Rapat Koordinasi Gabungan Percepatan LTT Padi dan Serapan Gabah Petani

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 05 May, 2017

Views: 225

Jakarta - Dalam upaya percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) Padi dan Serapan Gabah Petani (Sergap) Periode April - September 2017 telah diselenggarakan Rapat Koordinasi Gabungan (Rakorgap) pada tanggal 3 Mei 2017 bertempat di Auditorium Kantor Pusat Kementerian Pertanian. Rapat Koordinasi Gabungan (Rakorgap) dipimpin oleh Menteri Pertanian (Amran Sulaiman) dan dihadiri oleh Aster Kasad, Ditjen Perdagangan Dalam Negeri - Kementerian Perdagangan, Ditjen Penanganan Fakir Miskin, Kementerian Sosial, Dirjen Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kementerian Sosial, Direktur pengadaan Bulog, Direktur SDM Bulog, Badan Ketahanan Pangan, Tim Pokja UPSUS, Tim Sergap TNI AD, Tim Pakar Upsus, Kepala Dinas Pertanian 17 provinsi yang membidangi Tanaman Pangan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan 17 provinsi, Kepala Divre Bulog 17 provinsi, Asterdam 17 provinsi, Komandan Korem (Danrem) 17 provinsi. 17 Provinsi tersebut: Aceh, Sumut, Sumbar, Sumsel, Jambi, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah. Tujuan Rakorgab adalah (1) mengevaluasi progress/perkembangan Luas Tambah Tanam (LTT) Padi dan Serapan Gabah Petani Periode Oktober 2016-Maret 2017; (2) Identifikasi Permasalahan/Kendala Pelaksanaan LTT Padi dan Serap Gabah Petani Periode Oktober 2016 - Maret 2017; dan (3) Menyusun Rencana Aksi Peningkatan LTT dan Sergap Periode April - September 2017. Dalam Sambutannya, Menteri Pertanian (Amran Sulaiman) meminta Kepala Dinas (Kadis) Pertanian untuk dapat mencapai target LTT Padi di masing-masing daerahnya. Menteri Pertanian pun menegaskan akan memotong anggaran daerah yang LTT Padinya tidak mencapai targetnya dan mengalihkan anggarannya kepada daerah (Kabupaten) yang sungguh sungguh bekerja. Menteri Pertanian (Amran Sulaiman) menegaskan, pengalihan anggaran itu dilakukan agar daerah bersungguh-sungguh untuk mencapai target LTT Padi. Selain masalah LTT Padi, Menteri Pertanian (Amran Sulaiman) juga meminta kepada pihak Bulog agar tidak mengeluarkan Beras komersil, mengingat harga beras saat ini masih stabil. "Khusus Bulog ada beras komersil yang keluar 200 ribu ton. Tolong dihentikan karena bisa terjadi deflasi. Petani terpukul kalau disikat lagi dengan beras komersil, kita ini sebagai stabilisator harga," tuturnya. Dalam kesempatan tersebut perwakilan dari Food and Agriculture Organization (FAO) memberikan apresiasi atas upaya pemerintah Indonesia dalam mewujudkan swasembada beras pada tahun 2016, melalui Program Upaya Khusus (UPSUS) Peningkatan Produksi Padi, Jagung, dan Kedelai (UPSUS PAJALE).

Berita Terkait

  • Dorong Peningkatan Ekspor, Kementan Berperan Aktif dalam Codex Internasional

    Jakarta, Rabu (26/6). Peran Indonesia dalam perdagangan komoditas pangan internasional terus ditingkatkan. Hal ini diwujudkan dengan keterlibatan aktif Kementerian Pertanian beserta Kementerian/Lembaga lainnya dalam penyusunan dan pengembangan standar, pedoman, code of practice dan rekomendasi lain terkait keamanan dan mutu pangan hasil pertanian yang berlaku secara internasional dalam wadah Codex Alimentarius Commission (CAC), atau disingkat Codex.


    Dalam Rapat Komite Nasional Codex Indonesia ke-2 tahun 2019 yang digelar di Jakarta, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertani...

  • BKP Kementan Kembangkan Korporasi Usahatani Untuk Entaskan Kemiskinan dan Kerawanan Pangan

    Kegiatan Korporasi Usahatani (PKU) yang  dikembangkan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) merupakan kegiatan strategis untuk mengentaskan kemiskinan dan kerawanan pangan.


    "Masuknya kegiatan PKU di Desa Pagerharjo ini diharapkan akan mempercepat pengentasan kemiskinan dan kerawanan pangan di pedesaan," ujar Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan  BKP, Andriko Noto Susanto di Lokasi PKU di Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta (23/06).


    Berdasarkan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability ...

  • Kepala BKP Kementan : KRPL Harus Berkelanjutan!

    BALI - Untuk mencukupi kebutuhan pangan keluarga sejak tahun 2015 Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) mengembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di seluruh Indonesia.


    "KRPL ini sangat strategis tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan pangan dan gizi keluarga, tetapi juga bisa meningkatkan pendapatan rumah tangga," ujar Kepala BKP Agung Hendriadi, saat mengunjungi KRPL di Taro kecamatan Tegallalang, Gianyar Bali, Sabtu (22/6/2019).


    Lebih lanjut Agung mengatakan bahwa keberlanjutan KRPL sangat penting, karena itu Kebun Bibit Desa (KBD) harus terus dikem...