Sosialisasi Pengarus utamaan Gender Bidang Ketahanan Pangan Tahun 2014

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 29 Oct, 2015

Views: 204

Sosialisasi Pengarus utamaan Gender Bidang Ketahanan Pangan Tahun 2014

Dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Pengarus utamaan Gender lingkup Kementerian Pertanian, Badan Ketahanan Pangan mulai tahun 2012 hingga kini telah membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Pengarusutamaan Gender (PUG) lingkup Badan Ketahanan Pangan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Ketahanan Pangan. Pokja bertanggungjawab untuk mengadakan sosialisasi PUG dan memantau perkembangan aplikasi PUG di daerah khususnya pada kegiatan Desa Mandiri Pangan yang dipilih sebagai pilot proyek upaya Pengurus utamaan Gender (PUG) Bidang Ketahanan Pangan.

Sehubungan dengan hal tersebut, Tim Pokja PUG BKP telah menyelenggarakan Sosialisasi Pengarus utamaan Gender Bidang Ketahanan PanganTahun 2014 pada tanggal 28 Oktober 2014 di Hotel Santika Depok. Tujuan pertemuan ini adalah untuk menyamakan persepsi para anggota tim Pokja Pengarus utamaan Gender lingkup Badan Ketahanan Pangan tentang upaya yang akan dilakukan kedepan, serta untuk membahas hasil turun lapang yang telah dilaksanakan padaawal September 2014.

Dr. Ir. Mei Rochjat D, M.Ed, Sekretaris Badan Ketahanan Pangan dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) telah sejak lama dilaksanakan di Badan Ketahanan Pangan dan terdapat pula proyek kegiatan luar negeri di BKP yang berbasisgender yaitu kegiatan Participatory Integrated Development Agriculture in Rain Field Area (PIDRA) dan Smallholder Livelihood Development Program in Eastern Indonesia (SOLID). Sekretaris Badan Ketahanan Pangan juga mengharapkan melalui Sosialisasi ini program/kegiatan yang responsif gender dapat mencapai sasaran yang diinginkan, dan Tim Pokja PUG BKP dapat meningkatkan kapasitasnya dalam pelaksanaan kegiatan yang responsif gender bidang ketahanan pangan.

Pertemuan ini dilaksanakan melalui dua sesi, dimana pada sesi pertama terdapat dua narasumber yaitu Ibu Zahra Ranni, SH, Kepala Bidang dan Analisis Kebijakan Gender dalam Pertanian, Kehutanan dan Perikanan – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Ibu Ir. Rita Nur Suhaeti, MS Peneliti Madya pada Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Badan Litbang – Kementerian Pertanian. Ibu Zahra Ranni dari KPPA memaparkan kebijakan Pengarusutamaan Genderjangka pendek dan menengah serta menyampaikan informasi bahwa kedepan hal yang dapat dikerjasamakan dengan BKP terkait dengan upaya meningkatkan industri pangan rumahan dengan aspek ketahanan pangan. Selanjutnya Ibu Rita dari PSE-KP Balitbangtan Kementanmemaparkan tentang alat ukur untuk menganalisis upaya Pengarusutamaan Gender baik secara mikro, meso dan makro dimana pada tataran meso analisis MDS (Multidimensional Scalling) dapat dipergunakan. Penggunaan metode analisis yang tepat dan proses sampling yang sesuai dengan kodisi lapangan dapat menghasilkan analisisi yang sesui dengan fakta di lapangan.

Selanjutnya pada sesi kedua juga terdapat dua narasumber yaitu Dr. Ir. Suwandi, MSi, Kepala Bagian Penyusunan Kebijakan dan Wilayah, Biro Perencanaan – Kementerian Pertanian dan Nita Yulianis, MSi, Kepala Subbagian Kerja sama selaku Sekretaris Pokja PUG BKP.Bapak Dr. Suwandi menyampaikan bahwa inovasi aplikasi kegiatan PUG perlu terus diupayakan dan peran pemerintah daerah dalam pelaksanaan PUG tetap perlu disinergikan dan dioptimalkan. Adapun Sekretaris PokjaPUG BKP memaparkan progres implementasi PUG di Badan Ketahanan Pangan dan membahas hasil turun lapang yang telah dilaksanakan pada awal September 2014.

Secara umum dapat disimpulkan bahwa kegiatan PUG di BKP dapat diperluas cakupan kegiatannya dan optimalisasi peran serta daerah perlu di tingkatkan. Selain itu, perlu ada penajaman penggunaan metode analisis dan hasil analisis agar dapat mencermati situasi dan fakta yang ada di lapangan.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...