Pertemuan Evaluasi KP TA. 2013 dan Sikronisasi Program Kerja dan Anggaran KP TA. 2014

Mengawali tahun 2014, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian menyelenggarakan Pertemuan Evaluasi Ketahanan Pangan TA. 2013 dan Sikronisasi Persiapan Program Kerja dan Anggaran Ketahanan Pangan Provinsi TA. 2014 pada tanggal 7-8 Januari 2014 bertempat di Hotel Santika, Depok, Jawa Barat.  Pertemuan ini sebagai tindak lanjut dari Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian Tahun 2014 yang dilaksanakan di Gedung F Auditorium Kementerian Pertanian.

Tujuan dari Pertemuan ini adalah (1). Mengevaluasi kinerja pelaksanaan program/kegiatan Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2013; dan (2). Menyempurnakan strategi dan implementasi program/kegiatan ketahanan pangan pada tahun 2014.

Pertemuan dihadiri oleh Kepala Badan/Kantor/Unit Kerja Ketahanan Pangan Provinsi se Indonesia, Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian, Pejabat Eselon II dan III Lingkup Badan Ketahanan Pangan, PPK Dewan Ketahanan Pangan dan PPK SOLID.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian dalam arahannya menekankan sebagai berikut: Tahun 2014 adalah tahun yang sangat penting dalam pembangunan nasional karena merupakan tahun terakhir pelaksanaan RPJMN 2010-2014, yang cukup berat karena merupakan tahun terakhir untuk pencapaian target – target pembangunan pertanian termasuk target peningkatan diversifikasi pangan. Sasaran indikator kinerja ketahanan pangan tahun 2014, yaitu : (1) penurunan penduduk rawan pangan sebesar 1 persen per tahun; (2) pencapaian skor pola pangan harapan sebesar 95 pada tahun 2015 (Perpres No. 22/2009); (3) penurunan konsumsi beras sebesar 1,5 persen per tahun (Perpres No. 22/2009); (4) stabilnya harga gabah di tingkat petani pada saat panen raya yang disesuaikan dengan harga pembelian pemerintah (HPP); dan (5) stabilnya harga pangan pokok di tingkat konsumen.

Pencapaian target tersebut tidak hanya dilakukan oleh Badan Ketahanan Pangan, melainkan merupakan hasil dari berbagai kegiatan instansi terkait, antar eselon I lingkup Kementerian Pertanian maupun antar sektor terkait pangan dan gizi, antara lain: Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, maupun Kementerian Sosial. Oleh karena itu, peran Dewan Ketahanan Pangan sangat strategis dalam mengkoordinasikan dan menyinkronkan perumusan, monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan ketahanan pangan pada jenjang nasional, regional dan lokal.

Selanjutnya dalam pertemuan tersebut disampaikan pemaparan materi dari para narasumber antara lain Inspektorat Jenderal Kementerian pertanian, dan Kepala Pusat Lingkup Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian. Dari pertemuan ini diharapkan dapat meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan program/kegiatan pemantapan ketahanan pangan TA. 2014 antara pusat dan daerah, sehingga dapat menghasilkan suatu rencana aksi pemantapan ketahanan pangan yang pada akhirnya memberikan peningkatan bagi kesejahteraan masyarakat diperdesaan.