Sosialisasi UU Pangan di Aceh

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 24 Apr, 2014

Views: 243

Pasca diterbitkannya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan, Dewan Ketahanan Pangan melalui Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian melakukan sosialisasi di beberapa daerah, salah satunya Provinsi Aceh. Sosialisasi UU Pangan tersebut diselenggarakan pada hari Kamis, 17 April 2014 di Hotel Hermes Banda Aceh dengan mengundang SKPD lingkup ketahanan pangan, lembaga swadaya masyarakat setempat, serta perwakilan kelompok tani di Provinsi Aceh.

Hadir sebagai narasumber dalam Sosialisasi tersebut Kepala Badan Ketahanan Pangan selaku Sekretaris Dewan Ketahanan Pangan, Prof. Achmad Suryana; Ketua Kelompok Kerja Ahli Dewan Ketahanan Pangan Prof. Bustanul Arifin; Anggota Kelompok Kerja Khusus Dewan Ketahanan Pangan Gunawan; Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Dr. Mei Rochjat; dan Anggota Komisi IV DPR-RI H.M. Ali Yacob. Hadir pula sebagai moderator Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi Aceh serta Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan BKP.

Dalam kesempatan baik tersebut Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian turun meninjau lokasi penerima Bantuan Sosial (Bansos) ketahanan pangan di Kabupaten Aceh Besar dan di Kota Sabang. Kunjungan di Kabupaten Aceh Besar dilakukan untuk meninjau perkembangan kegiatan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) Berbasis Sumber Daya Lokal serta kegiatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM). Sedangkan kunjungan ke Kota Sabang dilaksanakan untuk meninjau perkembangan kegiatan Desa Mandiri Pangan (Demapan).

Demikian rangkaian kegiatan Sosialisasi UU Pangan telah dilaksanakan di Provinsi Aceh. Melalui rangkaian kegiatan ini Dewan Ketahanan Pangan melalui Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian berharap dapat menyebarluaskan dan meningkatkan pemahaman khalayak mengenai UU Pangan khususnya mengenai implementasinya dalam pembangunan ketahanan pangan yang mandiri dan berdaulat. Disamping itu besar harapan kami agar masyarakat dapat mendukung program-program Badan Ketahanan Pangan seperti P2KP, LDPM, dan Demapan sebagai bentuk partisipasi aktif dalam berbangsa dan bernegara. Selanjutnya, pada tahun 2014 ini UU Pangan tersebut akan disosialisasikan di dua provinsi lainnya.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...