Pertemuan Koordinasi (Focus Group Discussion) Efisiensi Rantai Distribusi Beras

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 11 Jun, 2015

Views: 179

Pertemuan Koordinasi (Focus Group Discussion), Efisiensi Rantai Distribusi Beras Jakarta, 4 Juni 2015

Dalam rangka untuk mendiskusikan dan mencari solusi penanganan rantai distribusi beras, telah dilaksanakan pertemuan koordinasi Focus Group Dissussion (FGD) Efisiensi Rantai Distribusi Beras yang diselenggarakan pada tanggal 4 Juni 2015 bertempat di Ruang Rapat Nusantara II Lantai IV, Badan Ketahanan Pangan.

Focus Group Discussion ini bertujuan sebagai sarana diskusi, pertukaran gagasan serta perumusan solusi yang melibatkan unsur akademisi, peneliti dan pemerintah sehingga diharapkan dapat memperkaya dan menyempurnakan desain kajian yang telah disusun.

Kegiatan Kajian Efisiensi Rantai Distribusi Beras adalah untuk menganalisis kinerja rantai pasok beras di Indonesia dan secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk: (a) Mengidentifikasi wilayah surplus dan defisit untuk komoditas beras; (b) Memetakan alur distribusi komoditas beras; (c) Menganalisis nilai tambah pada rantai pasok beras; (d) Menyusun strategi peningkatan kinerja rantai pasok beras.

Kegiatan Kajian Efisiensi Rantai Distribusi Beras dalam pelaksanaannya melibatkan pakar dalam bidang Agribisnis, Pemasaran dan Manajemen Rantai Distribusi Produk Pertanian. Kegiatan ini dilaksanakan di 3 provinsi sentra produksi beras (Sumatera Selatan, Jawa Barat, Sulawesi Selatan) dan 1 wilayah konsumen (DKI Jakarta).

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...