Sinergi dan Kemitraan Kunci Peningkatan Lumbung Pangan Masyarakat

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 13 Nov, 2018

Views: 487


Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Ketahanan Pangan Risfaheri, yang baru sehari dilantik, langsung  melakukan kunjungan lapangan untuk melihat kegiatan pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM).


Kunjungan tersebut dilakukan di sela-sela Pertemuan Evaluasi Kegiatan BKP 2018 dan Perencanaan  2019 di Yogyakarta, (12-14/11).


"Sesuai arahan Kepala BKP, kami diminta membuat inovasi dan terobosan-terobosan. Tidak bekerja dengan pola lama. Makanya kami langsung turun ke lapangan," ujar Risfaheri.


Kunjungan dilakukan bersama Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi DI Yogyakarta dan Dinas Ketahanan Pangan Kab. Sleman. Adapun objeknya adalah  LPM Laskar Mandiri di Desa Sumberrejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman.


"LPM ini didirikan tahun 2014 dan telah menerima  bantuan pemerintah guna mendukung pengembangannya," ungkap Kamidi selaku ketua LPM Laskar Mandiri.  


Menurut Kamidi, bantuan yang diterima ada berupa uang ataupun fisik barang. Tahun 2015 mendapat dana bantuan sosial alokasi APBN 20 juta digukan membeli gabah sebagai stok pangan kelompok setara 4.030 kg GKG.


"Tahun 2016 kami juga mendapat bantuan natura

1.075 kg (gkg) dari Dinas Ketahanan Pangan Sleman, dan sarana pendukung berupa 1 unit trolley dan 1 unit timbangan digital," tambah Kamidi.


Tahun 2017, kelompok ini juga mendapatkan bantuan dari Dinas Pertanian Kabupaten Sleman 1 unit alat perontok (power threser) dan 1 unit alat pengukur kadar air gabah.


Sebagai kelompok lumbung pangan yang mandiri,  Risfaheri menekankan bahwa eksistensi LPM harus  terus ditingkatkan eksistensinya dan dikelola berkelanjutan.


"LPM ini sudah bagus. Kedepannya saya minta dapat membangun kemitraan untuk pengelolaan stok komersial yang ada di lumbung, sehingga perkembangan kelompok akan semakin cepat," ujar Risfaheri.


Perkembangan stok gabah yang dikelola LPM Laskar Mandiri, awalnya 5,1 ton terdiri dari 2,1 ton disimpan sebagai iron stock,  dan 3 ton diputar sebagai simpan pinjam ke anggota kelompok.


Selain stok yang dimiliki oleh kelompok tersebut juga mencakup stok yang diperoleh dari iuran anggota sebanyak 10 kg per anggota kelompok.


Dengan sejumlah bantuan yang telah diberikan, LPM Laskar Mandiri terus berupaya meningkatkan produktivitas dan kinerjanya di dalam mendukung penguatan ketersediaan pangan dan pencapaian ketahanan pangan di tingkat masyarakat.


Upaya tersebut dilakukan dengan menguatkan ikatan kerjasama antar anggota dan terus menguatkan jejaring kerjasama dengan pihak-pihak diluar kelompok.  

Dengan modal sosial yang kuat, tentunya akan mendukung penguatan dan pemberdayaan masyarakat menuju masyarakat yang tahan pangan.


Beberapa kegiatan kelompok yang sudah berjalan diantaranya arisan anggota sebesar Rp 5.000,- per anggota, simpanan pokok anggota berupa uang dan gabah dengan total akumulasi untuk uang sebesar Rp 2.600.000 dan gabah sebesar 110 Kg.


Kelompok juga  mengadakan simpanan wajib bagi 63 anggotanya sejak tahun 2016, sebesar Rp 8.000,- per anggota.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...