Rakor BKP - TNI

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 18 May, 2015

Views: 215

Badan Ketahanan Pangan - Kementerian Pertanian bersama dengan Badan Pendidikan dan Pelatihan - Kementerian Pertahanan telah menyelenggarakan Rapat Koordinasi dengan tema Kepemimpinan Strategis di Bidang Ketahanan Pangan Guna Meningkatkan Pembangunan Nasional Dalam Rangka Ketahanan Nasional pada hari Selasa, 5 Mei 2015 di Kantor Pusat Kementerian Pertanian.

Rapat Koordinasi dibuka oleh Sekretaris Badan Ketahanan Pangan, dengan menghadirkan narasumber Prof. Kaman Nainggolan dan Kol. Infanteri E.S. Airlangga. Hadir dalam rapat tersebut, pejabat Badan Ketahanan Pangan beserta jajaran, Siswa Suspimjemenhan X TA 2015, beserta perwakilan dari mahasiswa di wilayah Jakarta.

Dalam Rapat Koordinasi tersebut, disampaikan oleh Sekretaris Badan Ketahanan Pangan bahwa penyelenggaraan pangan dilaksanakan sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku. Ditambahkan oleh Prof. Kaman Nainggolan, bahwa pembangunan ketahanan pangan nasional perlu dimulai dari desa, yang antara lain dapat dilakukan melalui basis agribisnis. Sedangkan Kolonel Infanteri E.S. Airlangga menyatakan bahwa, ketahanan pangan merupakan urusan vital dan strategis khususnya terkait dengan ketahanan nasional.

Dalam diskusiRapat koordinasi, dihasilkan beberapa kesimpulan, masukan, serta upaya tindak lanjut, antara lain sebagai berikut:

  1. Pangan merupakan agenda prioritas dalam program kerja nasional Presiden Jokowi - Wapres JK, hal ini diutamakan untuk meningkatkan perekonomian nasional yang dilakukan dengan menggerakan sektor-sektor strategis. Dalam hal ketahanan nasional, pangan dianggap sebagai dimensi vital dan strategis oleh TNI, karena terkait dengan hidup dan matinya suatu bangsa/negara.
  2. Terdapat 9 (sembilan) prinsip kepemimpinan strategis di bidang ketahanan pangan guna meningkatkan pembangunan nasional dalam rangka ketahanan nasional, antara lain: (1) penentu arah kebijakan, (2) agen perubahan, (3) visioner, (4) memiliki integritas, (5) konsisten, (6) bertanggung jawab, (7) memiliki komitmen, (8) komunikator, dan (9) memiliki keberanian.
  3. Dewan Ketahanan Pangan merupakan lembaga yang memiliki peran dan fungsi strategis dalam koordinasi dan penyusunan kebijakan pangan dan gizi. Oleh sebab itu, sistem koordinasi dan penyusunan kebijakan melalui wadah Sidang Regional maupun Konferensi Dewan Ketahanan Pangan perlu dioptimalkan untuk menyerap aspirasi dan potensi dari daerah secara bottom-top.
  4. Pembangunan ketahanan pangan dan gizi nasional harus dimulai dari tingkat desa dan wilayah terluar NKRI yang antara lain dapat dilakukan melalui program padat karya di bidang agroindustri. Disamping itu, optimalisasi pendidikan kejuruan dan pembangunan pabrik-pabrik pengolahan di daerah sentra produksi perlu dilakukan. Hal ini relevan dengan program aksi Kawasan Demapan dan KRPL.
  5. Upaya percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal perlu ditingkatkan dalam menghadapi era perdagangan bebas dan MEA. Upaya tersebut dapat dilakukan antara lain dengan menyubsitusi terigu atau gandum.

Sebagai tindak lanjut dari hasil MoU antara Menteri Pertanian dan Kepala Staf Angkatan Darat maka perlu ditindaklanjuti ke tingkat yang lebih tinggi. Siswa Suspimjemenhan X TA 2015 akan menyusun buku Manisfesto Ketahanan Pangan untuk disampaikan kepada Menteri Pertahanan dan Menteri Pertanian serta diharapkan dapat sampai kepada Presiden. Melalui dokumen tersebut, TNI berharap dapat berperan aktif dalam pembangunan ketahanan pangan dan gizi nasional, khususnya dalam rangka pembangunan ketahanan nasional.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...