PERTEMUAN KOORDINASI DISTRIBUSI PANGAN

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 05 Oct, 2016

Views: 195

Solo 22 September 2016, Pertemuan Koordinasi Distribusi Pangan Tahun 2016 yang dilaksanakan pada tanggal 22-24 September 2016 bertempat di Hotel Rolin Solo, Jawa Tengah. Pertemuan dibuka oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian dan dihadiri oleh Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan, Kepala Bidang Distribusi BKP Kementan, Satker Unit Kerja Ketahanan Pangan Provinsi seindonesia yang membidangi Distribusi Pangan. Tujuan dilaksankan pertemuan ini adalah: (1) Meningkatkan kerjasama antar pusat dan daerah dalam penyelenggaraan program dan kegiatan distribusi pangan. (2) memperoleh gambaran tentang pelaksanaan kegiatan distribusi di pusat dan daerah. (3) mengevaluasi pelaksanaan kegiatan distribusi tahun 2016. Berdasarkan pemaparan dan diskusi dihasilkan rumusan sebagai berikut: (a) Pengukuran kinerja Gapoktan melalui penyusunan Gapoktan Performance Index (GPI) merupakan salah satu upaya untuk mendapatkan gambaran tipologi Gapoktan pelaksana Penguatan LDPM serta mengelompokkan Gapoktan berdasarkan kinerja dari aspek kelembagaan dan bisnisnya. Hasil analisis menjadi dasar penyusunan rekomendasi pembinaan selanjutnya bagi Gapoktan. (b) Pembinaan bagi Gapoktan yang masuk pada kuadran I (kinerja organisasi dan bisnis bagus) dilanjutkan melalui kegiatan PUPM, sementara bagi Gapoktan yang berada di kuadran II dan IV dilanjutkan pembinaan yang lebih spesifik sesuai aspek yang harus ditingkatkan. Bagi Gapoktan yang berada di kuadran III (Kinerja organisasi dan bisnisnya tidak bagus) dapat diputuskan langkah tindaklanjutnya sesuai kondisi anggaran dan SDM Pembina yang ada. (c) Potensi Gapoktan yang dikembangkan untuk kegiatan LDPM masih terbuka, dengan memperluas sasaran yang tidak hanya Gapoktan saja tetapi dapat dilakukan oleh kelompok tani atau lembaga pangan masyarakat lainnya. (d) Perlu ditingkatkan komitmen dari tim pembina provinsi, tim teknis kabupaten, pendamping, dan Gapoktan dalam pengiriman laporan yang dikirim secara tertib dan rutin.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...