Rapat Pleno Stabilisasi Pasokan, Distribusi dan Harga Pangan Menjelang Puasa dan Lebaran Tahun 2014

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 27 Jun, 2014

Views: 152

Dalam rangka antisipasi masalah stabilisasi pasokan, distribusi dan harga pangan menjelang puasa dan lebaran, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian menyelenggarakan Rapat Pleno  pada tanggal 26 Juni 2014, bertempat di  Ruang  Pola Gedung A Kementerian Pertanian. Rapat dipimpin oleh  Menteri Pertanian (Dr. Ir. Suswono, MMA) selaku Ketua Harian Dewan Ketahanan Pangan, didampingi oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (Dr. Ir. Achmad Suryana, MS) selaku Sekretaris Dewan Ketahanan Pangan. Rapat  dihadiri oleh Pejabat Eselon I dan II Lingkup Kementerian Pertanian,  Pokja Teknis Dewan  Ketahanan Pangan, Kepala Badan/Dinas yang menangani  Ketahanan Pangan Provinsi (DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan), pelaku usaha dan Asosiasi/organisasi masyarakat yang bergerak dalam bidang pangan.

Dalam pengarahannya, Menteri Pertanian menyampaikan bahwa masalah kenaikan harga pangan seringkali terjadi pada saat menjelang puasa dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Ada beberapa masalah yang memicu kenaikan harga pangan, yaitu spekulasi para pedagang untuk menaikan harga, adanya penimbunan bahan pangan, hambatan distribusi pangan akibat minimnya sarana dan prasana serta cuaca yang ekstrim.Berdasarkan Prognosa Ketersediaan dan Kebutuhan Pangan periode menjelangpuasa sampai lebaran, dikatakan ada beberapa komoditas pangan yang mengalami surplus diantaranya beras, cabe merah, bawang merah, gula pasir, minyak goreng, daging ayam, dan telur. Sedangkan komoditas pangan yang mengalami defisit, antara lain kedelai, kacang tanah dan daging sapi. Menghadapi komoditas pangan yang mengalami defisit, pemerintah pusat telah melakukan langkah antisipasi untuk mengatasi kelangkaan pasokan pangan.   Menteri Pertanian juga meminta kepada semua pihak dan para pelaku usaha serta asosiasi di bidang pangan agar bersinergi dan turut berperan aktif dalam mengantisipasimasalah kenaikan harga pangan.

Untuk kondisi harga pangan secara nasional menurut Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, menjelang puasa cenderung stabil untuk komoditas beras, minyak goreng dan gula pasir,  sedangkan bawang merah, cabai merah, cabai rawit merah, daging ayam dan telur ayam mengalami fluktuasi harga. Sedangkan harga daging sapi masih relatif  tinggi dibanding tahun sebelumnya dan harga tertinggi akan terjadi menjelang lebaran.

Selanjutnya informasi kondisi pasokan dan harga pangan di beberapa provinsi, yaituDKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan, disampaikan bahwa pasokan dan harga komoditas pangan strategis di daerah menjelang puasa cenderung aman. Namun untuk harga daging sapi di Jawa Timur ada perbedaan harga antar pasar kabupaten.Perbedaan harga tersebut disebabkan oleh masalah distribusi.

Dalam mengatasi masalah distribusi dan harga pangan, pemerintah daerah telah melakukan berbagai kegiatan melalui rapat koordinasi yang dipimpin oleh Gubernur dengan melibatkan instansi/lembaga terkait dan juga melakukan langkah-langkah stabilisasi pasokan dan harga melalui : operasi pasar, pasar murah,  bantuan ongkos angkutan bahan pangan, subsidi harga untuk daging sapi, dan pengembangan sistem informasi pasokan dan harga pangan berbasis website.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...