Presiden Berterima Kasih kepada Petani dan Nelayan

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 09 Jun, 2014

Views: 208

Malang, Jawa Timur: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berterima kasih kepada petani, nelayan, dan petani hutan atas kerja keras mereka untuk meningkatkan produksi pangan di Indonesia.

Jasa saudara semua amat besar. Bangsa Indonesia tak akan pernah melupakan sumbangan dari para petani, nelayan, dan petani hutan bagi swasembada dan ketahanan pangan di negara kita, kata Presiden SBY saat membuka Pekan Nasional (Penas) XIV Petani Nelayan Tahun 2014 di Stadion Kanjuruhan, Kecamatan Panujen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (7/6) pukul 15.00 WIB.

Penas Petani dan Nelayan, ujar Presiden SBY, dimaksudkan untuk membulatkan semangat dan tekad memajukan pertanian, perikanan, dan kehutanan di Indonesia. Hal ini dilakukan agar Indonesia makin memiliki ketahanan, kecukupan, dan swasembada pangan menuju kedaulatan dan kemandirian pangan di negeri sendiri.

Kegiatan Penas ke-14 sendiri, menurut Ketua Umum Kelompok Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) selaku Ketua Umum Penyelenggara Penas tahun ini, Winarno Tohir, dilaksanakan pada 7-12 Juni 2014. Penas diikuti 35 ribu petani, nelayan, aparat pemerintah, pemerhati, peneliti, peninjau, bahkan perwakilan petani dari ASEAN dan Jepang. Tema yang diangkat adalah Memantapkan Kepemimpinan dan Kemandirian Kontak Tani - Nelayan dalam Rangka Pengembangan Kemitraan dan Jejaring Usaha Tani Guna Mewujudkan Kesejahteraan Petani-Nelayan.

Pada kesempatan ini, Presiden SBY menerima Lencana Emas Adhibakti Tani Nelayan Maha Utama. Diharapkan kepedulian Presiden SBY terhadap petani dan nelayan dapat menjadi teladan pemimpin-pemimpin selanjutnya. Sebagai tanda terima kasih atas kepedulian dan keberpihakan Bapak Presiden terhadap penanganan berbagai masalah dan kebijakan yang menguntungkan bagi pelaku utama pembangunan pertanian, perikanan, dan kehutanan, Winarno menjelaskan.

Presiden SBY membuka Penas XIV Petani Nelayan dengan menekan tombol sirena. SBY beserta Ibu Ani kemudian berkesempatan meninjau Gelar Teknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian. SBY dan Ibu Ani memanen jeruk Keprok Batu 55. Setelah memetik dari pohon, Presiden dan Ibu Negara langsung mencicipi jeruk tersebut dan mengangkat jempol tanda rasanya yang nikmat.

Dalam rangkaian acara pembukaan ini, Presiden SBY juga menganugerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan dan Satyalancana Wira Karya kepada 10 orang perwakilan dari 44 penerima anugerah. Penganugerahan ini tertuang dalam Surat Keputusan Presiden Nomer 25 TK Tahun 2014.

Sejumlah menteri terlihat dalam acara ini, diantaranya, Menko Perekonomian Chairul Tanjung, Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, Mentan Suswono, Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Soetardjo.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...