan khususnya mengenai implementasinya dalam pembangunan ketahanan pangan yang mandiri dan berdaulat. Disamping itu besar harapan kami agar masyarakat dapat mendukung program-program Badan Ketahanan Pangan seperti P2KP, LDPM, dan Demapan sebagai bentuk partisipasi aktif dalam berbangsa dan bernegara. Selanjutnya, pada tahun 2014 ini UU Pangan tersebut akan disosialisasikan di dua provinsi lainnya.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...