Silaturahim Presiden RI dengan Penerima Penghargaan APN

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 20 Jan, 2015

Views: 149

Jumat, 16 Januari 2015 – Presiden menyelenggarakan Silaturahmi dengan Penerima Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara Tahun 2014 serta dengan Pemenang Teladan Operasional Pengawas Pemelihara Irigasi dan Rawa Tahun 2014 di Istana Negara, Jakarta. Acara ini merupakan wujud realisasi janji Presiden selaku Ketua Dewan Ketahanan Pangan sewaktu Penyerahan Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara (APN) Tahun 2014 di Balai Besar Padi Sukamandi, Subang, Jawa Barat pada 26 Desember 2014 lalu.

Hadir dalam acara silaturahmi tersebut Presiden RI, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Pertanian beserta jajaran, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat beserta jajaran, para penerima Penghargaan APN Tahun 2014, para pemenang Teladan Operasional Pengawas Pemelihara Irigasi dan Rawa Tahun 2014, serta para petugas lingkup ketahanan pangan tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Disampaikan oleh Presiden dalam sambutannya bahwa salah satu prioritas Kabinet Kerja Jokowi-JK tahun 2014-2019 yaitu membangun kedaulatan pangan. Pembangunan  kedaulatan pangan tersebut dilakukan antara lain melalui program Swasembada Pangan untuk 5 komoditas yaitu padi, jagung, kedelai, gula, dan daging sapi/karkas. Untuk mencapai hal tersebut pemerintah melalui Kementerian Pertanian akan melakukan pembangunan infrastruktur waduk dan perbaikan irigasi, pemberian bantuan alat dan mesin pertanian, fasilitasi benih unggul, subsidi pupuk, serta pendampingan dan penyuluhan. Disamping itu akan dilakukan upaya khusus untuk memastikan bahwa program telah diimplementasikan dengan baik di lapangan. Untuk itu dibutuhkan kerjasama antar berbagai pihak yaitu pemerintah pusat dan daerah, akademisi, pelaku usaha pangan, lembaga non pemerintahan, serta masyarakat khususnya dalam kerangka Masarakat Ekonomi ASEAN.

Dalam silaturahmi tersebut dilakukan pula dialog antara para peserta dengan Presiden yang antara lain mengangkat beberapa hal sebagai berikut:

  1. Yuli Anjar Wati, Juru Tanah MiringWil. SP 3 dari Merauke, Papua – Pengarusutamaan gender dalam operasional pengawas pemelihara irigasi dan rawa perlu mendapat perhatian.
  2. Vilius Yuliwinarno, SP., Penyuluh Pertanian Kabupaten Tulang Bawang, Lampung – Penambahan jumlah penyuluh di tingkat desa perlu dilakukan untuk mendukung program swasembada pangan berkelanjutan.
  3. Budiono, SPd., Pelopor Ketahanan Pangan Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan – Model peningkatan produktifitas jagung di Kalimantan Selatan dapat diimplementasikan di daerah lainnya.

Selanjutnya acara silaturahim dilanjutkan dengan ramah tamah dan foto bersama.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...