Pertemuan Apresiasi Gapoktan Kegiatan Penguatan - LDPM Tahun 2015

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 05 May, 2015

Views: 153

Dalam rangka mendukung pelaksanaan kegiatan Penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (L-DPM), telah dilaksanakan pertemuan Apresiasi Gapoktan Tahap Penumbuhan dan Tahap Kemandirian Tahun 2015. Pertemuan dilaksanakan di Bandung (Provinsi Jawa Barat) pada tanggal 28 April – 1 Mei 2015. Pertemuan dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Badan Ketahanan Pangan dan diikuti Ketua maupun Pengurus dari 203 Gapoktan Tahap Penumbuhan dan 102 Gapoktan Tahap Kemandirian di 25 provinsi. Dalam sambutannya, Plt. Kepala Badan Ketahanan Pangan, menyampaikan bahwa saat ini potret petani dan kelembaga petani di Indonesia diakui masih mengahadapi berbagai persoalan, salah satunya persoalan yang mendasar adalah ketidakberdayaan petani dalam memasarkan produknya khususnya di daerah sentra produksi padi dan jagung sehingga petani selalu berada pada posisi yang dirugikan antara lain : (i) pada saat terjadi panen raya harga yang diterima jatuh, dan (ii) pada saat musim paceklik, seringkali mengalami kekurangan pangan. Mengingat kondisi tersebut, Pemerintah telah memberikan fasilitas untuk mendorong dan memberdayakan Gapoktan sebagai lembaga petani agar mempunyai kekuatan dalam: (i) meningkatkan posisi tawar di saat panen raya, (ii) menyediakan cadangan pangan minimal untuk memenuhi kebutuhan anggotanya di saat paceklik.

Sejak tahun 2009, Pemerintah melalui Kementerian Pertanian cq Badan Ketahanan Pangan melaksanakan Kegiatan Penguatan-LDPM. Kegiatan ini merupakan upaya pemberdayaan Gapoktan dalam kegiatan hilir agribisnis pangan. Salah satu komponen kegiatan Penguatan-LDPM adalah penyaluran dana batuan sosial (bansos) sebagai penguatan modal usaha Gapoktan dengan maksud agar Gapoktan mampu berperan : (1) membeli gabah petani dengan harga minimal sebesar HPP pada saat panen raya; (2) melakukan pengolahan gabah menjadi beras dan atau pangan strategis lainnya di luar masa panen untuk memperoleh nilai tambah (value added); (3) mengelola cadangan pangan dan menyalurkan kepada anggota saat dibutuhkan, terutama pada musim paceklik.

Pengurus Gapoktan mempunyai peran yang penting, karena keberhasilan dalam mengembangkan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat sangat ditentukan oleh kemampuan pengurusnya dalam mengelola usaha Gapoktan serta mengelola dana Bansos yang sudah diberikan sesuai deng an petunjuk yang telah ditetapkan. Kemandirian Gapoktan merupakan indikator atau ciri keberhasilan suatu Gapoktan pelaksana Penguatan-LDPM.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...