Rakor HBKN 2017

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 29 Mar, 2017

Views: 395

Jakarta, Dalam rangka mengantisipasi kenaikan harga bahan pangan pokok khususnya menjelang Hari Besar Keagamaaan, Kementerian Pertanian bersama Kementerian Perdagangan dan Perum Bulog mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Puasa dan Idul Fitri yang dilaksanakan pada tanggal 27 Maret 2017, di Ruang Pola Gedung A Kantor Pusat Kementerian Pertanian. Rakor dipimpin oleh Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan, dan dihadiri oleh Pejabat Eselon I dan II lingkup Kementerian Pertanian, Pejabat Eselon I dan II lingkup Kementerian Perdagangan dan Eselon I Perum Bulog. Hadir dari Badan Ketahanan Pangan adalah Plt. Kepala Badan Ketahanan Pangan, Sekretaris Badan Ketahanan Pangan, Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan, Kepala Pusat Penganekaragaman dan Konsumsi Pangan, Kepala Bagian Evaluasi dan Kepala Bidang Analisis Harga Pangan. Tujuan diadakannya Rakor adalah mengantisipasi ketersedian stok pangan dan upaya menstabilkan harga untuk kebutuhan sebelum sampai sesudah bulan puasa (Ramadhan). Hasil dari rakor sebagai berikut: (1) stok beras saat ini mencapai 1,9 juta ton, cukup untuk kebutuhan 8 bulan ke depan; (2) Bawang merah, harga saat ini cenderung turun, stoknya cukup. Bulog sudah memiliki gudang kapasitas 1.000 ton. Target bulan depan stok 1.000 ton sudah tersedia. Untuk mengantisipasi terjadinya gejolak harga perlu mempersiapkan bawang merah sebanyak 2.000 ton dan bawang putih sebanyak 1.000 ton; (3) Stok daging sapi saat ini yang dimiliki pemerintah mencapai 40 ribu ton. Kedepan pemerintah berencana akan menambah stok lagi mencapai 50 ribu ton. Sementara kebutuhan daging sapi untuk bulan Ramadhan hanya 30 ribu ton. Sehingga kebutuhan daging sapi menjelang HBKN relatif cukup aman. Harga daging sapi maksimal Rp 80.000/kg; (4) Harga cabai saat ini sudah menurun, penurunan harga cabai sebagai hasil dari program 3 bulan lalu yakni melakukan gerakan tanam cabai secara nasional. (5) Stok minyak goreng curah yang dimiliki pemerintah saat ini sebanyak 1 juta ton. Stok ini disiapkan ketika terjadi gejolak harga dan kekurangan pasokan. Upaya yang segera dilakukan Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan dalam menjamin ketersediaan stok dan menstabilkan harga, yakni : (1) Menurunkan Tim ke lapangan dan mengundang dinas pertanian dan dinas perdagangan untuk membahas mengenai data stok dan perkembangan harga, sehingga Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan dapat mengantisipasi berapa jumlah stok yang ada di daerah-daerah. (2) Pemrintah Pusat mengatur dan menjamin sarana distribusinya, sehingga pasokan pangan cepat sampai ke pasar dengan tetap menjaga stabilitas harga.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...