Serap Gabah Untuk isi Cadangan Beras Pemerintah

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 13 Jul, 2018

Views: 1240

Tim  Sergap (serap gabah petani) terus mendorong pemenuhan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di berbagai sentra produksi padi melalui kerja sama dengan Mitra Perum BULOG. Hal ini gencar dilakukan sebagai upaya akselerasi percepatan pencapaian target pada periode Juli - Agustus 2018.


Menurut Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian, Benny Rachman, untuk mengejar ketertinggalan capaian pengadaan beras, perlu partisipasi semua pihak, terutama dari Mitra Perum BULOG.


"Kami mohon kontribusi dari para Mitra untuk berpartisipasi memperkuat cadangan beras pemerintah, yang hingga saat ini baru mencapai 65% sehingga sebelum akhir tahun, target Cadangan Beras Pemerintah dapat tercapai seperti diharapkan," ujar Benny, saat memimpin sergap gabah di  di kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (12/7).


Menanggapi hal tersebut, salah satu Mitra dari Lamongan mengatakan,  pada bulan Juli - Agustus di wilayahnya sedang 7berlangsung musim panen gadu yang diperkirakan akan menghasilkan 15-20% dari total produksi tahun 2018.


"Saat ini di wilayah kami sedang masuk musim panen gadu, kami usul agar pertemuan berikutnya diselenggarakan di Lamongan," ujarnya.


Kepala Subdivre Bojonegoro, Akbar, yang memiliki wilayah kerja di tiga kabupaten yaitu Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan, pihaknya optimis dapat memenuhi target pengadaan tahun ini.


"Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para Mitra atas kontribusinya selama ini, kini dari target harian 386 ton,  kami semakin semangat dan optimis bisa mencapai 400 ton per hari sebagai upaya akselerasi," ujar Akbar


Untuk diketahui, Subdivre Bojonegoro pada tahun 2018 memiliki target pengadaan 75 ribu ton setara beras yang hingga saat ini sudah tercapai 45%. Selain di Bojonegoro, Tim Sergap juga bekerja di beberapa wilayah di Jawa Timur, antara lain Madiun, Jember, dan Banyuwangi.


Rapat sergap diakhiri dengan penandatanganan komitmen pembelian beras oleh bulog sebanyak 5.650 ton.


Selain dari Kementan, Bulog, dan perusahaan penggilingan/gapoktan, juga hadir perwakilan Kodim setempat dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bojonegoro.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...