Sireg DKP Wilayah Timur 2016

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 03 Aug, 2016

Views: 141

Sidang Regional (Sireg) Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten/Kota Tahun 2016 untuk Wilayah Timur Indonesia dilaksanakan pada tanggal 2-4 Agustus 2016 di Kota Pontianak – Kalimantan Barat. Sireg Wilayah Timur ini merupakan lanjutan dari rangkaian Sireg DKP yang telah dilaksanakan pada tanggal 16-18 Mei 2016 di Kota Surabaya – Jawa Timur (Sireg Wilayah Barat) dan tanggal 25-27 Mei 2016 di Kota Palembang – Sumatera Selatan (Sireg Wilayah Tengah). Sireg Wilayah Timur dihadiri oleh para Bupati dan Walikota selaku Ketua DKP Kabupaten/Kota serta Sekretaris DKP tingkat provinsi dan kabupaten/kota dari Papua, Maluku, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Bali. Sireg Wilayah Timur dibuka oleh Gubernur Kalimantan Barat selaku Ketua DKP Provinsi Kalimantan Barat bersama dengan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian selaku Sekretaris DKP. Sireg Wilayah Timur menghadirkan narasumber utama yaitu (1) Staf Ahli Menteri Bidang Pemerintahan – Kementerian Dalam Negeri, (2) Staf Ahli Menteri Bidang Kependudukan – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, (3) Prof. Dr. Bustanul Arifin selaku Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Ahli DKP, (4) Prof. Dr. Ir. H. M. Nurdin Abdulah, M.Agr. – Bupati Bantaeng, Sulawesi Selatan, (5) Drs. Yunus Serang, M.Si. – Wakil Bupati Maluku Tenggara, Maluku, serta (6) Anggota Pokja Ahli dan Pokja Khusus DKP. Sireg DKP tahun 2016 mengangkat tema Sinergi Program Aksi Pangan dan Gizi Menuju Kedaulatan Pangan Nasional. Sireg DKP Timur dipimpin oleh Tagop Sudarsono Soulisa (Bupati Buru Selatan) selaku Ketua, Drs. Rusdi Gumalangit (Wakil Bupati Bolaang Mongondow Timur) selaku Wakil, dan Iskandar Kamaru, SPt (Bupati Bolaang Mongondow Selatan) selaku Sekretaris dan dibantu oleh Kepala BKP Sulawesi Tengah. Hasil dari Sireg ini ialah suatu rumusan kesepakatan yang merupakan komitmen dari para Bupati dan Walikota selaku Ketua DKP Kabupaten/Kota untuk menyinergikan program aksi pangan dan gizi di daerah dalam rangka mendukung peningkatan kedaulatan pangan nasional. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa wilayah timur Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam penyediaan pangan. Hal ini juga perlu diperkuat melalui pengembangan sektor keterjangkauan pangan yang mencakup bidang distribusi, akses, hingga stabilitas pasokan dan harga pangan sehingga peredarannya terkendali sepanjang waktu hingga ke seluruh penjuru negeri. Disamping itu, dalam rangka memenuhi kebutuhan kebutuhan gizi masyarakat perlu dilakukan upaya peningkatan konsumsi pangan lokal sumber karbohidrat serta buah dan sayur sebagai sumber vitamin. Sedangkan pemenuhan kebutuhan protein bisa diperoleh dari ikan dan pengembangan usaha-usaha peternakan. Untuk itu, Sireg mengharapkan adanya dukungan strategis dari pemerintah pusat baik dalam hal infrastruktur maupun pengembangan sumber daya manusia sehingga pembangunan di wilayah timur Indonesia dapat berlangsung dengan cepat dan terarah sesuai rencana. Begitu pula dengan penguatan kelembagaan pangan di tingkat pusat dan daerah yang perlu dioptimalkan sebagai ujung tombak mewujudkan ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan pangan nasional. Pada kesempatan ini, Sireg dimeriahkan dengan pameran Gelar Pangan Nusantara yang dilaksanakan pada tanggal 4-6 Agustus 2016 di Lapangan Radakng – Kota Pontianak. Acara diawali dengan talkshow bertajuk Potensi Pangan Lokal sebagai Sumber Pangan Bergizi dan Penggerak Ekonomi Daerah, serta diikuti dengan peresmian Toko Tani Indonesia (TTI) Center Provinsi Kalimantan Barat oleh Menteri Pertanian selaku Ketua Harian DKP. Materi SIREG DKP TIMUR 2016

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...