Sergap, Untuk Melindungi dan Meningkatkan Kesejahteraan Petani

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 19 Mar, 2018

Views: 281

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi mengatakan, pihaknya berharap kegiatan serap gabah (sergap), sebagai salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk melindungi dan meningkatkan kesejahteraan petani benar-benar dilakukan dengan baik.

"Petani yang sudah bekerja keras jangan disakiti, dengan membiarkan gabah yang dipanen harganya anjlok. Kita harus hadir untuk membela dan membantu petani, agar petani mendapat keuntungan dari usahanya. Ini harus kita lakukan," ujar Agung dalam rapat koordinasi sergab dikantor Bupati Pandeglang, Kamis (1/2).

Senada dengan Agung, Bupati Pandeglang Irna Narulita mengharapkan agar nasib dan kesejahteraan petani diperhatikan. "Petani adalah pahlawan yang sebenar-benarnya. Karena mereka inilah penyedia pangan masyarakat. Jadi, petani itu pahlawan pangan yang harus dilindungi," ujar Irna.

Dalam meningkatkan produksi padi, menurut Irna, sangat tergantung dari keseriusan para petani dan juga dorongan dari Pemerintah Pusat dan Daerah. "Oleh sebab itu petani harus diapresiasi karena sejauh ini terus bekerja meningkatkan produksi padi ditingkat nasional," kata Irna.

"Salah satu bentuk apresiasi itu adalah dengan serap gabah oleh Badan Urusan Logistik (Bulog)," tambahnya.

Dalam bagian lain Agung menjelaskan bahwa, melalui rakor pangan ini diharapkan Bulog dapat bergerak cepat untuk menyerap gabah petani yang sudah mulai memasuki panen raya.

"Kita tidak cukup hanya berbicara produksi, tapi tata niaga ini juga harus dipikirkan untuk kecukupan pangan, bahkan menuju ekspor," tegas Agung.

"Jika tata niaga dapat dikelola dengan baik, saya yakin ketersediaan dan stok pangan selalu terpenuhi" tandasnya.

Agung menambahkan, peningkatan produksi padi di tingkat nasional cukup tinggi. Hal ini tentu tidak terlepas dari peran serta Kabupaten Pandeglang dan seluruh komponen di Provinsi Banten yang telah bekerja dengan baik. "Kita terus berupaya untuk menambah luas tanam untuk peningkatan produksi padi," ucap Agung.

 Hadir dalam rakor ini Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan pangan BKP Riwantoro, Wakadivre Bulog Banten Kusmiawan, Kadis Pertanian Provinsi Banten Agus M. Tauchid, Sekda Pandeglang Fery Hasanudin, Asda Ekbang Indah Dinarsiani, Kadis Pertanian Pandeglang Budi S Januardi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Propinsi Banten Moh Amri, wakil dari Kodim dan Korem Pandeglang.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...