Sinergi dan Kemitraan Kunci Peningkatan Lumbung Pangan Masyarakat

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 13 Nov, 2018

Views: 447


Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Ketahanan Pangan Risfaheri, yang baru sehari dilantik, langsung  melakukan kunjungan lapangan untuk melihat kegiatan pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM).


Kunjungan tersebut dilakukan di sela-sela Pertemuan Evaluasi Kegiatan BKP 2018 dan Perencanaan  2019 di Yogyakarta, (12-14/11).


"Sesuai arahan Kepala BKP, kami diminta membuat inovasi dan terobosan-terobosan. Tidak bekerja dengan pola lama. Makanya kami langsung turun ke lapangan," ujar Risfaheri.


Kunjungan dilakukan bersama Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi DI Yogyakarta dan Dinas Ketahanan Pangan Kab. Sleman. Adapun objeknya adalah  LPM Laskar Mandiri di Desa Sumberrejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman.


"LPM ini didirikan tahun 2014 dan telah menerima  bantuan pemerintah guna mendukung pengembangannya," ungkap Kamidi selaku ketua LPM Laskar Mandiri.  


Menurut Kamidi, bantuan yang diterima ada berupa uang ataupun fisik barang. Tahun 2015 mendapat dana bantuan sosial alokasi APBN 20 juta digukan membeli gabah sebagai stok pangan kelompok setara 4.030 kg GKG.


"Tahun 2016 kami juga mendapat bantuan natura

1.075 kg (gkg) dari Dinas Ketahanan Pangan Sleman, dan sarana pendukung berupa 1 unit trolley dan 1 unit timbangan digital," tambah Kamidi.


Tahun 2017, kelompok ini juga mendapatkan bantuan dari Dinas Pertanian Kabupaten Sleman 1 unit alat perontok (power threser) dan 1 unit alat pengukur kadar air gabah.


Sebagai kelompok lumbung pangan yang mandiri,  Risfaheri menekankan bahwa eksistensi LPM harus  terus ditingkatkan eksistensinya dan dikelola berkelanjutan.


"LPM ini sudah bagus. Kedepannya saya minta dapat membangun kemitraan untuk pengelolaan stok komersial yang ada di lumbung, sehingga perkembangan kelompok akan semakin cepat," ujar Risfaheri.


Perkembangan stok gabah yang dikelola LPM Laskar Mandiri, awalnya 5,1 ton terdiri dari 2,1 ton disimpan sebagai iron stock,  dan 3 ton diputar sebagai simpan pinjam ke anggota kelompok.


Selain stok yang dimiliki oleh kelompok tersebut juga mencakup stok yang diperoleh dari iuran anggota sebanyak 10 kg per anggota kelompok.


Dengan sejumlah bantuan yang telah diberikan, LPM Laskar Mandiri terus berupaya meningkatkan produktivitas dan kinerjanya di dalam mendukung penguatan ketersediaan pangan dan pencapaian ketahanan pangan di tingkat masyarakat.


Upaya tersebut dilakukan dengan menguatkan ikatan kerjasama antar anggota dan terus menguatkan jejaring kerjasama dengan pihak-pihak diluar kelompok.  

Dengan modal sosial yang kuat, tentunya akan mendukung penguatan dan pemberdayaan masyarakat menuju masyarakat yang tahan pangan.


Beberapa kegiatan kelompok yang sudah berjalan diantaranya arisan anggota sebesar Rp 5.000,- per anggota, simpanan pokok anggota berupa uang dan gabah dengan total akumulasi untuk uang sebesar Rp 2.600.000 dan gabah sebesar 110 Kg.


Kelompok juga  mengadakan simpanan wajib bagi 63 anggotanya sejak tahun 2016, sebesar Rp 8.000,- per anggota.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...