Rapat Kerja Nasional Badan Ketahanan Pangan Tahun 2015

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 28 Nov, 2015

Views: 192

Jakarta, Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian 2015 yang dilaksanakan selama dua hari (17-18 November 2014) bertempat di Auditorium Gedung F Kantor Pusat Kementerian Pertanian. Hasil pertemuan Rakernas Pembangunan Pertanian tersebut ditindaklanjuti oleh Badan Ketahanan Pangan dengan mengelar acara rapat serupa yakni Rapat Kerja Nasional Badan Ketahanan Pangan pada tanggal 18 November 2014 pukul 14.00 WIB bertempat di ruang rapat Nusantara II Badan Ketahanan Pangan.

Pertemuan tersebut dibuka oleh Plt. Badan Ketahanan Pangan (Dr. Winny Dian Wibawa) dan dihadiri oleh Kepala Badan/Dinas/Unit Kerja yang menangani Ketahanan Pangan Provinsi seluruh Indonesia,  para pejabat Eselon II dan III Lingkup Badan Ketahanan Pangan.

Pertemuan rakernas Badan Ketahanan Pangan kali ini membahas refocusing program tahun 2015, yang diselaraskan dengan Arah Kebijakan Pembangunan Pertanian 2015-2019, yakni (1) Program Peningkatan Ketahanan Pangan; (2) Program Pengembangan Komoditas Ekspor (dan substitusi Impor); (3) Program Pengembangan (Bioindustridan) Bioenergi; dan (4) Program Pengembangan Infrastruktur Pertanian.

Dalam rangka mendukung Program Peningkatan Ketahanan Pangan khususnya dalam pencapaian swasembada pangan 3 (tiga)  komoditas utama, yakni Padi, Jagung dan Kedelai, Badan Ketahanan Pangan akan turut serta mensukseskan program tersebut melalui kegiatan Penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (P-LDPM) dan Model Pengembangan Pangang Pokok Lokal (MP3L).Sedangkan sasaran strategis ketahanan pangan tahun 2015 yang akan dicapai oleh Badan Ketahanan Pangan adalah meningkatnya ketahanan pangan melalui pengembangan ketersediaan, distribusi, konsumsi dan keamanan pangan segar dengan menargetkan indikator sasaran program, yaitu :

1)      Skor PPH Peningkatan Diversifikasi Pangan sebesar 82,9

2)      Konsumsi Energi (kkal/kap/hari) sebesar 2.004

3)      Konsumsi Protein (gr/kap/hari) sebesar 56,1

4)      Stabilnya harga pangan (Gabah/ Beras) di tingkat produsen sesuai HPP

5)      Stabilnya harga pangan (Beras) di tingkat konsumen CV

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...