Sosialisasi Pengarus utamaan Gender Bidang Ketahanan Pangan Tahun 2014

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 29 Oct, 2015

Views: 153

Sosialisasi Pengarus utamaan Gender Bidang Ketahanan Pangan Tahun 2014

Dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Pengarus utamaan Gender lingkup Kementerian Pertanian, Badan Ketahanan Pangan mulai tahun 2012 hingga kini telah membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Pengarusutamaan Gender (PUG) lingkup Badan Ketahanan Pangan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Ketahanan Pangan. Pokja bertanggungjawab untuk mengadakan sosialisasi PUG dan memantau perkembangan aplikasi PUG di daerah khususnya pada kegiatan Desa Mandiri Pangan yang dipilih sebagai pilot proyek upaya Pengurus utamaan Gender (PUG) Bidang Ketahanan Pangan.

Sehubungan dengan hal tersebut, Tim Pokja PUG BKP telah menyelenggarakan Sosialisasi Pengarus utamaan Gender Bidang Ketahanan PanganTahun 2014 pada tanggal 28 Oktober 2014 di Hotel Santika Depok. Tujuan pertemuan ini adalah untuk menyamakan persepsi para anggota tim Pokja Pengarus utamaan Gender lingkup Badan Ketahanan Pangan tentang upaya yang akan dilakukan kedepan, serta untuk membahas hasil turun lapang yang telah dilaksanakan padaawal September 2014.

Dr. Ir. Mei Rochjat D, M.Ed, Sekretaris Badan Ketahanan Pangan dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) telah sejak lama dilaksanakan di Badan Ketahanan Pangan dan terdapat pula proyek kegiatan luar negeri di BKP yang berbasisgender yaitu kegiatan Participatory Integrated Development Agriculture in Rain Field Area (PIDRA) dan Smallholder Livelihood Development Program in Eastern Indonesia (SOLID). Sekretaris Badan Ketahanan Pangan juga mengharapkan melalui Sosialisasi ini program/kegiatan yang responsif gender dapat mencapai sasaran yang diinginkan, dan Tim Pokja PUG BKP dapat meningkatkan kapasitasnya dalam pelaksanaan kegiatan yang responsif gender bidang ketahanan pangan.

Pertemuan ini dilaksanakan melalui dua sesi, dimana pada sesi pertama terdapat dua narasumber yaitu Ibu Zahra Ranni, SH, Kepala Bidang dan Analisis Kebijakan Gender dalam Pertanian, Kehutanan dan Perikanan – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Ibu Ir. Rita Nur Suhaeti, MS Peneliti Madya pada Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Badan Litbang – Kementerian Pertanian. Ibu Zahra Ranni dari KPPA memaparkan kebijakan Pengarusutamaan Genderjangka pendek dan menengah serta menyampaikan informasi bahwa kedepan hal yang dapat dikerjasamakan dengan BKP terkait dengan upaya meningkatkan industri pangan rumahan dengan aspek ketahanan pangan. Selanjutnya Ibu Rita dari PSE-KP Balitbangtan Kementanmemaparkan tentang alat ukur untuk menganalisis upaya Pengarusutamaan Gender baik secara mikro, meso dan makro dimana pada tataran meso analisis MDS (Multidimensional Scalling) dapat dipergunakan. Penggunaan metode analisis yang tepat dan proses sampling yang sesuai dengan kodisi lapangan dapat menghasilkan analisisi yang sesui dengan fakta di lapangan.

Selanjutnya pada sesi kedua juga terdapat dua narasumber yaitu Dr. Ir. Suwandi, MSi, Kepala Bagian Penyusunan Kebijakan dan Wilayah, Biro Perencanaan – Kementerian Pertanian dan Nita Yulianis, MSi, Kepala Subbagian Kerja sama selaku Sekretaris Pokja PUG BKP.Bapak Dr. Suwandi menyampaikan bahwa inovasi aplikasi kegiatan PUG perlu terus diupayakan dan peran pemerintah daerah dalam pelaksanaan PUG tetap perlu disinergikan dan dioptimalkan. Adapun Sekretaris PokjaPUG BKP memaparkan progres implementasi PUG di Badan Ketahanan Pangan dan membahas hasil turun lapang yang telah dilaksanakan pada awal September 2014.

Secara umum dapat disimpulkan bahwa kegiatan PUG di BKP dapat diperluas cakupan kegiatannya dan optimalisasi peran serta daerah perlu di tingkatkan. Selain itu, perlu ada penajaman penggunaan metode analisis dan hasil analisis agar dapat mencermati situasi dan fakta yang ada di lapangan.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...