Rakor Pangan Provinsi Maluku : Ketersediaan dan Harga Pangan Aman Terkendali

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 15 Jan, 2018

Views: 295

Ambon (14/12) – Untuk mengantisipasi terjadinya gejolak harga pangan pokok dan strategis, Kementerian Pertanian melalui Badan Ketahanan Pangan (BKP) melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Pemantauan dan pengendalian Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan menjelang HBKN Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 di Provinsi Maluku. Rakor dilaksanakan Kamis (14-12) 2017 di Kantor Gubernur Provinsi Maluku, dan dipimpin Wakil Gubernur. Peserta yang hadir adalah wakil dari Kementerian Pertanian (Kepala Bidang Ketersediaan Pangan BKP), Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Satgas Pangan Provinsi Maluku, Bulog, Polda, TNI, Bank Indonesia (BI), Balai POM, PT.Pelindo dan instansi terkait serta pelaku usaha pangan. Dalam keterangannya, Zeth Sahuburua, Wakil Gubernur Provinsi Maluku mengatakan bahwa stok dan harga pangan di Provinsi Maluku relatif aman dan terkendali dengan baik. "Secara umum, kondisi pasokan komoditas pangan pokok dan strategis, seperti beras, jagung, minyak goreng, telur ayam, gula pasir, bawang merah, cabai merah, daging sapi dan daging ayam dalam kondisi aman dan cukup tersedia untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat," kata Zeth. Selain masalah pasokan yang cukup, harga komoditas pangan juga dipantau. "Kami juga melakukan pemantauan harga pangan, dan kondisinya relatif stabil," tambah Zeth. Berdasarkan data dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku, kisaran harga komoditas pangan tingkat pedagang pengecer di Kota Ambon (13-12) untuk beras premium Rp 13.000 – 14.000/kg, beras medium Rp 12.000/kg, beras termurah Rp 10.000/kg. Sedangkan gula pasir lokal Rp 15.000/kg, minyak goreng Rp 14.000-15.000/liter, bawang merah Rp 28.000-30.000/kg, daging ayam Rp 32.000/kg, daging sapi Rp 100.000/kg, telur ayam ras Rp 1.800/butir, terigu Rp 10.000/kg dan cabe merah keriting Rp 20.000-25.000/kg. Sebagai upaya nyata yang akan dilakukan jajaran pemerintah Provinsi Maluku, untuk pengamanan stabilitas pasokan dan harga pangan, pada hari Jumat (15-12) akan dilakukan pemantauan langsung ke Pasar Mardika oleh tim Satgas Pangan Provinsi Maluku, dan perwakilan dari BKP Kementan. Selain itu, untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat berbelanja bahan pangan dengan harga terjangkau akan di gelar pasar murah pada hari Sabtu (16-12) di Desa Hutumuri, Kecamatan Lei Timur Selatan, Kota Ambon. Dalam gelar pasar murah ini Dinas Ketahanan Pangan akan membuka stand Toko Tani Indonesia yang akan menjual beras medium dengan harga Rp.8.000,-/kg. "Kami akan berikan kesempatan kepada masyarakat berbelanja di TTI dengan harga murah, terjangkau dan berkualitas," kata M.Z Sangadji, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku. Untuk keberlanjutan pengamanan stabilitasi pasokan dan harga pangan, khususnya untuk menjaga inflasi sampai akhir tahun, akan dilaksanakan Rakor setiap minggu yang melibatkan instansi teknis lingkup Provinsi Maluku.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...