Respon Cepat harga beras TTIC Kementan dijual 8.800/kg di Pasar Gondangdia

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 14 Nov, 2018

Views: 331


Dalam upaya menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pangan pokok dan strategis, khususnya di wilayah Jabodetabek, BKP Kementan melalui Toko Tani Indonesia Center (TTIC) Kementerian Pertanian secara rutin melakukan gelar pangan murah (GPM).


GPM dilakukan baik di pasar-pasar yang mengalami fluktuasi atau peningkatan harga yang tidak wajar, maupun langsung di perkampungan penduduk.


Seperti yang terlihat di Pasar Gondangdia Jakarta Pusat, Rabu, 14 Nov 2018, TTIC melakukan GPM dengan harga beras jauh lebih murah Rp 8.800/kg.  


"Aksi ini dilakukan sebagai respon cepat terhadap berita detikcom tanggal 12 November 2018, bahwa beras medium di pasar Gondangia Jakarta Rp. 11.000/kg," ujar Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan BKP, Risfaheri, menjelaskan, Rabu (13/11).


Beras segar yang identik dengan TTIC Kementan dijual dengan harga Rp 8.800/kg. Harga beras TTIC selalu di jual jauh di bawah harga beras medium di pasar.


Menurut Risfaheri, Beras segar yang disiapkan untik dijual di TTI tersedia dalam kemasan 2 kg dan 5 kg.


"Beras ini bisa dijual jauh lebih murah karena langsung dari petani atau gapoktan yang dibina oleh Badan Ketahanan Pangan Kementan," tambahnya.


Dengan langsung memperoleh dari petani,  dan menyalurkan langsung melalui TTI/TTIC ke konsumen, menurut Risfaheri dapat memotong rantai distribusi yang panjang menjadi 3 titik distribusi, yaitu petani/gapoktan, TTI dan ke konsumen akhir.


Pasar Gondangdia yang terletak di wilayah Menteng, kawasan penduduk mayoritas menengah ke atas. Menurut Amin, penjual beras di pasar Gondandia, konsumen disini lebih memperhatikan kualitas dari pada harganya.


"Konsumen disini banyak mencari beras berkualitas," ujar Amin.


Meskipun demikian, TTIC Kementan, tetap merespon cepat ketika harga beras di Pasar Gondangdia terlihat sedikit lebih tinggi, dibanding pasar lainnya di wilayah Jakarta. Oleh karena itu, kehadiran TTIC dalam rutinitas GPM disambut baik oleh Kepala Pasar Ibu Imla Hasanah yang juga mendampingi kegiatan GPM serta masyarakat sekitarnya.


Hal ini terlihat dari penjualan beras segar sekitar 0.5 Ton yang habis dalam waktu hanya 1 jam.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...