Sagu Kendari Siap Melokalkan Industri Pangan Lokal

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 15 Nov, 2018

Views: 799


Sulawesi Tenggara memiliki potensi tanaman sagu sekitar 12.000 ha dengan luas produksi 6.967 ton. Dari potensi tersebut, yang saat ini sedang difokuskan pengembangannya adalah di

Konawe dan Konawe Selatan yang potensinya cukup besar.


"Kita semua tahu, potensi sagu di Indonesia luar biasa. Untuk itu dari sisi bisnisnya harus kita upayakan bagaimana menekan efisiensi produksi tepung kering sagu yang bisa bersaing dengan tepung terigu," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi saat meninjau pengolahan sagu di kabupaten Konawe dan Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Kamis (15/11) bersama Stephen Rudgard (FAO), Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi,  Sekda Konawe dan dinas lainnya.


"Dalam perhitungan saya, harga tepung kering itu bisa sampai Rp10.000,  hal itu bisa masuk dalam bisnis untuk menggantikan tepung impor," tegasnya.


Untuk mendukung pengembangan sagu, BKP Kementan sedang menyiapkan regulasi penggunaan tepung lokal sebanyak 10% dalam industri pangan.


Menurut Agung, jika regulasi ini sudah disiapkan,  industri-industri pangan lokal  berbasis UKM  harus kita dorong.


"Tahun depan BKP akan mereplikasi industri pengolahan seperti ini di beberapa provinsi lain sebagai penghasil sagu" tambahnya.


Hal yang penting menurut Agung, adalah bekerja dari hulu sampai hilir. "Hulu nya diperbaiki, hilirnya diperbaiki termasuk pemasarannya kita mencoba menarik supaya produksi kita bisa diserap secara maksimal," ujarnya.


Agung pun berharap jika berkembang dengan baik,   akan mampu mengurangi impor terigu secara bertahap dari tahun ke tahun.  Misalnya tahun depan targetnya 10% dan tahun depannya lagi 20% dan seterusnya.


"Lama-lama tepung lokal kita bisa menjadi tuan rumah sebagai bahan baku industri pangan" ujarnya


Agung sangat mengapresiasi upaya pemerintah Kendari yang akan melokalkan sagu dalam pengembangan industri pangan lokal.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...