Pertemuan Konsolidasi Kegiatan Solid Tahun 2016 Dan Evaluasi Kegiatan Smallholder Livelihood Develo

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 23 Feb, 2016

Views: 237

Yogyakarta, Dalam rangka untuk meningkatkan pemahaman stakeholders terhadap kegiatan SOLID TA. 2016, telah dilaksanakan pertemuan Konsolidasi Kegiatan Solid Tahun 2016 Dan Monitoring Evaluasi  Kegiatan Peningkatan Kesejahteraan Petani Kecil (Pkpk)/Smallholder Livelihood Development Project In Eastern Indonesia (Solid) dI Yogyakarta pada tanggal 14-17 Pebruari 2016. Pertemuan tersebut dihadiri: (a) Kepala Badan Ketahanan Propinsi Maluku; (b) Kepala Dinas Pertanian Propinsi Maluku Utara; (c) Kepala Badan/Dinas/Unit Kerja yang menangani ketahanan pangan pelaksana SOLID Kabupaten Buru, Buru Selatan, Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, Kabupaten Kepulauan Sula, Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Halmahera Tengah, Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, (d) Konsulatan Individu bidang Manajemen, Konsultan Individu Bidang Monitoring dan Evaluasi, Konsultan Individu Bidang Pengadaan Barang dan Jasa, Konsultan Firm, Tim Pelaksana SOLID Pusat, Provinsi dan Kabupaten; (e) LSM Propinsi Maluku dan Maluku Utara.

Acara pertemuan konsolidasi dibuka oleh Kepala Bidang Kerawanan Pangan dan dilanjutkan oleh pengarahan Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan memberikan arahan terkait penajaman pelaksanaan SOLID Tahun 2016. Beberpa point penting hasil pertemuan sebagai berikut : (a) Pelaksanaan kegiatan SOLID tahun 2016 diharapkan lebih fokus, terarah dan sesuai dengan rencana output maupun outcome dari kegiatan SOLID pada fase kedua (2016-2018), sehingga perlu pembenahan kelembagaan/organisasi dan manajemen pelaksanaan kegiatan SOLID 2016; (b) Peningkatan koordinasi antara aparat (PPL, Fasdes, Pendamping Perkebunan, Pertanian dan Pemasaran untuk melakukan supervisi bersama dan menetapkan data di lapangan secara bersama, (c) Koordinasi pendampingan program kerja dan kegiatan di tingkat lapangan antara PPL Pendamping, Konsultan, LSM, Fasdes dan FIT agar pelaksanaan pendampingan lebih terarah dan efektif, (d) Kegiatan peningkatan kapasitas kepada federasi dan VITs diakomodir dalam pertemuan bulan, (e) Bantuan Matcing Fund atau Revolving Fund masuk dalam akun belanja barang bantuan pemerintah yang diserahkan ke masyarakat harus sesuai aturan PMK 168/2015, dana hibah dan loan tidak ada pembebanan pajak, (f) Usaha produktif yang dilakukan oleh kelompok mandiri dibatasi pada 1-3 komoditas sesuai kesepakatan IFAD dengan pendekatan partisipatif hasil PRA dan sesuai potensi lokal yang dimiliki, (g) Usaha produktif yang diusahakan di kelompok mandiri diarahkan pada pembentukan cluster usaha sesuai komoditas yang dikembangkan di desa desa Solid, (h) Komponen kegiatan SOLID tahun 2016 berupa Pengembangan Rantai Nilai (Value Chain) difokuskan pada short value chain untuk komoditas tanaman pangan, perkebunan untuk menghasilkan nilai tambah, (i) Penyerapan anggaran SOLID baik provinsi dan kabupaten pada tahun 2016 minimal 93%. (j) Koordinator pelaksana kegiatan SOLID Provinsi dan Kabupaten segera menindaklanjuti hasil review IFAD, temuan pemeriksaan dan hasil kesepakatan pertemuan ini.


Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...