PERTEMUAN EVALUASI KEGIATAN KRPL UNTUK MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH DI NTT

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 20 Dec, 2013

Views: 151

PERTEMUAN EVALUASI KEGIATAN KRPL

UNTUK MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH DI NTT

Kupang, 19 Desember 2013

 

Kegiatan Direktif Presiden Tahun 2013 di Provinsi NTT dilaksanakan melalui Program Pemberdayaan EkonomiBagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).  Dalam kegiatan Direktif Presiden, Kementerian Pertanian salah satunya masuk dalam Subprogram Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berbasis Perempuan, dengan tujuan Pelibatan perempuan dalam usaha ekonomi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

Program Pemberdayaan Ekonomi Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang dilaksanakan oleh Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian melalui kegiatan pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Tujuan dari kegiatan KRPL adalah meningkatkan partisipasi kelompok wanita dalam penyediaan sumber pangan dan gizi keluarga melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan sebagai penghasil sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral untuk konsumsi keluarga.

Kegiatan KRPL ini dilaksanakan dengan sasaran 400 kelompok wanita di lima kab/kota yaitu: Kab. Kupang, Kota Kupang, Kab. Timor Tengah Utara, Kab. Timor Tengah Selatan, dan Kab. Alor.

Kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Badan ketahanan Pangan,KementerianPertanianantara lain :

  1. Menyediakan buku panduan pelaksanaan Program Pemberdayaan Ekonomi Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Provinsi NTT dan telah didistribusikan kepada kab/kota dan seluruh kelompok penerima manfaat.
  2. MembentukTim Pelaksana di tingkat pusat dan Tim Teknis di tingkat provinsi yang bertugas untuk melakukan koordinasi, pemantauan, dan pembinaan terhadap pelaksanaan kegiatan ini.
  3. Melakukan rapat koordinasi dan sosialisasi kegiatan di Kota Kupang yang dihadiri oleh aparat ketahanan pangan provinsi NTT, aparat ketahanan pangan dari seluruh kab/kota pelaksana kegiatan, serta perwakilan dari BPTP provinsi NTT.
  4. Melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan Direktif Presiden yang dilakukan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian bersama dengan Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Kepala Bagian Evaluasi dan Pelaporan, serta Pejabat yang menangani dari Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi NTT.

          Perkembangan pelaksanaan kegiatan direktif Presiden :

  1. Kabupaten/kota pelaksana kegiatan telah melakukan identifikasi Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL) sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Hasil identifikasi CPCL telah ditetapkan sebagai penerima manfaat melalui SK Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi NTT.
  2. Tindaklanjut dari penetapan penerima manfaat, telah dilakukan Penyaluran Dana Bansoske Rekening kelompok di lima Kab/Kota.
  3. Melaksanakan kegiatan bimbingan teknis bagi para pendamping kab/kota yang dilaksanakan oleh provinsi.
  4. Penyediaan kebun bibit dilaksanakan dengan bekerjasama dengan BPTP ProvinsiNTT.
  5. Penyediaan sarana penampungan air untukmendukung ketersediaan air.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...