Produksi Pertanian Setiap Tahun Meningkat

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 24 Sep, 2018

Views: 1545


"Melalui berbagai kegiatan yang kami lakukan, data menunjukkan tiap tahun produksi pertanian meningkat, sehingga pangan kita cukup terutama beras," ujar Kepala Badan Ketahanan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi dalam Rountable Ketahanan pangan Nasional tahun 2019 di Menara Kadin Indonesia, Senin (24/9).


Dalam acara yang penyelenggaraannya bertepatan dengan Hari Tani Indonesia ini, Agung tampil mewakili Menteri Pertanian.


Dalam paparannya Agung menjelaskan beberapa produksi pertanian  meningkat,  eksport pangan juga meningkat.


Selain itu, menurut Agung, Kementan juga sedang mengembangkan potensi pangan lokal yang berlimpah. Diiantaranya mengembangkan tepung lokal, terutama dari sagu.


"Untuk mewujudkan ketahanan pangan, saat ini kami sedang memproses kebijakan penggunaan tepung lokal sebesar 10%.  Jadi setiap impor terigu harus dicampur tepung local 10%," jelas Agung.


Dalam kesempatan ini, Agung juga menagih janji hasil MOU di Bali baru-baru ini untuk direalisasikan kegiatannya.


Dalam sambutannya, Ketua KADIN,  Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan luas Indonesia hanya 1/3 yang berupa daratan, dan 30% diantaranya bisa digunakan untuk pangan.


"Secara umum lahan untuk keperluan pangan sebenarnya tidak besar. Untuk itu kita harus dapat memanfaatkannya  seoptimal mungkin," ujar Rosan.


Kepala BULOG, Budi Waseso mengatakan,  dalam mewujudkan Ketahanan Pangan hingga kedaulatan pangan, sangat penting adanya sinergi dengan semua stakeholder.


"BULOG tidak bisa berjalan sendiri, atau pertanian berjalan sendiri, ujar Budi Waseso.


"Dalam koordinasi juga diperlukan sikap untuk memajukan bangsa dan negara.  Jangan menguatkan ego sektoral, sehingga koordinasi dapat merumuskan untuk memajukan bangsa," tegasnya.


Melalui pertemuan ini, diharapkan menghasilkan rumusan untuk menjadikan Indonesia berkedaulatan pangan,  sehingga Indonesia menjadi bangsa yang bermartabat.


Acara ini selain dihadiri Kepala BKP Kementan,  Ketua Kadin, Direktur Utama BULOG dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan – Kemendag, juga para pakar, media, asosiasi dan organisasi yang mempunyai kepedulian dan  berkompeten dengan ketahanan pangan.

Berita Terkait

  • Kepala BKP Kementan : Kembangkan Pangan Lokal secara Komersil


    "Mulai tahun depan,  saya usulkan agar nilai komersil pangan lokal yang dilombakan  menjadi kriteria utama untuk menentukan  pemenangnya," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi, saat memberikan sambutan Lomba Cipta Menu Beragam Bergizi Berimbang dan Aman Berbasis Sumberdaya Lokal, di halaman perkantoran pemerintah provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Rabu (17/10).


    Menurut Agung, nilai komersil tersebut sangat beralasan, agar pengolahan menu makanan dari bahan pangan lokal tidak berhenti sampai dilomba.


    "Lomba ini bagus...

  • Kepala BKP Kementan Terima Petani Muda Korea, untuk Jajaki Korporasi Petani

    Kepala Badan Ketahanan (BKP) Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) menerima kunjungan dari _Korea Young Farmers_  di Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Bogor, Rabu (1010).


    Kunjungan ini bertujuan menjajaki kerjasama dalam pengembangan usahatani, terutama transfer teknologi budidaya sampai proses pengemasan produk.


    Untuk melihat kondisi lapangan, perwakilan dari para petani muda Korea juga mengunjungi salah satu gabungan kelompok tani (gapoktan) di Kab Cianjur, Jawa Barat  yang telah mengembangkan budidaya hortikultura.


    Dari hasil kunjungan tersebut,...

  • Kepala BKP Kementan dan Bupati Lamongan Panen Raya Jagung


    Ditengah hangatnya isu dorongan impor jagung, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi dan Bupati Lamongan Fadeli justru melakukan panen raya jagung di Desa Kakat Penjalin Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan Jawa Timur, Kamis (11/10).


    "Produksi jagung kita sangat banyak, bahkan dalam pemantauan panen di Kabupaten Tuban dan Kabupaten Jombang pada dua hari sebelumnya, panen jagung masih dan sedang berlangsung, masing-masing sekitar 8 ribu ha dan 5 ribu ha," ujar Agung.


    Melihat kondisi tersebut, menurut Agung,  para pelaku usaha pakan ternak mestinya...