Rakor Percepatan Serapan Gabah Petani (Sergap) Prov. Jawa Tengah 

Diterbitkan pada Kegiatan Pada 18 Aug, 2017

Views: 418

Badan Ketahanan Pangan menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Serapan Gabah Petani (Sergap) Tahun 2017 Provinsi Jawa Tengah yang dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus 2017, di Kantor Bulog Divisi Regional (Divre) Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang - Jawa Tengah. Rakor dibuka oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (PPSDMP), dan dihadiri oleh Kepala Divre Jawa Tengah, Kepala Subdivre: Semarang, Pati, Surakarta, Banyumas, Kedu, Pekalongan, Badan PPSDMP Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, serta TNI AD.Hadir dari Badan Ketahanan Pangan adalah Kepala Subbag Pelaporan dan TLHP beserta staf. Agenda rapat adalah koordinasi upaya percepatan SERGAP di Provinsi Jawa Tengah. Berdasarkan laporan dari Subdivre Provinsi Jawa Tengah, serapan gabah petani baru mencapai 49 persen atau 597.954 Ton dari target 1.204.550 Ton GKP.    Tujuan diadakannya Rakor adalah: pertama : mengevaluasi pelaksanaan Sergap Provinsi Jawa Tengah sampai dengan bulan Agustus 2017, kedua: mendiskusikan tantangan dan permasalahan yang dihadapi serta menghimpun masukan dari stakeholders terkait, ketiga : menentukan langkah-langkah operasional yang perlu dilakukan untuk pencapaian target Sergap sampai dengan bulan Desember 2017. Dengan diadakanya Rakor ini diharapkan koordinasi dan komunikasi antar semua stakeholders yang terlibat dapat terjalin dengan baik sehingga target Sergap yang ditentukan dapat tercapai dan ketahanan pangan nasional dapat terwujud.

Berita Terkait

  • Serah Terima Jabatan Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan

    Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi pimpin serah terima jabatan Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan yang batu Andriko Noto Susanto pada Senin pagi ini (18/02).

    Menurut Agung, serah terima jabatan ini merupakan tindak lanjut dari pelantikan yang telah dilaksanakan sebelumnya. 

    "Saya harap pejabat yang baru dapat memahami tugas tugas yang harus segera ditindaklanjuti dan yang menjadi prioritas ditempat baru" tegas nya.

    Dalam kesempatan ini dia berpesan kepada pejabat baru untuk fokus mengidentifikasi dan mengintervensi lokasi rentan rawan pangan.

  • Kementan Sangat Peduli Terhadap Keamanan dan Mutu Pangan Segar Asal Tumbuhan

    Dalam rangka penguatan dan pemantapan sistem keamanan dan mutu Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT), pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 53 tahun 2018 tentang Keamanan dan Mutu PSAT.

    Secara umum Permentan  ini mengatur mengenai:(1) pengawasan keamanan dan mutu pangan segar asal tumbuhan melalui pendataan, pendaftaran, dan sertifikasi; (2) pembagian kewenangan yang jelas antara pusat, pemerintah propinsi; dan pemerintah kabupaten/kota; (3) merespon pelayanan pendaftaran secara online; (4) mengakomodasi prinsip pengawasan keamanan p...

  • BKP Kementan Kembangkan Industri Pangan Berbasis Tepung Lokal

    Untuk dapat menyediakan tepung berbasis pangan lokal yang dibutuhkan industri pangan,  Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian terus memantapkan persiapan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL), dengan mengundang sejumlah pakar dari berbagai perguruan tinggi.

    Menurut Kepala BKP Agung Hendriadi, kegiatan PIPL  diarahkan untuk memproduksi tepung berbasis pangan lokal guna menyediakan bahan baku alternatif bagi industri olahan pangan.

    "Kami akan memproduksi tepung berbasis pangan lokal dengan kualitas yg baik untuk mendukung industri pangan dalam negeri," jelas Agung dalam pertemuan...