Rapat Kerja BKP: Memantapkan Sinergi Pembangunan Ketahanan Pangan

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 15 Sep, 2017

Views: 182

Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi membuka Rapat Kerja Badan Ketahanan Pangan yang dilaksanakan tanggal 14-15 September 2017 di Bogor. Acara ini merupakan momen yang sangat strategis dalam mensinergikan program dan kegiatan baik pemerintah (lintas Kementerian/Lembaga) maupun sektor swasta untuk bersama-sama menyukseskan program Ketahanan Pangan, khususnya program Stabilisasi Harga Pangan, Gerakan Diversifikasi Konsumsi Pangan serta program Pengentasan Wilayah Rentan-Rawan Pangan. Forum ini mempertemukan dan mengkonsolidasikan seluruh mitra kerja Badan Ketahanan Pangan, yang melibatkan unsur pemerintah dan BUMN/ swasta, lintas Kementerian/ Lembaga terkait dan lintas Eselon I lingkup Kementerian Pertanian. Selain itu juga partisipasi unit kerja daerah dalam hal ini Dinas Ketahanan Pangan Provinsi seluruh Indonesia, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian seluruh Indonesia, dan Dinas Ketahanan Pangan Maluku dan Maluku Utara sebagai pelaksana kegiatan SOLID (Smallholder Livelihood Development Project in Eastern Indonesia). Dalam sambutannya Agung Hendriadi menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian mengemban amanat untuk mewujudkan kedaulatan pangan melalui upaya pencapaian swasembada Padi, Jagung dan Kedelai serta peningkatan produksi Gula dan Daging Sapi. Selain itu, juga upaya untuk melakukan kesinambungan produksi komoditas pertanian strategis yakni Cabai dan Bawang Merah, sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dengan harga yang stabil dan terjangkau. “Kami meyakini bahwa peningkatan produksi pangan pokok dan strategis dengan harga yang stabil dan terjangkau, akan meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap pangan. Saya minta agar Badan Ketahanan Pangan dapat berperan aktif mengawal stabilisasi pasokan dan harga pangan ini,” lanjut Agung. Menurut Agung, BKP harus terus berupaya menjaga stabilisasi harga pangan yang dilakukan dengan mengembangkan kegiatan Toko Tani Indonesia (TTI). Melalui kegiatan TTI, rantai pemasaran kita perpendek sehingga konsumen akan diuntungkan karena memperoleh harga pangan yang murah. "Selain untuk stabilisasi harga, Saya minta Badan Ketahanan Pangan juga mengembangkan kegiatan Diversifikasi Konsumsi Pangan. Intinya kita harus meningkatkan kualitas pola pangan masyarakat menjadi beragam bergizi dan seimbang," lanjut Agung. Lebih lanjut Agung Hendriadi menyampaikan bahwa pertemuan ini diharapkan dapat secara bersama-sama membangun sistem pangan yang kokoh, terutama dalam upaya Pengentasan Wilayah Rentan Rawan Pangan, Percepatan Diversifikasi Konsumsi Pangan dan Stabilisasi Harga Pangan Strategis, sebagai pondasi utama dalam memperkuat kedaulatan dan kemandirian bangsa. Dalam rangkaian Rapat Kerja ini juga dilaksanakan Sosialisasi mengenai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 57 Tahun 2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) Beras dan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 31 Tahun 2017 tentang Kelas Mutu Beras. Dengan mensosialisasikan Peraturan terkait Kebijakan Perberasan ini diharapkan seluruh stakeholders yang bergerak di bidang perberasan menjadikan peraturan ini sebagai acuan pelaksanaan serta mengimplementasikan peraturan secara utuh di lapangan sehingga mendorong terciptanya perdagangan yang berkeadilan bagi masyarakat dan seluruh pelaku perberasan. (Humas BKP)

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...