Produksi Melimpah, BKP Kementan Optimalkan Serapan Gabah

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 22 Jan, 2019

Views: 158

Bulan Januari s.d Maret 2019 ini produksi padi akan meningkat, konsumsi cukup dan surplus beras tinggi._

Demikian disampaikan  Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Hendriadi dalam Rapat Koordinasi Serapan Gabah (Sergap) Petani di Kantor Divisi Regional Perum BULOG Jawa Timur-Surabaya, Selasa (22/01).

Rakor yang diselenggarakan oleh BKP Kementan-Bulog ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi serapan gabah BULOG dari petani yang sedang mengalami panen raya.

Menurut Agung, kegiatan sergap sangat penting dalam melindungi petani dari harga jatuh dan meningkatkan cadangan pangan pemerintah. Untuk itu Kementan bersama stakeholder terkait akan mengoptimalkan serapan gabah ke petani.

"Produksi gabah kering giling (GKG) bulan Januari diperkirakan mencapai 4,31 juta ton, bulan Februari 7,87 juta ton, dan Maret 12,74 juta ton. Kita tahu di bulan-bulan seperti ini harga gabah akan jatuh, oleh sebab itu pemerintah memastikan hadir di tengah-tengah petani untuk membeli hasil produksi mereka dengan harga yang pantas," jelas Agung

Jawa Timur yang merupakan andalan sentra produksi padi menjadi sasaran Kementan dalam  pencapaian serapan gabah. Di Provinsi ini potensi produksi setara beras bulan Januari hingga Maret mencapai 2,3 juta ton, jika dikurangi kebutuhan konsumsi, masih surplus 1,6 juta ton.

"Dari 1,6 juta ton itu kita targetkan 279 ribu ton dapat diserap oleh Bulog," imbuh Agung

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, Hadi Sulistiyo  menyampaikan harga di tingkat produsen saat ini menunjukkan tren menurun karena memasuki panen Sub Round-1 .

"Harga GKP kemarin Rp. 5.033/kg, namun di sentra-sentra produksi harga turun. Momentum ini harus kita ambil agar Sergap tercapai," tegas Hadi.

Dalam kesempatan tersebut, Bulog yang merupakan perpanjangan  tangan pemerintah menyatakan kesanggupannya untuk membeli gabah dari petani dengan harga yang disepakati.

"Bulog sudah siap, kami sudah instruksikan ke semua sub divre di Jatim untuk membeli gabah dari petani sehingga target Sergap tercapai," Jelas  Kepala Divre Bulog Jawa Timur, Muhammad Hasyim

Mendengar penyataan Kepala Dinas dan Bulog tersebut, Agung menyatakan optimisme nya Sergap ini akan berjalan mulus, apalagi di dukung oleh Dandim dan Danrem se-Jawa Timur.

"Disini ada perwakilan petani/Perpadi, dinas pertanian dan ketahanan pangan, Bulog, dan tak kalah penting yang memastikan jaminan keamanan, Pak Dandim, Danrem juga hadir dan siap satu komando melaksanakan tugas mulia ini," Tegas Agung yang didampingi Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan Risfaheri.

Agung mengungkapkan 7 strategi yang dilakukan Kementan-Bulog dalam percepatan Serapan Gabah di tahun 2019.

*Pertama*, meningkatkan integritas pelaksana, *Kedua*, peningkatan customer service melalui sistem jemput bola, pemetaan informasi panen, dan gudang Bulog akan buka meski hari libur. *Ketiga* mempermudah kerjasama Po dengan petani. *Keempat*, peningkatan kesiapan anggaran pembelian gabah/beras. *Kelima*, pembentukan Satker Divre/Sub-Divre. *Keenam*, penambahan gudang operasional dilebih seribu unit,dan *Ketujuh*, penyiapan lebih dari 60 unit pengolahan gabah/beras.

Agung yakin strategi tersebut akan efektif, sehingga target Sergap dan upaya perlindungan kepada petani terwujud.

"Saya lihat yang hadir disini semangat semua, sehingga saya sangat yakin kita pasti bisa," pungkas Agung.

Berita Terkait

  • Pada Council Meeting APTERR 7th, Kepala BKP Kementan Usulkan Evaluasi Dampak Bantuan Beras

    Wilayah Asia Tenggara dan Asia Timur merupakan kawasan cukup rentan terhadap bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, angin topan, dan lainnya yang bisa menyebabkan kerusakan fisik, sampai terjadinya gagal panen. Hal ini bisa menimbulkan kerawanan pangan dan hambatan akses pangan.

    Negara-negara di kawasan ASEAN+3 memiliki _coping strategy_ untuk mengatasi dampak negatif dari bencana setelah terjadi.

    Mekanisme yang dilakukan melalui pembentukan cadangan beras antara negara _ASEAN Plus Three_ (China, Jepang dan Korea), yang dikenal dengan istilah APTERR ( _ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserv...

  • Serah Terima Jabatan Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan

    Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi pimpin serah terima jabatan Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan yang batu Andriko Noto Susanto pada Senin pagi ini (18/02).

    Menurut Agung, serah terima jabatan ini merupakan tindak lanjut dari pelantikan yang telah dilaksanakan sebelumnya. 

    "Saya harap pejabat yang baru dapat memahami tugas tugas yang harus segera ditindaklanjuti dan yang menjadi prioritas ditempat baru" tegas nya.

    Dalam kesempatan ini dia berpesan kepada pejabat baru untuk fokus mengidentifikasi dan mengintervensi lokasi rentan rawan pangan.

  • Kementan Sangat Peduli Terhadap Keamanan dan Mutu Pangan Segar Asal Tumbuhan

    Dalam rangka penguatan dan pemantapan sistem keamanan dan mutu Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT), pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 53 tahun 2018 tentang Keamanan dan Mutu PSAT.

    Secara umum Permentan  ini mengatur mengenai:(1) pengawasan keamanan dan mutu pangan segar asal tumbuhan melalui pendataan, pendaftaran, dan sertifikasi; (2) pembagian kewenangan yang jelas antara pusat, pemerintah propinsi; dan pemerintah kabupaten/kota; (3) merespon pelayanan pendaftaran secara online; (4) mengakomodasi prinsip pengawasan keamanan p...