Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian Tahun 2014

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 08 Jan, 2014

Views: 136

Kementerian Pertanian melaksanakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian Tahun 2014 sebagai agenda rutin tahunan untuk mengevaluasi kinerja tahun 2013 serta melakukan langkah perbaikan dan percepatan pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2014. Dalam sambutan pembukaan Rapat kerja nasional  di Jakarta (7/1/2014), Menteri Pertanian, Dr. Ir. Suswono, MMA mengatakan bahwa tahun 2013 bukan tahun yang mudah dalam melaksanakan pembangunan pertanian, karena banyak tantangan lingkungan strategik yang dihadapi, misalnya tingginya konversi lahan pertanian, keterbatasan perluasan areal baru pertanian, belum memadainya infrastruktur pertanian, belum berkembangnya industri hilir, terbatasnya dukungan pembiayaan sektor pertanian, adanya anomali iklim serta gejolak harga pangan global yang berpengaruh menekan peningkatan produksi pertanian Indonesia.  

Sebagai gambaran, aspek ketahanan pangan Indonesia tahun 2013 relatif baik.  Beberapa komoditas seperti beras, jagung, kedelai, gula pasir, daging sapi, bawang merah, cabai besar, cabai rawit, daging unggas dan telur unggas dalam keadaan cukup.  Bahkan kebanyakan diantara komoditas pangan utama tersebut pada tahun 2013 mengalami surplus produksi, kecuali kedelai, daging sapi dan cabai rawit. Sementara gula pasir produksi dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan gula konsumsi rumah tangga juga surplus, tetapi untuk pemenuhan kebutuhan gula industri masih defisit.

Sementara itu, untuk tahun 2014, cadangan pangan dunia khususnya beras, jagung, kedelai dan gandum diprediksi akan mengalami kenaikan berkisar antara 1,4% (gandum) hingga 10,1% (beras), di mana kenaikan cadangan pangan tersebut menjadikan cadangan pangan dunia tahun 2014 relatif aman (berkisar antara 15,8% s/d 25,4% dari total produksi) dan berpotensi menekan harga pangan yang masuk ke Indonesia.

Lebih lanjut Mentan mengatakan, Tahun 2014 merupakan tahun terakhir pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2009-2014. Untuk itu, bagi aparat birokrasi pertanian, Tahun 2014 harus dimaknai sebagai tahun kerja keras.

Setelah Acara Rakernas dibuka oleh Menteri Pertanian, dilanjutkan dengan diskusi panel oleh masing-masing Eselon I. Dalam kesempatan tersebut Kepala Badan Ketahanan Pangan juga menyampaikan paparan mengenai Percepatan PelaksanaanProgram Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan MasyarakatTA.2014, yaitu Evaluasi Kinerja Badan Ketahanan Pangan Tahun 2013, dimana total realisasi penyerapan anggaran tahun 2013 sebesar 91,14. Sedangkan kinerja ketahanan pangan tahun 2013 dibandingkan dengan tahun 2012, adalah ketersediaan energy mengalami kenaikan dari 3.737 kkal/kap/hari naik menjadi 3.882 kkal/kap/hari. Ketersediaan protein meningkat dari 94,14 gr/kap/hari menjadi 99,35 gr/kap/hari. Untuk konsumsi pangan tahun 2012 dibandingkan dengan tahun 2013 sebagai berikut, konsumi energy naik dari 1937 kkal/kap/hari menjadi 1937 kkal/kap/hari, konsumsi protein 60,3 gram/kapita/hari menjadi 61,7 gram/kapita/hari. Dan skor Pola Pangan Harapan (PPH) meningkat dari 83,9 menjadi 88,9.

Selanjutnya Kepala Badan Ketahanan Pangan menyampaikan Program Aksi Badan Ketahanan Pangan TA. 2014, yaitu:

  1. Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) dengan sasaran 6.698 desa
  2. Pengembangan Desa/Kawasan Mandiri Pangan dengan sasaran 1.625 desa/kawasan
  3. Penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) dengan sasaran 417 gapoktan

Pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat dengan sasaran 652 lumbung

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...