Rapat Koordinasi Gabungan Percepatan LTT Padi dan Serapan Gabah Petani

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 05 May, 2017

Views: 157

Jakarta - Dalam upaya percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) Padi dan Serapan Gabah Petani (Sergap) Periode April - September 2017 telah diselenggarakan Rapat Koordinasi Gabungan (Rakorgap) pada tanggal 3 Mei 2017 bertempat di Auditorium Kantor Pusat Kementerian Pertanian. Rapat Koordinasi Gabungan (Rakorgap) dipimpin oleh Menteri Pertanian (Amran Sulaiman) dan dihadiri oleh Aster Kasad, Ditjen Perdagangan Dalam Negeri - Kementerian Perdagangan, Ditjen Penanganan Fakir Miskin, Kementerian Sosial, Dirjen Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kementerian Sosial, Direktur pengadaan Bulog, Direktur SDM Bulog, Badan Ketahanan Pangan, Tim Pokja UPSUS, Tim Sergap TNI AD, Tim Pakar Upsus, Kepala Dinas Pertanian 17 provinsi yang membidangi Tanaman Pangan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan 17 provinsi, Kepala Divre Bulog 17 provinsi, Asterdam 17 provinsi, Komandan Korem (Danrem) 17 provinsi. 17 Provinsi tersebut: Aceh, Sumut, Sumbar, Sumsel, Jambi, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah. Tujuan Rakorgab adalah (1) mengevaluasi progress/perkembangan Luas Tambah Tanam (LTT) Padi dan Serapan Gabah Petani Periode Oktober 2016-Maret 2017; (2) Identifikasi Permasalahan/Kendala Pelaksanaan LTT Padi dan Serap Gabah Petani Periode Oktober 2016 - Maret 2017; dan (3) Menyusun Rencana Aksi Peningkatan LTT dan Sergap Periode April - September 2017. Dalam Sambutannya, Menteri Pertanian (Amran Sulaiman) meminta Kepala Dinas (Kadis) Pertanian untuk dapat mencapai target LTT Padi di masing-masing daerahnya. Menteri Pertanian pun menegaskan akan memotong anggaran daerah yang LTT Padinya tidak mencapai targetnya dan mengalihkan anggarannya kepada daerah (Kabupaten) yang sungguh sungguh bekerja. Menteri Pertanian (Amran Sulaiman) menegaskan, pengalihan anggaran itu dilakukan agar daerah bersungguh-sungguh untuk mencapai target LTT Padi. Selain masalah LTT Padi, Menteri Pertanian (Amran Sulaiman) juga meminta kepada pihak Bulog agar tidak mengeluarkan Beras komersil, mengingat harga beras saat ini masih stabil. "Khusus Bulog ada beras komersil yang keluar 200 ribu ton. Tolong dihentikan karena bisa terjadi deflasi. Petani terpukul kalau disikat lagi dengan beras komersil, kita ini sebagai stabilisator harga," tuturnya. Dalam kesempatan tersebut perwakilan dari Food and Agriculture Organization (FAO) memberikan apresiasi atas upaya pemerintah Indonesia dalam mewujudkan swasembada beras pada tahun 2016, melalui Program Upaya Khusus (UPSUS) Peningkatan Produksi Padi, Jagung, dan Kedelai (UPSUS PAJALE).

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...