PERTEMUAN EVALUASI KEGIATAN KRPL UNTUK MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH DI NTT

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 20 Dec, 2013

Views: 187

PERTEMUAN EVALUASI KEGIATAN KRPL

UNTUK MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH DI NTT

Kupang, 19 Desember 2013

 

Kegiatan Direktif Presiden Tahun 2013 di Provinsi NTT dilaksanakan melalui Program Pemberdayaan EkonomiBagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).  Dalam kegiatan Direktif Presiden, Kementerian Pertanian salah satunya masuk dalam Subprogram Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berbasis Perempuan, dengan tujuan Pelibatan perempuan dalam usaha ekonomi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

Program Pemberdayaan Ekonomi Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang dilaksanakan oleh Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian melalui kegiatan pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Tujuan dari kegiatan KRPL adalah meningkatkan partisipasi kelompok wanita dalam penyediaan sumber pangan dan gizi keluarga melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan sebagai penghasil sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral untuk konsumsi keluarga.

Kegiatan KRPL ini dilaksanakan dengan sasaran 400 kelompok wanita di lima kab/kota yaitu: Kab. Kupang, Kota Kupang, Kab. Timor Tengah Utara, Kab. Timor Tengah Selatan, dan Kab. Alor.

Kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Badan ketahanan Pangan,KementerianPertanianantara lain :

  1. Menyediakan buku panduan pelaksanaan Program Pemberdayaan Ekonomi Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Provinsi NTT dan telah didistribusikan kepada kab/kota dan seluruh kelompok penerima manfaat.
  2. MembentukTim Pelaksana di tingkat pusat dan Tim Teknis di tingkat provinsi yang bertugas untuk melakukan koordinasi, pemantauan, dan pembinaan terhadap pelaksanaan kegiatan ini.
  3. Melakukan rapat koordinasi dan sosialisasi kegiatan di Kota Kupang yang dihadiri oleh aparat ketahanan pangan provinsi NTT, aparat ketahanan pangan dari seluruh kab/kota pelaksana kegiatan, serta perwakilan dari BPTP provinsi NTT.
  4. Melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan Direktif Presiden yang dilakukan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian bersama dengan Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Kepala Bagian Evaluasi dan Pelaporan, serta Pejabat yang menangani dari Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi NTT.

          Perkembangan pelaksanaan kegiatan direktif Presiden :

  1. Kabupaten/kota pelaksana kegiatan telah melakukan identifikasi Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL) sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Hasil identifikasi CPCL telah ditetapkan sebagai penerima manfaat melalui SK Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi NTT.
  2. Tindaklanjut dari penetapan penerima manfaat, telah dilakukan Penyaluran Dana Bansoske Rekening kelompok di lima Kab/Kota.
  3. Melaksanakan kegiatan bimbingan teknis bagi para pendamping kab/kota yang dilaksanakan oleh provinsi.
  4. Penyediaan kebun bibit dilaksanakan dengan bekerjasama dengan BPTP ProvinsiNTT.
  5. Penyediaan sarana penampungan air untukmendukung ketersediaan air.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...