Pertemuan Sosialisasi dan Persiapan Kegiatan TTI Tahun 2016

Pada tanggal 25-27 November 2015 di Park Hotel, Bandung Jawa Barat, Badan Ketahanan pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) menyelenggarakan pertemuan sosialisasi dan persiapan Kegiatan TTI tahun 2016. Pertemuan dibuka oleh Kepala BKP Kementan dan dihadiri  Kepala Badan/Unit Kerja yang menangani ketahanan pangan provinsi di 34 provinsi; masing-masing kepala bidang pada Badan/Unit Kerja yang menangani ketahanan pangan provinsi di 34 provinsi; Kepala Divisi Regional Perum BULOG di seluruh Indonesia; Ketua Tim Gugus Tugas Kedaulatan Pangan, Kementan; perwakilan Direktur Pangan dan Pertanian, Bappenas; Perwakilan Ditjen Tanaman Pangan, Kementan; perwakilan Ditjen Hortikultura, Kementan; perwakilan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan; Eselon 2 Lingkup BKP; dan Tim Pokja TTI lingkup BKP.

Hadir sebagai narasumber dalam kesempatan tersebut adalah: Inspektur Jenderal Kementan; Direktur Komersil Perum BULOG; Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan, BKP; Kepala Divisi Regional BULOG Provinsi Jawa Barat; Kepala Biro Keuangan dan Perlengkapan, Setjen Kementan; Direktur Pengawasan Produksi dan Sumberdaya Alam, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP); dan Kepala Biro Perencanaan Kementan.

Kegiatan TTI merupakan ide dan arahan langsung dari Menteri Pertanian dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan serta memangkas tata niaga pangan sebagai solusi permanen dari operasi pasar yang telah dilakukan selama ini. Secara operasional, kegiatan TTI dilakukan dengan cara produk pangan petani dibeli oleh Perum BULOG untuk selanjutnya BULOG mendistribusikan produk pangan tersebut kepada TTI dan dijual langsung ke Konsumen. Oleh karena itu, BKP ditugaskan oleh Menteri Pertanian sebagai focal point dalam menyelenggarakan kegiatan TTI.

Tujuan dari pertemuan adalah: (a) memberikan informasi kepada para pemangku kepentingan Pusat dan Daerah tentang kegiatan TTI, dan (b) mempersiapkan langkah-langkah operasional kegiatan TTI Tahun 2016 sesuai dengan rambu-rambu dan payung hukum.

Dalam mempersiapkan langkah-langkah operasional kegiatan TTI tahun 2016, mempertimbangkan dinamika perkembangan kegiatan TTI 2015 dan masukan dari hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) 24 November 2015 antara Komisi IV DPR-RI dan BKP Kementan, agar kegiatan tersebut operasional dan manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh petani sebagai produsen dan masyarakat sebagai konsumen, maka kegiatan TTI pada tahun 2016 dikemas kedalam kegiatan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM). Sasaran kegiatan diberikan kepada 500 Gapoktan/Lembaga Usaha Pangan Masyarakat/Koperasi dan lain-lain) dalam bentuk Bantuan Pemerintah dalam 1.000 TTI di 33 provinsi. Untuk kegiatan tersebut total dana APBN 2016 yang dialokasikan dari Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian sebesar Rp 166 milyar.

Direncanakan kegiatan PUPM akan dilaksanakan tahun 2016-2019, dengan target sebanyak 5.000 TTI. Komoditas pangan yang diperjualbelikan  merupakan komoditi pangan pokok dan strategis, seperti beras, bawang merah, cabai merah, minyak goreng, gula pasir, dan daging.

Konsep penyelenggaraan Kegiatan Pengembangan UPM tahun 2016 dilaksanakan melalui dua pendekatan yakni: (a) pengembangan TTI melalui dukungan dana APBN, dan (b) pengembangan TTI melalui kerjasama dengan Perum BULOG tanpa alokasi dana APBN dimana dana operasional kegiatan TTI harus tercantum dalam Rencana Anggaran Kegiatan Perusahaan (RAKP) Perum BULOG.