Pertemuan Sinkronisasi Persiapan Program Kerja dan Anggaran Ketahanan Pangan Tingkat Kabupaten/Kota

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 07 Mar, 2016

Views: 270

Makasar, Dalam rangka mensikronisasikan dan mempersiapkan langkah-langkah operasional kegiatan ketahanan pangan TA. 2016, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian telah menyelenggarakan Pertemuan Sinkronisasi Persiapan Program Kerja dan Anggaran Ketahanan Pangan Tingkat Kabupaten/Kota Wilayah Timur yang diselenggarakan di Hotel Grand Clarion, Makassar pada tanggal 24-26 Pebruari 2016. Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Badan/Kantor/Unit Kerja yang menangani ketahanan pangan kabupaten/kota di wilayah timur dan para pejabat Eselon II, III dan IV lingkup Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian serta nara sumber. Sesuai dengan arah Kebijakan Kementerian Pertanian bahwa prioritas kegiatan tahun 2016 masih difokuskan pada peningkatan produksi 7 komoditas pangan strategis, yaitu Padi, Jagung, Kedelai, Daging Sapi, Gula/Tebu, Cabe Merah dan Bawang Merah. Keterlibatan Badan Ketahanan Pangan dalam mendukung kegiatan prioritas Kementerian Pertanian adalah kegiatan pengembangan usaha pangan masyarakat yang bekerjasama dengan Toko Tani Indonesia (TTI) dalam rangka untuk menjaga stabilisasi harga pangan dan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan dalam rangka penurunan konsumsi beras. Pada pertemuan disampaikan reviu capaian kegiatan dan anggaran Ketahanan Pangan pada satker Ketahanan Pangan Kabupaten/Kota Tahun 2015 dan persiapan pelaksanaan kegiatan ketahanan pangan TA. 2016 serta rambu-rambu dan aturan dalam pengelolaan anggaran. Rencana Tindak Lanjut dalam pelaksanaan kegiatan dan anggaran Ketahanan Pangan tahun 2016, sebagai berikut:

  1. Pemantapan Pelaporan keuangan dan fisik (terutama untuk rencana serapan anggaran dengan target per triwulan: Maret=30%; Juli=60%; September=80% dan Desember=100%);
  2. Sinergitas kegiatan APBN dengan kegiatan APBD dalam pemantapan target capaian ketahanan pangan tahun 2016;
  3. Penyelesaian Petunjuk Teknis dan Petunjuk Pelaksanaan ketahanan pangan tahun 2016;
  4. Penyusunan agenda kegiatan Ketahanan Pangan dalam satu tahun;
  5. Penetapan Kelompok Kerja dan Tim Teknis Ketahanan Pangan;
  6. Implementasi Sistem Pengendalian Intern (SPI).

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...